KLATEN, CHANEL7.ID – Sore ini, Forum GenRe Kabupaten Klaten melaksanakan langkah nyata yang penuh makna dalam rangka kegiatan Sapa Ayah & Bunda GenRe. Dalam audiensi yang berlangsung hangat dan konstruktif, Kepala Dissosp3appkb dan Plt. Kabid Dalduk KB mendampingi Forum GenRe Klaten bersama Duta GenRe Putra dan Putri Klaten tahun 2025 untuk bertemu langsung dengan Bunda Genre Kabupaten Klaten, Fahrani Hamenang. Pertemuan ini menjadi wadah penting bagi lebih dari 250 responden remaja untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, dan harapan mereka secara langsung kepada pemangku kebijakan dan tokoh pembina (11/06/2026).
Audiensi tersebut bukan sekadar seremoni. Para perwakilan remaja, termasuk Duta Genre Putra 2025, Kalvindra Juan, dan Duta Genre Putri 2025, Nabila Putri, membawa hasil pengumpulan aspirasi yang mewakili suara ratusan remaja Klaten. Isu yang diangkat beragam namun saling terkait, dinamika keluarga, proyeksi masa depan pendidikan dan karier, serta tantangan kenakalan remaja yang masih menjadi perhatian. Semua isu ini dikupas tuntas dalam dialog yang berlangsung terbuka dan penuh empati.
Bunda Genre, Fahrani Hamenang, menyambut aspirasi remaja dengan sikap positif dan penuh perhatian. Dalam pernyataannya Ia menegaskan dukungan terhadap upaya GenRe untuk menjadi ruang dialog yang aman bagi remaja. “Kami mendengar dan menghargai setiap suara remaja. Aspirasi ini akan menjadi bahan kerja kami untuk memperkuat program pembinaan keluarga dan remaja di Kabupaten Klaten,” ujar Fahrani. Harapannya, hasil audiensi ini dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang konkret sehingga remaja merasa didengar dan diberdayakan.
Selain menyampaikan aspirasi, Kalvindra Juan dan Nabila Putri juga mohon doa restu dan dukungan dari Bunda Genre untuk maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Mereka menyampaikan harapan agar pengalaman dan aspirasi yang dibawa dari Klaten dapat menjadi kontribusi positif pada forum GenRe tingkat provinsi. Kalvindra menegaskan, “Kami ingin membawa suara teman-teman Klaten ke tingkat provinsi agar solusi yang kami usulkan bisa mendapat perhatian lebih luas.” Sementara Nabila menambahkan harapan agar kolaborasi lintas daerah semakin diperkuat untuk menjawab tantangan remaja secara komprehensif.
Momentum audiensi dengan Bunda Genre ini melengkapi rangkaian pertemuan yang sebelumnya telah dilaksanakan beberapa hari lalu, ketika Forum GenRe dan Duta GenRe Klaten diterima langsung oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Pada kesempatan itu, suara 250 lebih remaja juga didengar oleh pemimpin daerah. Bupati Hamenang menyambut baik inisiatif GenRe dan menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program yang menguatkan peran keluarga dan pendidikan karakter. “Pemerintah daerah akan terus membuka ruang dialog dan mendukung program yang memberi manfaat nyata bagi remaja,” kata Bupati Hamenang.
Kekuatan lain dari kegiatan ini adalah sinergi lintas wilayah. Forum GenRe Kabupaten Klaten mendapat dukungan dari perwakilan GenRe tingkat provinsi, yaitu Duta Genre Putra Jawa Tengah, Arya Fatikh Izzan Juweri, serta perwakilan Forum Genre Jawa Tengah, Ahmad Fajriyanto. Kehadiran mereka menegaskan bahwa isu-isu remaja tidak berhenti pada batas administratif, tantangan dan solusi perlu ditangani secara kolaboratif antar kabupaten dan provinsi. Arya menyatakan dukungan untuk memperkuat jejaring GenRe dan berbagi praktik baik antar daerah, sementara Ahmad menekankan pentingnya program yang berkelanjutan dan berbasis data.
Dukungan dari Kepala Dissosp3appkb dan Plt. Kabid Dalduk KB yang mendampingi audiensi turut menambah bobot teknis dan kebijakan pada pertemuan tersebut. Mereka menyampaikan kesiapan instansi terkait untuk menindaklanjuti aspirasi remaja melalui program pembinaan keluarga, layanan konseling, dan kegiatan pencegahan kenakalan remaja. Pernyataan resmi dari pihak dinas menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan dijadikan bahan perumusan program yang lebih responsif terhadap kebutuhan remaja Klaten.
Audiensi ini bukan sekadar memenuhi tantangan dalam rangka challenge adugenjat Sapa Ayah & Bunda GenRe, melainkan mencerminkan komitmen nyata para remaja untuk membahas keresahan mereka secara tuntas dan mencari solusi konkret. Forum GenRe menunjukkan kematangan dalam menyusun aspirasi, menyampaikan rekomendasi, dan membangun dialog yang konstruktif dengan pemangku kebijakan.
Menutup kegiatan pertemuan ini diwarnai dengan harapan bersama, agar hasil dialog segera ditindaklanjuti, agar dukungan lintas sektor terus mengalir, dan agar remaja Klaten semakin percaya diri menjadi agen perubahan di komunitasnya. Bunda Fahrani menutup audiensi dengan harapan agar GenRe terus menjadi jembatan antara remaja dan pengambil kebijakan, serta agar Klaten dapat mewujudkan visi Klaten Sahita Hamemayu Raharja melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Dengan didengarnya suara lebih dari 250 remaja dan adanya komitmen dari berbagai pihak, langkah ini menjadi bukti bahwa dialog yang tulus dan kolaborasi nyata mampu membuka jalan bagi solusi yang berkelanjutan. GenRe Klaten telah menunjukkan bahwa ketika remaja diberi ruang dan didampingi dengan baik, mereka mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial dan budaya daerah.
@ Pitut Saputra

