KLATEN, CHANEL7.ID
Peresmian Gedung Graha Nahda yang berlokasi di Gunting Wonosari, Klaten tersebut, berlangsung khidmat dan meriah. Acara yang digelar sebagai wujud syukur sekaligus pengabdian kepada masyarakat itu menghadirkan ratusan pengemudi ojek online (ojol) Solo Raya dan anak-anak yatim piatu serta YPAC Surakarta, sebagai saksi sekaligus penerima santunan. Kehadiran mereka memberi warna kemanusiaan yang kuat pada momen pembukaan gedung yang dibangun untuk kepentingan amal dan kegiatan sosial (18/10/2026)
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Ir. Bambang Mulyono, selaku Direktur dan pemilik Gedung Graha Nahda. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa “pendirian gedung ini bukan semata-mata untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai wadah kegiatan sosial, pengajian, dan tempat berkumpulnya masyarakat untuk saling berbagi.” tegasnya. Setelah sambutan, peresmian ditandai secara simbolis dengan membunyikan sirine yang menggema, menandai resmi dibukanya Gedung Graha Nahda untuk umum.
Suasana kemudian beralih ke sesi silaturahmi dan ramah tamah. Para tamu undangan, termasuk perwakilan komunitas ojol, tokoh masyarakat, dan keluarga anak yatim, saling bertegur sapa. Di sela-sela pertemuan, panitia juga menyelenggarakan pengajian tausiyah singkat yang menambah nuansa religius dan penuh makna pada acara. Pengajian tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan sosial yang dilakukan di gedung ini dilandasi oleh niat ibadah dan kepedulian terhadap sesama.
Hiburan menjadi bagian penting dari rangkaian acara. Arda, penyanyi cilik yang tengah naik daun, tampil memukau dengan membawakan beberapa lagu yang menghibur hadirin, begitu pula penampilan dari anak-anak yatim piatu dan YPAC Surakarta Penampilan mereka tidak hanya mengundang tepuk tangan, tetapi juga senyum dari ojol dan anak-anak yatim yang hadir. Kehadiran hiburan ringan seperti ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana hangat dan menyenangkan, terutama bagi mereka yang menjadi fokus kegiatan sosial hari itu.
Sebelum prosesi santunan dimulai, acara diisi dengan pengajian tausiyah oleh Muhammad Subhan. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya berbagi sebagai bentuk syukur dan pengamalan ajaran agama. Tausiyah tersebut mengajak semua pihak untuk menjadikan momentum peresmian sebagai titik awal berkelanjutan dalam melakukan kebaikan bagi masyarakat luas. Pesan moral yang disampaikan mendapat sambutan hangat dan menjadi penguat niat panitia untuk terus menjalankan program-program sosial.
Puncak acara adalah penyerahan santunan yang menyentuh hati. Panitia menyalurkan bantuan kepada sekitar 500 pengemudi ojol Solo Raya dan 350 anak yatim piatu serta YPAC Surakarta Santunan ini berupa paket sembako, bantuan tunai, serta dukungan lain yang diharapkan dapat meringankan beban sehari-hari penerima. Pembagian dilakukan secara tertib dan penuh kehormatan, dengan tetap menjaga protokol dan rasa hormat kepada para penerima. Momen penyerahan santunan menjadi bukti nyata komitmen Gedung Graha Nahda untuk hadir di tengah kebutuhan masyarakat.
Gedung Graha Nahda sendiri dibangun dengan tujuan mulia, menjadi sarana amal bagi orang tua dan masyarakat sekitar. Menurut penjelasan panitia, kegiatan santunan yang digelar bukan untuk mencari nama atau popularitas, melainkan semata-mata sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Hal ini tercermin dari cara penyelenggaraan yang sederhana namun penuh ketulusan, serta keterlibatan berbagai pihak yang ingin berkontribusi tanpa pamrih.
Pernyataan dari Diah Wahyu Nuraini Perwakilan Panitia menegaskan komitmen tersebut, “Kami mendirikan Gedung Graha Nahda bukan untuk mencari pujian, melainkan untuk menjadi rumah kebaikan bagi masyarakat. Santunan hari ini adalah wujud nyata kepedulian kami kepada para ojol dan anak yatim piatu yang membutuhkan. Ke depan, gedung ini tidak hanya jadi Gedung pertemuan, hajatan, namun juga akan menjadi pusat kegiatan sosial, pengajian, dan pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.”
Penutupan acara diwarnai dengan doa bersama dan harapan agar Gedung Graha Nahda dapat terus menjadi berkah bagi banyak orang. Para tamu undangan pulang dengan rasa hangat dan terinspirasi, sementara para penerima santunan membawa pulang bantuan yang diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang terpancar pada peresmian ini menjadi modal penting bagi panitia untuk melanjutkan program-program sosial berikutnya.
Peresmian Gedung Graha Nahda Gunting Wonosari Klaten bukan sekadar seremonial, ia menjadi titik awal sebuah perjalanan sosial yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang. Dengan dukungan masyarakat dan niat yang tulus dari pengelola, gedung ini berpotensi menjadi pusat kegiatan yang memperkuat jaringan kebaikan di Klaten dan sekitarnya. Semoga langkah awal ini menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut serta menebar manfaat dan memperkuat rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.
( Pitut Saputra )

