TANGERANG, CHANEL7.ID – Camat Cisoka, Sumartono, didampingi Satpol PP Kecamatan Cisoka, melakukan inspeksi ke lokasi galian tanah ilegal di Kampung Bojong Sapi, RT 02/03 Desa Cibugel, Rabu (18/12/2024).
Saat berada di lokasi, Camat Cisoka sempat beradu argumen dengan pelaksana galian berinisial WL, yang diduga belum bisa menunjukkan izin resmi dari instansi terkait.
“Kami ke sini untuk memastikan apakah benar ada aktivitas galian tanah di wilayah ini,” ujar Sumartono.
Ia menegaskan bahwa setiap usaha, termasuk galian C, harus mematuhi Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. “Izin usaha seperti ini harus sampai tingkat provinsi. Jika tidak mematuhi aturan, kami akan memberi teguran dan menghentikan sementara aktivitas galian hingga izinnya lengkap,” tegasnya.
Pengusiran Wartawan dan Sikap Arogan
Di hari yang sama, salah satu awak media mengalami pengusiran oleh pemuda setempat saat meliput. Pemuda tersebut mengklaim bahwa galian telah memiliki izin lengkap dari RT, RW, bahkan lurah setempat, serta sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
“Pak, bu, lebih baik pulang saja. Kami sudah koordinasi dengan Polres, Polsek, Koramil, dan kepala desa. Silakan temui Kades Cibugel,” ujar seorang pemuda dengan nada arogan.
Namun, ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Kepala Desa Cibugel, Sudarman, tidak merespons panggilan maupun pesan terkait aktivitas galian. Bahkan, ia tidak hadir dalam undangan camat yang melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat setempat.
Warga sekitar mengeluhkan dampak negatif dari aktivitas galian. “Sejak ada galian ini, kami terganggu dengan kebisingan dan bau solar. Saya bahkan sulit tidur, apalagi ada anak kecil di rumah,” ujar WT, salah satu warga RT 02/03.
Beberapa warga juga sempat memblokir jalan untuk mencegah truk tanah masuk. Mereka berharap aktivitas galian dihentikan sepenuhnya karena mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
Apresiasi Warga untuk Camat Cisoka
Kedatangan Camat Cisoka ke lokasi mendapat apresiasi dari warga Kampung Bojong Sapi. “Terima kasih kepada Pak Camat yang sudah turun langsung dan menyetop aktivitas galian ini. Kami berharap galian ini tidak beroperasi lagi karena sangat merugikan masyarakat,”ungkap salah satu warga.
®Aris

