Terapi Patah Kaki Ala Pak Dhe di Sungai Andai

0
Terapi

Foto : Pak Dhe (berkopiah hitam) sedang memberikan terapi dan pengobatan kepada pasien yang alami patah kaki akibat kecelakaan.

Bagikan Berita

 

Banjarmasin, Chanel7.id/news – Rumah kavling sederhana yang dipakai sebagai tempat Terapi Patah Kaki Ala Pak Dhe di Sungai Andai, malam tadi tampak ramai, Senin (11/3/2024).

Terlihat seorang lelaki mengenakan kopiah hitam dengan rambut dikuncir sedang memegang betis wanita berhijab, sementara dua pria yang juga berada di ruangan tersebut berharap dalam doa.

Ya, itulah suasana ketika Slamet atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Dhe, sedang melakukan terapi pengobatan kaki pasiennya lantaran alami patah tulang akibat kecelakaan.

“Saya Siti Maria dari Mahligai, Banjarmasin Selatan, datang kesini karena punya masalah di tulang betis saya akibat kecelakaan beberapa bulan yang lalu,” kata ibu rumah tangga berusia 40 tahun itu.

Tidak ada papan nama yang mengidentitaskan sebagai tempat pengobatan alternatif di depan rumah Pak Dhe.

Tidak jarang orang yang baru kali pertama ke tempat ini meragukan benar tidaknya alamat praktek alternatif yang kerap dijuluki ”Ahlinya menyembuhkan patah tulang di Sungai Andai” itu.

Usai memberikan pengobatan dan penjelasan kepada pasien kemudian dilanjutkan memberikan saran pemulihan, Pak Dhe selalu memberinya air mineral kemasan yang masih tersegel.

”Jangan lupa ini diminum ya, baca Bismillah semoga Allah segera menyembuhkan penyakit ibu,” sarannya ke semua pasiennya saat hendak meninggalkan rumah Pak Dhe.

Ia menerima pengobatan berbagai jenis patah tulang, baik yang baru terjadi (korban laka lantas) ataupun yang sudah mengalami patah tulang menahun.

“Selain patah tulang, kami juga bisa menyembuhkan keseleo, asam urat, rematik, bahkan orang yang kena santet,” ucapnya.

Masih kata Pak Dhe, terapi pengobatan untuk patah tulang bervariasi. Ada yang sekali datang, kondisinya sudah membaik tapi ada juga pasien yang harus melakukan terapi berkali-kali.

“Untuk pasien patah kaki, seperti ibu Ibu Siti Maria tadi, dia membutuhkan terapi sebanyak 3 kali. Maka ini terapi kedua, alhamdulillah rasa nyeri di kakinya sudah hilang. InsyaAllah beliau butuh sekali lagi terapi,” terang Pak Dhe.

Menurut Pak Dhe, semua penyakit tentu ada obat untuk menyembuhkannya. Hanya, masing-masing orang mempunyai pandangan tersendiri untuk mencari dan menemukan obat tersebut.

“Ada yang mempercayakan pada tim medis sepenuhnya dan ada juga yang berikhtiar dengan menempuh jalur pengobatan alternatif,” kata pria yang dipercaya sebagai ketua BPK Seribu Sungai itu.

Membantu menangani pasien bukan menjadi hal baru bagi pria keturunan Jawa itu. Sebab, sejak usia muda, Pak Dhe memang sudah berkiprah di bidang pengobatan alternatif ini. Dia menyebut, keahliannya itu merupakan turunan dari leluhurnya.

”Kadarullah, sampai sekarang saya tidak pernah sekolah di bidang kesehatan,” imbuh Pak Dhe sembari tersenyum.

Ketika disinggung tentang berapa besaran biaya pasien yang melakukan terapi, Pak She mengatakan bahwa ia tak pernah pasang tarif untuk pengobatan yang dilakukannya itu.

”Sebab, memang niat saya insya Allah tulus membantu orang lain. Dari orang tua saya terdahulu, mensyaratkan seperti itu (tidak memasang tarif, Red),” kata Pak Dhe.

Bahkan, jika dirasa pasien dari kalangan kurang mampu dari sisi ekonomi, maka pemberian uang sebagai imbalan jasa dia kembalikan.

“Kita ini menolong sesama manusia, jadi harus ikhlas agar mendapatkan ridho Allah,” tukasnya.

DI mata Pak Dhe, obat alternatif bukan hanya melulu berbicara soal obat tradisional. Melainkan juga membutuhkan pendekatan pada Yang Maha Kuasa Allah SWT.

”Karena yang maha menyembuhkan hanya Allah semata, saya ini hanya sebagai perantara,” tegasnya. Artinya, bukan hanya pengobatan secara lahiriah, namun juga secara batiniah.

Diakuinya, itu merupakan panggilan jiwa dan ada kepuasan tersendiri ketika berhasil membantu penyembuhan orang. Dan itu telah menyeretnya untuk terus menekuni dunia penyembuhan alternatif.

 

 

Jurnalis : Nely – Kaperwil Kalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *