REMBANG, CHANEL7.ID – Jalan penghubung Desa Gunungsari-Kuwangsan kembali amblas meski baru selesai diperbaiki, memunculkan dugaan kuat bahwa konstruksi sebelumnya tidak mampu menghadapi kondisi tanah yang labil dan beban kendaraan berat.
Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Aspal terlihat retak memanjang, dan sebagian besar permukaan badan jalan telah turun cukup dalam hingga membentuk celah signifikan. Indikasi kuat mengarah pada penurunan tanah masif di bawah struktur jalan.
Kerusakan yang terjadi hanya berselang singkat setelah rekonstruksi rampung itu memunculkan pertanyaan besar soal kualitas pengerjaan serta analisis geologis yang dilakukan sebelum proyek dimulai.
Warga menduga akar persoalan terletak pada tanah dasar yang lembek dan tidak stabil. Hal itu diperkuat oleh riwayat kerusakan berulang di titik yang sama.
Sariyadi, warga Desa Kuwangsan, mengaku heran jalan tersebut terus-menerus amblas meski telah beberapa kali diperbaiki. “Ini sudah beberapa kali diperbaiki, tapi amblas lagi. Sepertinya tanah di bawahnya memang lembek,” ujarnya.
Ia juga memberikan usulan teknis agar pemerintah tidak lagi melakukan perbaikan sementara. “Saran kami, jalan ini diuruk dengan material keras atau dipancang menggunakan tiang pancang, supaya tidak amblas lagi ketika dilewati muatan berat,” tambahnya.
Selain faktor tanah labil, lalulintas kendaraan bertonase tinggi disebut menjadi pemicu cepatnya kerusakan. Metode konstruksi sebelumnya dinilai belum mampu mengatasi persoalan rendahnya daya dukung tanah di lokasi tersebut.
Amblasnya akses vital ini juga mendapat perhatian aparat desa. Babinsa Desa Gunungsari, Mariono, membenarkan kejadian tersebut. “Ya, tadi sudah kami sampaikan ke pihak yang bekerja di jalan Gunungsari menuju Kuwangsan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa laporan akan segera diteruskan ke Dinas Pekerjaan Umum. “Katanya mau disampaikan ke Dinas PU,” ujarnya.
Warga berharap Dinas PU segera mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat sekaligus menyiapkan perbaikan permanen. Kecepatan tindakan dinilai sangat penting untuk mencegah kerusakan semakin meluas dan menghindari risiko kecelakaan.
Masyarakat meminta evaluasi menyeluruh terhadap proyek sebelumnya agar perbaikan berikutnya tidak lagi bersifat sementara. Mereka berharap solusi teknis yang lebih kokoh, seperti stabilisasi tanah dan pemasangan fondasi dalam (pancang), dapat diterapkan.
Kini, warga menantikan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan dan kelancaran akses transportasi di jalur Gunungsari-Kuwangsan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung antar desa.
®Aziz

