SUMEDANG, CHANEL7.ID – Aula Baznas Kabupaten Sumedang menjadi pusat kegiatan penting pada Selasa siang, saat digelar Rapat Sosialisasi dan Teknis penerapan QRIS untuk penghimpunan infaq dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat Program Sumedang Nyah ka Indung, pemberian santunan bagi anak yatim, serta dukungan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan khusus marbot Masjid Besar Kecamatan dan Masjid Jami di desa/kelurahan. Selasa (12/8/25).
Rapat ini dihadiri perwakilan SKPD, pengurus masjid, serta berbagai pihak yang memiliki komitmen dalam pemberdayaan masjid sebagai pusat kegiatan umat. Tujuannya jelas: memastikan kesejahteraan marbot, memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim, dan menumbuhkan budaya berbagi melalui infaq digital yang praktis, transparan, dan akuntabel.
Kabag Kesra Setda Sumedang, Saeful Amin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya implementasi nyata hasil rapat. “Program ini bukan sekadar wacana. Harus benar-benar dijalankan sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat menjadi kunci terwujudnya Sumedang yang peduli, religius, dan berkeadilan.
Melalui sistem QRIS, penghimpunan infaq dari SKPD diharapkan lebih efisien dan aman, sekaligus memudahkan proses penyaluran bantuan. Sementara itu, program BPJS Ketenagakerjaan bagi marbot menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memakmurkan rumah ibadah, melindungi mereka dari risiko kerja, serta memberikan rasa aman bagi keluarga.
Baznas Sumedang berharap rapat ini menjadi titik awal pelaksanaan program yang berkesinambungan, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kepedulian sosial dan pemberdayaan umat.
®Opik

