JAKARTA, CHANEL7.ID – Pencopotan Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto memicu beragam reaksi dari kalangan dunia usaha. Banyak pengusaha menyuarakan kekhawatiran atas arah kebijakan fiskal ke depan, mengingat reputasi Sri Mulyani sebagai sosok yang menjaga disiplin anggaran dan kredibilitas fiskal Indonesia selama lebih dari satu dekade.
Dari beberapa informasi yang dihimpun mengenai Tanggapan Sejumlah pelaku usaha menilai pencopotan Sri Mulyani sebagai “kehilangan besar” bagi stabilitas ekonomi nasional. Mohit Mirpuri, manajer investasi di SGMC Capital, menyebut kepergian Sri Mulyani sebagai “berakhirnya era kredibilitas fiskal”. Ia menyoroti bahwa kebijakan fiskal yang selama ini dijaga dengan ketat berisiko terganggu oleh program-program populis yang tidak realistis secara anggaran.
Sementara itu, beberapa asosiasi bisnis menyatakan harapan agar pengganti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa, mampu menjaga kesinambungan kebijakan dan tetap mengedepankan transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan APBN.
Dikabarkan Dampak ke Pasar dan Sentimen Investor, Pasca pencopotan, nilai tukar rupiah sempat melemah, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan ekonomi yang baru, Para pelaku pasar menilai bahwa Sri Mulyani selama ini menjadi “penjaga gerbang” terhadap tekanan politik yang berpotensi mengganggu stabilitas fiskal.
Dari Kritik hingga Simpati, Menariknya, pencopotan Sri Mulyani juga memunculkan gelombang simpati dari publik dan kalangan profesional. Narasi yang viral menyebut Sri Mulyani sebagai “karyawan terbaik yang dipecat karena bos punya target tak realistis”, Banyak yang melihatnya sebagai simbol profesionalisme yang dikorbankan demi agenda politik.
®Laspin

