BOYOLALI, CHANEL7.ID
Pemerintah Kabupaten Boyolali pada Kamis ini meresmikan Gedung Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kecamatan Wonosegoro sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Boyolali utara, pembangunan pos yang menelan anggaran Rp312.865.000,00 tersebut selesai dalam waktu 90 hari, dimulai 21 Juli 2025 dan rampung 18 Oktober 2025, dan hari ini Bupati Boyolali meresmikan secara langsung penggunaannya (30/06/2026).
Pembangunan Pos Damkar Wonosegoro dilatarbelakangi tingginya risiko kebakaran lahan saat musim kemarau, serta kebutuhan percepatan respons terhadap berbagai insiden yang mengancam keselamatan warga. Pos ini dirancang untuk melayani lima kecamatan yakni Wonosegoro, Wonosamodro, Karanggede, Kemusu, dan Juwangi, sehingga diharapkan mampu memangkas waktu tanggap darurat dan memperluas jangkauan layanan pemadam kebakaran.
Pihak Pemkab Boyolali menekankan bahwa fungsi Pos Damkar tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran, tetapi juga mencakup layanan lain seperti evakuasi hewan, penanganan kecelakaan ringan, dan bantuan teknis atas keluhan masyarakat yang memerlukan intervensi cepat dari petugas terlatih.
Peresmian dilakukan oleh Bupati Boyolali Agus Irawan yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Agus menegaskan pentingnya keberadaan pos tersebut bagi warga Boyolali utara dan meminta agar petugas Damkar bisa menjalin kedekatan serta sinergi dengan camat dan kepala desa setempat.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengatakan “Kehadiran teman-teman semuanya nanti diharapkan banyak memberikan solusi permasalahan-permasalahan di daerah utara,” paparnya
Sementara Camat Wonosegoro, Ragil Pambudi, turut menyampaikan apresiasi atas terbangunnya Pos Damkar. Ragil menilai fasilitas baru ini akan meningkatkan kualitas pelayanan publik karena petugas Damkar dapat merespons lebih cepat dan menangani berbagai jenis keluhan masyarakat.
“Semoga keberadaan Pos Damkar ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, dan tentunya dalam rangka peningkatan pelayanan publik yang responsif juga lebih cepat,” kata Ragil.
Gedung Pos Damkar yang baru tersebut dibangun dilengkapi ruang operasional untuk petugas, area penyimpanan peralatan, serta akses cepat menuju jalur-jalur strategis di wilayah utara Boyolali. Dengan penempatan pos di Wonosegoro, waktu tempuh menuju titik-titik rawan di lima kecamatan diharapkan berkurang signifikan, sehingga potensi kerugian akibat kebakaran lahan dapat diminimalkan.
Selain itu, pos ini akan menjadi pusat koordinasi saat terjadi bencana kecil hingga menengah, bekerja sama dengan instansi terkait seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), PUDAM (Perusahaan Umum Daerah Air Minum) Tirta Ampera Boyolali, dan organisasi masyarakat setempat.
Sebelum peresmian, Bupati Agus sempat meninjau pembangunan dua rumah yang menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Karangjati, Wonosegoro. Kunjungan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menangani kebutuhan dasar warga sekaligus memperbaiki kualitas rumah hunian.
Usai peresmian, Bupati Agus menyerahkan bantuan air bersih secara simbolis kepada warga beberapa desa. Total 18 tangki air bersih disalurkan pada hari itu untuk Desa Kauman, Desa Bojong, Desa Guwo di Kecamatan Wonosegoro, serta Desa Krobokan dan Ngaren di Kecamatan Juwangi, dan Desa Cluntang di Kecamatan Musuk. Bantuan ini berasal dari BPBD Kabupaten Boyolali, PUDAM Tirta Ampera Boyolali, dan Perhiptani (Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia) Kabupaten Boyolali.
Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap Pos Damkar Wonosegoro menjadi model pelayanan terpadu yang responsif dan proaktif. Ke depan, Pemkab berencana meningkatkan kapasitas personel melalui pelatihan teknis, simulasi penanggulangan kebakaran lahan, serta program edukasi kebakaran kepada masyarakat desa agar risiko kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Pernyataan resmi dari Pemkab Boyolali menyatakan bahwa pembangunan pos ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur keselamatan publik dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan bencana.
Peresmian Pos Damkar Wonosegoro menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana dan mempercepat layanan publik di Boyolali utara. Dengan dukungan anggaran yang terealisasi, sinergi antar instansi, serta partisipasi aktif masyarakat, pos ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan dan ketentraman warga di wilayah sekitarnya.
@ Pitut Saputra

