Dermaga Masalembu Telan Korban Jiwa, Fikri Haikal Tegaskan Begini

0
IMG-20240323-WA0064
Bagikan Berita

 

Sumenep, Chanel7.id/news – Fenomina duka yang menghilangkan dua jiwa di Dermaga tambat labu Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, menyisakan sejarah pahit bagi keluarga korban. Diduga terbawa arus ombak saat bermain dibibir dermaga, korban tenggelam dan ditemukan meninggal bersama temannya yang memberikan pertolongan (22/3/2024) siang.

Apakah dalam peristiwa itu terdapat unsur kelalaian dari pihak terkait ?

Fikri Haikal, mewakili jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, selaku Koordinator di lingkungan Dishub Kecamatan Masalembu, menepis kemungkinan adanya dugaan tersebut.

Dia tegaskan, jauh masa sebelumnya, pihaknya telah melakukan upaya-upaya antisipatif secara prosedural, baik yang merujuk pada Standart Operasional Pelaksanaan (SOP) maupun melalui pertimbangan kebijakan lokal.

“Yang jelas kalo dari kami sudah dari dulu memberikan himbauan kepada warga untuk tidak bermain di area Dermaga. Pernah kami kasih himbauan tertulis (Plakat), tali pembatas, hingga batu pengaman (Protect Safety) yang kami tata berjejer, sebagai warning untuk tidak melintas, namun upaya tersebut belum bisa dipahami Masyarakat setempat” tegas Fikri saat dihubungi awak media (23/3/2024) siang.

Namun terlepas dari itu semua, kata Fikri melanjutkan, kedepan kami akan lebih tegas terkait pemberlakuan larangan batasan (Dangerous Zona) bagi warga, khususnya anak-anak, di sepanjang Dermaga.

Korban tenggelam (MD) teridentifikasi atas nama Suriyansyah (13/L), Kelas 1 SMPN Masalembu, warga Dusun Tengah, Desa Masalima. Kemudian Arga (9/L), SD kelas 3, Warga Dusun Tengah Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep.

Pasca kejadian tersebut hingga saat ini lokasi kejadian mendapat perioritas pengawasan berbagai pihak. Menurut Fikri, “Kami komunikasikan ke temen-teman untuk dilakukan buka tutup sementara area ke dermaga pelencengan, menyesuaikan jadwal kegiatan kapal, kalau di tutup total kita masih butuh untuk area parkir, khususnya pada masa angkutan lebaran” ucapnya.

Untuk diketahui, bagi Masyarakat setempat pelabuhan Masalembu menjadi salah satu opsi favorit sebagai destinasi wisata lokal. Banyak hal yang dapat dilakukan warga, mulai dari memancing, menikmati Sunset, menikmati jaringan internet 3G, bertemu sahabat (Kencan), menunggu kapal berlabuh, hingga mandi laut pada pagi dan sore hari. Di bulan puasa pengunjung terpantau membludak pada sore hari.

“Jadi kalo bulan puasa seperti sekarang ini di jadikan tempat ngabuburit, bisa di katakan dari dulu menjadi pusat ramainya orang-orang berwisata,” terang Fikri dalam wawancaranya by phone (23/3).

Fikri Haikal berharap atas peristiwa duka ini, warga Masalembu lebih memahami arti dan fungsi rambu-rambu yang ada.

“Kemudian tidak mengabaikan himbauan sekecil apapun yang ada di pelabuhan, karena hal ini semata-mata demi kebaikan dan keselamatan untuk semua pihak. Semoga hal ini menjadi pelajaran berarti bagi kita semua dan tidak terulang lagi di kemudian hari,” Fikri menambahkan.

Ia menutup perbincangannya dengan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. “Kami juga komunikasikan ke temen-teman untuk turut menyampaikan duka cita ke rumah duka,” tutupnya.

 

 

Jurnalis : Syaiful Bahri – Kaperwil Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *