CIREBON, CHANEL7.ID – Ketegangan Kawasan Asia Timur di Selat Taiwan makin mendidih, Merupakan ketegangan dari Jepang dan China, dalam beberapa hari terakhir China mengirimkan dua kapal induk sekaligus di Selat Taiwan.
Hal ini menandakan dominasi China yang makin masif dan aktif menunjukan pengaruh regionalnya, bahwa China siap dengan segala konsekuensinya atas sengketa Taiwan.
Peringatan China untuk Jepang semakin terbuka, hingga tidak segan menggunakan kekuatan militer, sebagai tindakan final atas Jepang.
Perlu diketahui Jepang tetap dengan prinsipnya tentang Taiwan, yang menyatakan Taiwan Negara yang berdaulat.
- Advertisement -
Situasi meningkat cepat membuat tensi kedua negara di Kawasan Asia Timur kini berada di wilayah sensitif, China mengeluarkan ancaman tegas jika Jepang ikut campur dalam militer di selat Taiwan, maka Jepang akan mengalami hal yang tidak bisa dibayangkan.
Bahwa konflik ini membuka semua kemungkinan termasuk pengerahan militer, namun bukannya mereda Jepang mengancam balik China termasuk opsi mengusir diplomat China.
Melihat ketegangan di selat Taiwan makin berada di level tertinggi, membuat Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Khoizumi meninjau pangkalan-pangkalan militernya yang berada dekat Taiwan, termasuk Yonaguni, Ishigaki dan Miyako untuk memperkuat militer Jepang di kawasan selat Taiwan.
Jepang berencana menempatkan rudal jarak menengah sebagai kesiapan, segala kemungkinan atas ketegangan di selat Taiwan.
China pun meradang, hingga memboikot eksport ke Jepang, termasuk produk-produk seperti makanan laut yang menjadi kebutuhan pokok Jepang, Ini merupakan reaksi keras dari Pemerintahan Tiongkok terhadap Jepang.
- Advertisement -
Menurut beberapa pengamat, konflik yang terjadi di kawasan Asia Timur akan menjadi babak baru untuk Jepang setelah perang Dunia ke -2, kabar terkini Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi meningkatkan anggaran pertahanan guna meningkatkan pengaruh Tokyo di Selat Taiwan dan Kawasan Indo-Pasifik.
- Advertisement -
®Zack

