YOGYAKARTA, CHANEL7.ID – Fuad Muhammad Syafruddin, yang lebih dikenal sebagai Udin, tetap menjadi simbol keberanian jurnalistik Indonesia. Pada peringatan Hari Pers Nasional 2026, ziarah bersama yang digagas oleh komunitas pers lokal mendapat respon dan sorotan khusus dari para pewarta, karena menautkan memori kolektif dengan tuntutan reformasi nyata. Di antara pewarta yang memimpin inisiatif ini, Nugroho pewarta senior Klaten yang akrab disapa Vallen, memberi penekanan kuat pada makna moral dan langkah praktis yang harus diambil oleh institusi media dan pemangku kepentingan (08/02/2026).
Udin lahir pada 18 Februari 1964 dan berkarya di Harian Bernas sejak 1986. Liputan-liputannya yang kritis terhadap praktik korupsi dan kebijakan publik di Yogyakarta dan Bantul menempatkannya sebagai figur penting dalam tradisi jurnalisme lokal yang berani. Peristiwa penganiayaan pada 13 Agustus 1996 dan kematiannya beberapa hari kemudian mengguncang dunia pers dan memicu tuntutan penegakan hukum serta perlindungan bagi wartawan. Ziarah bersama yang dilakukan menjelang HPN 2026 bukan sekadar ritual penghormatan, ia menjadi momen refleksi kolektif dan panggilan untuk bertindak.
Vallen menegaskan bahwa ziarah bersama bukan hanya bentuk penghormatan simbolis, melainkan momentum untuk menegaskan komitmen praktis komunitas pers. Menurutnya, mengenang Udin harus berujung pada kebijakan yang konkrit, perlindungan hukum yang jelas, mekanisme bantuan cepat bagi wartawan yang terancam, dan program pelatihan keselamatan lapangan yang berkelanjutan. Vallen turut menekankan, “Ziarah ini adalah janji kolektif, jika kita hanya datang untuk berdoa tanpa menindaklanjuti dengan langkah nyata, maka memori itu akan kehilangan kekuatannya.” ujarnya.
Dalam pembicaraan singkat saat ziarah, Vallen menggarisbawahi tiga tuntutan utama: pertama, penegakan hukum yang transparan terhadap kasus kekerasan terhadap pers, kedua, dukungan institusional berupa dana bantuan hukum dan asuransi bagi wartawan, ketiga, kolaborasi antar redaksi untuk investigasi bersama sehingga risiko tidak hanya ditanggung oleh individu. Ia juga menyerukan agar HPN 2026 menjadi titik peluncuran program-program tersebut, bukan sekadar seremoni tahunan.
- Advertisement -
Pernyataan Vallen mencerminkan aspirasi yang lebih luas di kalangan jurnalis lokal, agar penghormatan terhadap korban seperti Udin diikuti oleh perubahan struktural. Warisan Udin telah melahirkan penghargaan, diskusi akademis, dan pelatihan keselamatan, namun menurut Vallen, upaya itu masih perlu diperdalam dan diperluas. Ia menilai bahwa redaksi harus mengadopsi protokol keselamatan yang baku, menyediakan akses cepat ke bantuan hukum, dan membangun jaringan solidaritas antar media yang efektif.
Pengaruhnya terlihat dalam respons komunitas, beberapa redaksi lokal yang hadir menyatakan kesiapan untuk menginisiasi platform kolaboratif, sementara organisasi advokasi kebebasan pers di daerah menyambut seruan Vallen untuk memperkuat advokasi hukum. Dengan demikian, ziarah bersama berfungsi sebagai katalisator yang mengubah empati menjadi agenda kerja bersama.
Makam Udin di Dusun Gedongan, Kelurahan Trirenggo, Bantul, menjadi titik ziarah yang sarat makna. Kunjungan ziarah oleh wartawan, aktivis HAM, dan masyarakat memperkuat solidaritas profesi dan menjaga agar kasus-kasus yang belum tuntas tetap hidup di ruang publik. Chatra menekankan bahwa ritual ini juga berfungsi sebagai pendidikan moral bagi generasi muda jurnalis, nilai keberanian, integritas, dan tanggung jawab sosial harus diwariskan bukan hanya lewat cerita, tetapi lewat praktik kerja yang aman dan etis.
Ziarah bersama, menurut Vallen, juga membuka ruang dialog antara komunitas pers dan pemangku kebijakan lokal. Ia mendorong agar hasil dialog ini didokumentasikan dan dijadikan rekomendasi resmi yang dapat diajukan pada peringatan HPN dan forum-forum kebijakan lainnya.
Berdasarkan penekanan Vallen, HPN 2026 sebaiknya mengadopsi beberapa langkah konkret, pembentukan mekanisme pelaporan cepat untuk ancaman terhadap wartawan, pendirian dana bantuan hukum regional, program pelatihan keselamatan fisik dan digital, serta inisiatif kolaboratif antar redaksi untuk investigasi bersama. Chatra juga mengusulkan pembentukan panel independen untuk meninjau kasus-kasus kekerasan terhadap pers dan mendorong penegakan hukum yang transparan.
- Advertisement -
Inisiatif-inisiatif ini, bila diimplementasikan, akan menjadikan peringatan HPN yang bukan sekedar perayaan simbolis, melainkan momentum reformasi yang berkelanjutan.
Mengenang Udin melalui ziarah bersama dan peringatan HPN 2026 harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Vallen menegaskan bahwa solidaritas profesi harus diikuti oleh kebijakan, sumber daya, dan kolaborasi yang konkret. Dengan mengubah penghormatan menjadi program-program perlindungan dan pemberdayaan, komunitas pers dapat memastikan bahwa keberanian seperti yang ditunjukkan Udin menjadi warisan yang hidup, mendorong jurnalistik yang lebih aman, beretika, dan efektif dalam menjalankan fungsi pengawasan publik demi demokrasi yang sehat.
Akhirnya Vallen dan segenap pewarta IMK yang hadir berziarah hari ini, menaburkan doa sekaligus menegaskan komitmen kolektif untuk meneruskan perjuangan kebebasan pers, semoga semangat, integritas, dan keberanian Almarhum Udin tidak hanya dikenang dalam ritual, tetapi juga menginspirasi langkah nyata, pelatihan keselamatan, perlindungan hukum, dan solidaritas antar media, bagi generasi pewarta selanjutnya.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

