Kisah Sakira, Anak Cidera Kepala yang Dikunjungi Gubernur Sumut

0
IMG-20240205-WA0038

Foto : Ibu dari pasien cidera kepala menangis haru, saat mendapat kunjungan dari Gubernur Sumut dan jajaran, Minggu 4/2/2024.

Bagikan Berita

Kota Medan, Chanel7.id/news – Sakira Nayla Lubis, pasien cedera kepala yang dikunjungi Pj. Gubernur Sumut, berasal dari keluarga tidak mampu dan harus mendapat perhatian dari pemerintah. Dia kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan Jenderal Besar AH Nasution No.7, Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Awalnya, Sakira Nayla Lubis (6) pada Kamis (1/2), sekitar pukul 22.00 WIB, bermain dengan temannya, kepalanya terbentur sudut meja. Mulutnya mengeluarkan busa, matanya pun terpejam hingga tak sadarkan diri. Sakira Nayla pun dibawa ke rumah sakit terdekat, namun peralatan rumah sakit tidak mendukung, sehingga kemudian dirujuk ke Rumah Sakit di Medan.

Baca juga : Pj. Gubernur Sumut Kunjungi Pasien : Utamakan Keselamatan, Administrasi Menyusul

Pj Gubernur Sumut Hassanudin yang kemudian datang menjenguk mengatakan, seluruh biaya rumah sakit akan menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Sumut.

“Saya sangat bersyukur, RS Mitra Sejati telah menangani dengan cepat. Saya himbau kepada seluruh rumah sakit sebagai pelayanan masyarakat, apabila pasien yang membutuhkan pelayanan agar segera diberi tindakan pertama. Utamakan keselamatan pasien. Tertib administrasi ya mengikuti, berproses setelah ada penanganan jadi jangan sampai terhambat,” ujar Pj Gubernur Sumut, Minggu 4/2/2024.

Sakira Nayla Lubis, adalah anak kedua dari Astabi Lubis dengan Efrida Yanti. Ayahnya bekerja sebagai buruh nelayan. Sementara sang ibu berjualan ‘kedai sampah’ di rumahnya. Sambil menangis, Efrida Yanti mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur Sumut.

Baca juga : Peringatan ke 75 Hari Republik India,  Sekdaprov Sumut Harap Kerjasama Semakin Kuat

Sejak anaknya masuk rumah sakit dan butuh biaya besar, Efrida berupaya mencari pinjaman untuk biaya. Sakira Nayla Lubis tidak terdaftar di BPJS Kesehatan. Dari Padangsidimpuan ia membawa puluhan juta rupiah yang berasal dari pinjaman untuk membayar down paymen (DP) rumah sakit. Sayangnya uang yang terkumpul juga masih kurang.

Efrida tak menyangka mendapat perhatian dari orang nomor satu di Sumut. Apalagi, Efrida harus menghadapi kesulitan sendirian. Pasalnya, sang suami hingga saat ini belum mengetahui kondisi anaknya itu.

“Suami saya nelayan di salah satu perusahaan. Pulangnya lama Pak Gub. Dari laut ke Padangsidimpuan butuh waktu dua minggu perjalanan. Saya sudah mencoba mengubungi rekan-rekannya soal anaknya ini,” katanya kepada Gubernur Sumut.

Baca juga : Lagi, Gas LPG Subsidi dioplos Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku

Efrida juga harus meninggalkan dua anaknya di rumah, ditemani sang adik. Efrida mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pj Gubernur Sumut serta jajarannya yang bergerak cepat membantu untuk kesembuhan anaknya.

“Saya gak nyangka Pak Pj Gubernur Sumut datang bantu saya. Orang yang punya kedudukan tinggi, mau datang dan bantu saya orang ‘kecil’ yang sedang kesulitan. Saya doakan semoga Bapak Pj Gubernur Sumut sehat, lancar segala urusannya. Saya mengucapkan terima kasih banyak,” ucapnya berlinangan air mata.

 

 

®Robin Silalahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *