Starting Masa Tugasnya, F-PRB Jatim Gelar Rapat Perdana

0
IMG-20240124-WA0094

Foto : Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Jawa Timur, menggelar rapat perdana di Ruang Siaga Kantor BPBD Jatim. Rabu (24/01/2024).

Bagikan Berita

Surabaya, Chanel7.id/news – Pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Provinsi Jawa Timur, mengawali masa tugasnya untuk periode 2023 – 2026, dengan menggelar rapat perdana di Ruang Siaga Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Rabu (24/01/2024)

Pertemuan eksklusif ini dihadiri oleh sederetan pengurus baru sebagaimana diputuskan Sekretaris Jendral (Sekjend) F-PRB, Catur Sudarmanto.

Ketua Forum yang akrab disapa Mbah Dharmo ini berharap, seluruh element dalam tubuh F-PRB dapat menjadi rangkaian pergerakan yang Optimal dan Maksimal, agar ke depan hadirnya F-PRB Jawa Timur semakin dirasakan banyak pihak.

Pada moment perdana itu, pemegang Nahkoda F-PRB Jatim menerangkan, penentuan pengurus ini sudah mewakili semua elemen yang memiliki kepedulian terhadap masalah pengurangan risiko bencana. Menurutnya, Pengurus terpilih memiliki kompetensi yang beragam, sehingga akan memudahkan pembagian tugas ketika melakukan upaya pengurangan risiko bencana, maupun ketika bencana berlangsung.

“Saya berharap kawan-kawan yang telah bersedia menjadi pengurus, hendaknya berkomitmen untuk mensukseskan semua agenda kerja organisasi yang telah kita susun dan disepakati bersama,” Katanya bersemangat.

Dalam pertemuan itu pula dibahas tuntas bagaimana menyusun program di Tahun politik saat ini, tentunya yang realistis dapat dilaksanakan, terukur dan bermartabat.

Paling tidak, tutur Mbah Dharmo, langkah pertama yang diambil adalah upaya konsolidasi ke dalam melalui kegiatan peningkatan kapasitas anggota, langkah ini untuk menyetarakan langkah dalam menjalankan kebijakan organisasi.

Sambutan lainnya, Satriyo Nurseno, S.STP. M.IP, Kepala bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Provinsi Jawa Timur, mengatakan, Jawa Timur memiliki banyak potensi dan tingkat kerawanan bencana yang harus diantisipasi, hal ini menjadi penting dilakukan untuk mengurangi dampak bencana.

Hal itu tentunya dibutuhkan dukungan multi pihak, sesuai dengan kapasitasnya terkait upaya pengurangan risiko bencana dan penanggulangan bencana, khususnya pada situasi darurat bencana.

“Kami siap bekerjasama dan mendukung program forum menyiapkan masyarakat, untuk beradaptasi dengan perubahan iklim serta membangun ketangguhan menghadapi bencana. Baik itu berupa saran, dan masukan untuk penyusunan kebijakan, maupun membantu melaksanakan program yang kami agendakan. Seperti Desa tangguh bencana (Destana) dan satuan pendidikan aman bencana (SPAB),” ujarnya.

Tidak hanya bermuatan sambutan semata, dalam forum tersebut juga diwarnai usul para peserta.

Salah satunya Basuki, ia mengusulkan agar masing-masing bidang membuat program peningkatan kapasitas bagi pengurus Forum di semua level, seperti bidang publikasi dan kampanye mengadakan pelatihan jurnalistik kebencanaan.

“Jika ini dapat dilakukan maka, roda organisasi akan bergerak dinamis dan keberadaannya akan semakin terasakan oleh semua pihak,” Katanya optimis.

Menyusul peserta lainnya, Hari, Dosen di Universitas Negeri Jember menyampaikan, ke depan Forum ini hendaknya juga dapat melibatkan dunia usaha dan kampus, yang merupakan bagian dari sinergitas pentahelix dalam melaksanakan program yang disepakati bersama secara transparan.

 

 

 

®Syaiful Bahri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *