SUMUT, CHANEL7.ID – Warga Tomuan Jalan Pattimura Bawah,kecamatan Siantar Timur,Provinsi Sumatera Utara mengeluhkan kondisi perumahan mereka yang hampir ambruk seiring dengan ada nya ke longsoran pada salah satu saluran parit drainase.
Seperti hal nya di sampaikan salah seorang warga kelurahan Tomuan kota Pematangsiantar M.Purba kepada awak media Chanel7.id di lokasi,”Rabu (3/1/2024) sekira pukul 5.00 wib sore hari.
Tampak dalam pantauan saat itu terlihat sisi tembok saluran parit Drainase di belakang rumah nya tersebut mengalami ke longsoran menyebabkan bagian dapur ikut mulai ambruk karena gerusan debit air.
Di sebutkan nya air yang mengalir pada saluran parit berasal dari pembuangan dari kelurahan Kebun Sayur,Karo dan kelurahan lain nya, di kota Pematangsiantar.
Sosok pria berperawakan sekitar 65 tahun nya juga menambahkan hingga sampai saat ini belum juga ada respon tindak lanjut dari Pemko Kota Pematangsiantar untuk memperbaiki.
Kejadian tersebut di sampaikan nya berawal mulai bulan agustus 2023 lalu saat tembok sahabat tetangga nya dikatakan mulai roboh dan di benahi sendiri.
Kemudian roboh lagi pada rumah yang di huni nya tersebut juga di sebutkan dalam bulan agustus 2023 untuk yang kedua.
Akibat Kejadian tersebut menurut warga kelurahan Tomuan jalan Pattimura Bawah ini sudah menyampaikan hal itu kepada Lurah Tomuan yakni Mangonsidi Purba beserta sekretaris lurah,dan sudah datang meninjau ke lokasi dan sudah mengambil di photo nya.
“Pihak kelurahan Tomuan sudah dua kali menyurati BPBD kota Pematangsiantar namun belum ada respons sampai saat ini.
“Jadi sebelum tumbang pun, pertama sudah di surati dan di kirim ke pihak BPBD kota Pematangsiantar oleh pak Situmeang dengan pak Sitompul (Rekan media) melalui online.
Dan di BPBD kota Pematangsiantar juga dalam penuturan nya tidak mau menerima laporan dan memandu data nya sampailah ke dinas pertanian juga PUTR Kota Pematangsiantar namun hingga saat ini juga belum ada respon.
Bahkan hal ini pun susah masuk pada pemberitaan koran harian Siantar 24 Jam dan koran harian Mistar juga sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari dinas terkait dan terkesan mendiamkan hal itu,”ujar nya lagi dengan wajah tampak lesu.
Diri nya juga memohon kepada Pemko Pematangsiantar agar sesegera mungkin melakukan tindakan untuk perbaikan.
Tampak dari pantauan awak media Chanel7.id di lokasi bagian dapur rumah sudah mulai tampak mau amblas dan dinding dapur tampak retak terbelah dan sebagian permukaan lantai dapur sudah mulai menurun.
“Sesuai dengan cuaca saat ini yang tidak bisa di prediksi,sekarang musim hujan,air parit akan mengikis tembok parit yang ambruk membuat rumah saya dengan kondisi seperti saat ini bisa roboh.
Untuk itu M.Purba meminta sekali lagi kepada Pemko Pematang Siantar melalui Badan Penanggulangan Bencana daerah agar sesegera mungkin mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan dimana dalam situasi saat ini pada musim hujan,”ujar nya dengan nada khawatir.
“Setiap datang hujan,saya sangat khawatir jika rumah saya akan ambruk.
“Dan itulah harapan saya supaya pihak Pemko menanggapi lah keluhan saya selaku warga kota Pematang Siantar,”pinta nya.
“Dan kalau tidak, nanti bisa saja warga kota Pematang Siantar itu mengambil suatu tindakan untuk unjuk rasa ke kantor Walikota,”ujar nya mengakhiri.
Di tempat terpisah pihak BPBD kota Pematang Siantar melalui kabid nya Richard saat di konfirmasi via seluler nya menyampaikan akan meninjau langsung terkait keluhan warga tersebut.
“Iya bang besok kami akan datang melihat kesana,”ujar nya saat di konfirmasi awak media.
Sementara camat Siantar Timur Pak Zebua beserta Lurah Tomuan Mangonsidi Purba saat di konfirmasi awak media via seluler nya tampak tidak merespon panggilan dari awak media ini,walau tampak terdengar bunyi nada dering tersambung namun tidak ada balasan hingga berita ini di publish.
®Pariaman S

