SUMEDANG, CHANEL7.ID – Ditengah rintik semangat anak-anak pelosok Sumedang untuk terus belajar, hadir secercah harapan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang. Melalui acara “Sapa Warga” dan Program “Sumedang Cerdas” yang digelar di Aula Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Rabu (23/7/2025), BAZNAS menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi dari keluarga kurang mampu.
Salah satunya adalah Anasya Nur Azizah dan Neng Mira, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka, Siswa SDN Cimalaka 2. Di tengah keterbatasan, senyum Anasya dan Mira mengembang saat menerima bantuan perlengkapan sekolah.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat berarti untuk saya. Membantu meringankan beban orang tua dan membuat saya makin semangat belajar,” ucap Anasya, dengan senyum bahagia.
Bukan hanya soal materi, bantuan ini membawa semangat baru bagi Anasya dan Mira, bahkan banyak anak lainnya. Di saat sebagian remaja seusianya mungkin tengah sibuk dengan gawai dan bimbingan belajar, mereka justru berjibaku melawan keterbatasan agar bisa terus mengenyam pendidikan.
Acara “Sapa Warga” sendiri bukan sekadar seremoni. Ia menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Sumedang, perwakilan BAZNAS, serta berbagai dinas terkait mulai dari Disdukcapil, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga Camat Cimalaka dan unsur APDESI. Semua bersinergi dalam satu tujuan: memastikan setiap anak, di manapun mereka tinggal, tetap mendapat akses pendidikan yang layak.
- Advertisement -
Wakil Bupati dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja bersama dalam membangun Sumedang dari pinggiran. Ia mengapresiasi BAZNAS yang secara konsisten menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.
BAZNAS Sumedang sendiri memang aktif menjalankan program-program zakat yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Program bantuan perlengkapan sekolah ini menjadi salah satu cara mereka memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi.
Dari mereka kita belajar, bahwa harapan bisa tumbuh bahkan dari tempat yang paling sederhana. Dan dari BAZNAS kita melihat, bagaimana kepedulian bisa menjadi jembatan antara impian dan kenyataan.
- Advertisement -
®Opik

