Rumah Warga Malang Rusak Berat Diterjang Longsor

0
Malang

Foto : Dinas Sosial Tagana Kabupaten Malang (Korwil Malang barat), bersinergi bersama stakeholder dan potensi yang ada melakukan kegiatan assessment dan baksos bencana tanah longsor.

Bagikan Berita

 

MALANG, Chanel7.id/news – Hingga menjelang puasa Tahun ini, Wilayah Jatim  khususnya Kabupaten Malang, harus menangani sederetan bencana alam hingga sosial yang datang bertubi-tubi. Belum usai persoalan banjir, bencana baru datang menyusul seolah tanpa available space.

Hari ini, Minggu (10/3/2024) pagi, satuan tugas tanggap bencana Dinas Sosial Tagana Kabupaten Malang (Korwil Malang barat), bersinergi bersama stakeholder dan potensi yang ada melakukan kegiatan assessment dan baksos bencana tanah longsor.

Koordinator Tagana Kabupaten Malang, Fathurroji mengaku, pihaknya melalui tagana Korwil Malang barat, terjun ke lokasi, berkoordinasi dengan Pemdes dan Forkopimka Kecamatan Kasembon, serta OPD dan sejumlah pihak terkait, melakukan pendataan dampak tanah longsor di dua lokasi berbeda, Dusun Pait Lor RT 15 RW 04, dan Dusun Bara’an RT 22 RW 05, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Dikisahkan Fathurroji, kejadian tanah longsor ini berawal dari turunnya hujan yang terbilang deras sejak pukul 14.00 Wib, hingga pukul 20.00 Wib di wilayah Kasembon khususnya di Desa Pait.

“Durasi hujan yang lumayan panjang ini kemudian mengakibatkan tebing setinggi 12 meter dan lebar 6 meter, melorot tergerus aliran air hingga terjadi longsor yang menimpa dapur rumah warga” kisahnya.

Tercatat dari hasil assessment tagana, pemilik rumah terdampak longsor Desa Pait RT 15 RW 04, Kecamatan Kasembon, atas nama Juminem, dan di RT 22 RW 05, atas nama Burhanudin.

Kerusakan dan kerugian yang dialami korban, dinding dapur jebol dan peralatan dapur hancur, Tembok Penahan Tanah (TPT) runtuh terkikis air.

Dari kejadian yang menimpanya, korban mengalami kerugian Rp 4 juta rupiah hingga Rp 8 juta rupiah. Kabar baiknya tidak ada korban jiwa.

Dalam rekomendasinya menyebut kebutuhan mendesak korban, berupa Terpaulin, sembako, alcon, cangkul, sekrop, arco dan semen ±100 sak untuk rehab perbaikan tembok penahan tanah.

Turut terlibat penangan, BPBD Kabupaten Malang, PMI Kabupaten Malang, Dinsos Kabupaten Malang, Forkopimka Kecamatan Kasembon, Pemdes setempat, Tagana dan Masyarakat.

 

 

Jurnalis : Syaiful Bahri – Kaperwil Jatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *