SIMALUNGUN, CHANEL7.ID – Guna memperkuat daya saing di pasar global pada tahun 2026, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei resmi memberlakukan pengawasan ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh lini produksi. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan setiap Tandan Buah Segar (TBS) yang masuk memenuhi kriteria kematangan dan standar kebersihan tertinggi.
Pengetatan SOP ini mencakup rantai pasok hulu hingga hilir, mulai dari proses pemanenan di kebun, mekanisme pengangkutan, hingga tahap penyortiran di pintu masuk pabrik. Upaya ini merupakan bagian dari target besar perusahaan untuk memaksimalkan rendemen minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan kualitas inti sawit (kernel) sepanjang tahun 2026.
Perwakilan Manajemen PKS Sei Mangkei, Diki Prasetyo, menegaskan bahwa efisiensi produksi manufaktur sangat bergantung pada kualitas bahan baku yang diterima dari lapangan.
“Kami memastikan seluruh alur pengolahan TBS di PKS Sei Mangkei diawasi secara maksimal. Mulai dari penerimaan, penimbangan, hingga pengecekan kualitas di laboratorium. Ini adalah komitmen kami untuk bekerja sesuai prosedur demi hasil terbaik,” ujar Diki saat memberikan keterangan kepada media, Jumat (6/2/2026).
Diki menambahkan, konsistensi penerapan SOP ini telah membuahkan hasil positif. Pada tahun 2025, pencapaian rendemen PKS Sei Mangkei berhasil bertahan di kategori hijau, dan tren positif tersebut terus berlanjut hingga awal 2026.
“Kualitas TBS adalah harga mati bagi kami untuk menjaga performa industri di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif,” tegasnya.
Libatkan Petani Mandiri dan Digitalisasi
Tak hanya berlaku untuk internal, PKS/Pabrik Kelapa Sawit Sei Mangkei juga mengimbau para petani mandiri dan supplier pihak ketiga untuk mematuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Hal ini sejalan dengan regulasi pemerintah melalui Permentan Nomor 13 Tahun 2024 yang mengatur tata niaga TBS guna menjamin transparansi harga serta perlindungan
bagi perkebunan rakyat.
Sebagai langkah modernisasi, PKS Sei Mangkei kini mulai menerapkan sistem digitalisasi untuk memantau pergerakan TBS secara real-time. Teknologi ini diharapkan mampu meminimalisir penyimpangan di lapangan serta memastikan setiap tandan yang dikirim memiliki pertanggungjawaban aspek
legalitas dan kelestarian lingkungan.
“Dengan disiplin SOP yang lebih ketat dan dukungan teknologi, kami optimis angka rendemen dapat meningkat signifikan tahun ini,” pungkas Diki.
®Sofian

