Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Menanam Daulat Memanen Martabat: Suara Petani dari Delanggu
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Pertanian > Menanam Daulat Memanen Martabat: Suara Petani dari Delanggu
Pertanian

Menanam Daulat Memanen Martabat: Suara Petani dari Delanggu

Editor 1
Editor 1 Published September 27, 2026
Share
7 Min Read
IMG 20260927 123338
Laporan Photo Oleh Pitut Saputra (Chanel7.id)
SHARE
Bagikan Berita

KLATEN,CHANEL7.ID
Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September bukan sekadar penanda dalam kalender. Ia menjadi momentum untuk kembali melihat wajah pertanian secara lebih utuh, tentang tanah yang digarap, pangan yang dihasilkan, pengetahuan yang diwariskan, ekonomi yang menopang kehidupan, hingga masa depan generasi yang akan melanjutkan kehidupan agraris (27/09/2026).

Dari Delanggu, Klaten, kegelisahan itu menemukan ruang perjumpaan melalui Festival Mbok Sri (FMS) 2026. Digelar pada 25 hingga 27 September 2026, festival tahun ini mengangkat tema “Seni Bertahan Petani: Tatag Ngupaya, Jejeg Urip” yang bisa diartikan teguh dalam berupaya, dan tetap tegak dalam menjalani kehidupan.

Read More

IMG 20261003 150433
Upaya Menghidupkan Kembali Dam Kali Pleret Sebagai Wahana Rekreasi Komunitas
Tiga Resto di Delanggu Konsisten Berbagi Program Jumat Berkah
Paguyuban Cah Delanggu Agendakan Olahraga Bersama
Warga Berharap Ketegasan Pemangku Kebijakan Delanggu

Tema tersebut berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat agraris. Pada awal September, menjelang Hari Tani Nasional 2026 silam, Sanggar Rojolele mengikuti Forum Tani untuk HTN 2026 (FORTANI 26). Dalam konsolidasi tersebut, berbagai persoalan agraria di tingkat tapak kembali mengemuka, salah satunya tantangan regenerasi petani muda di Delanggu.

Persoalannya bukan sekadar berkurangnya jumlah anak muda yang memilih bertani. Di balik itu terdapat pertanyaan yang lebih besar, yakni bagaimana memastikan pertanian tetap menjadi pilihan kehidupan ketika tanah semakin terbatas, biaya produksi meningkat, perubahan ekonomi terus berlangsung, dan pekerjaan di sektor lain menawarkan pilihan yang dianggap lebih menjanjikan?

- Advertisement -

Festival Mbok Sri hadir dari pertanyaan tersebut. Namun, FMS tidak berhenti pada ajakan agar anak muda kembali ke sawah. Bagi festival ini, keberlanjutan pertanian membutuhkan ekosistem yang lebih luas. Pengetahuan tentang tanah harus diwariskan. Hubungan antar warga harus tetap hidup. Hasil kerja petani harus memiliki nilai ekonomi yang layak. Dan generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenali kembali pertanian sebagai bagian dari masa depan, bukan sekadar warisan masa lalu.

Karena itu, Festival Mbok Sri sejak awal tidak ditempatkan sebagai festival seni atau perayaan budaya semata. Ia tumbuh sebagai ruang perjumpaan, belajar, dan bekerja bersama.

Sejak 2017, FMS telah berkembang dari inisiatif komunitas menjadi gerakan budaya-agraria yang mempertemukan kelompok tani, kelompok perempuan, pemerintah desa, pelaku usaha lokal, komunitas seni, akademisi lintas disiplin, serta berbagai kelompok dan generasi.

Dari ruang-ruang perjumpaan tersebut, berbagai inisiatif kemudian tumbuh, mulai dari pemberdayaan kolektif, kemandirian ekonomi, hingga literasi agraria. Festival ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dengan praktik dan mempertemukan persoalan desa dengan berbagai kemungkinan penyelesaian yang tumbuh dari masyarakat sendiri.

Dalam perspektif tersebut, kedaulatan petani tidak hanya berada di ruang kebijakan. Ia juga dibangun dari praktik sehari-hari.
Ketika warga bekerja bersama, ketika pengetahuan tentang pertanian dibagikan, ketika hasil panen memiliki ruang ekonomi lokal, ketika koperasi dirintis, ketika anak muda dikenalkan kembali dengan kehidupan agraris, dan ketika masyarakat merawat ingatan serta identitas desanya, pada saat itulah kedaulatan mulai dibangun dari bawah.

- Advertisement -

Gagasan “Menanam Daulat, Memanen Martabat” yang menjadi visi Sanggar Rojolele melalui FMS menemukan maknanya di sana.
Menanam daulat berarti membangun kemampuan masyarakat untuk mengurus kehidupannya sendiri. Sementara memanen martabat berarti memastikan kerja petani tidak berhenti pada menghasilkan pangan, tetapi juga memungkinkan mereka hidup layak dan dihargai atas pengetahuan serta kerja yang mereka lakukan.

Pendiri Sanggar Rojolele sekaligus Direktur Festival Mbok Sri, Eksan Hartanto, menegaskan bahwa keberlanjutan pertanian tidak dapat hanya diukur dari kemampuan sawah menghasilkan padi.

Dalam pernyataannya ia menegaskan “Bagi kami di Delanggu, keberlanjutan pertanian itu bukan hanya soal apakah sawah masih bisa menghasilkan padi. Yang lebih penting adalah apakah masih ada orang yang mau mengolahnya, apakah pengetahuan tentang tanah masih diwariskan, apakah hasil kerja petani bisa untuk hidup layak, dan apakah kami sebagai masyarakat masih punya kemampuan untuk mengurus kehidupan kami bersama-sama.” tegasnya.

- Advertisement -

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa petani ditempatkan sebagai subjek. Mereka bukan sekadar penerima program atau objek kebijakan, melainkan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan untuk menentukan arah kehidupannya sendiri. Pada FMS 2026, gagasan tersebut diterjemahkan melalui rangkaian ritual dan program yang mempertemukan kehidupan agraris, kebudayaan, dan ekonomi masyarakat.

Pada Festival ini Umbul Donga, Kirab Mbok Sri, dan Wiwitan menjadi bagian dari rangkaian ritual yang menghidupkan kembali hubungan antara manusia, tanah, pangan, dan komunitas. Di dalamnya terdapat ingatan kolektif tentang bagaimana masyarakat agraris memaknai tanah dan pangan bukan hanya sebagai sumber ekonomi, tetapi juga bagian dari kehidupan bersama.

Sementara Jagongan Tani, pemutaran film dokumenter hasil residensi, Pasar Mbok Sri, Loopen de Delanggu, dan Delanggu Fun Dining membuka ruang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, kreativitas, sekaligus hasil kerja masyarakat.

Di Panggung Hiburan Rakyat, kolaborasi antara seniman janthur, grup karawitan, dan seniman asal Austria menghadirkan perjumpaan lintas budaya. Pertemuan tersebut membuka kemungkinan baru bahwa kebudayaan lokal dapat berdialog dengan dunia yang lebih luas tanpa kehilangan akar pada kehidupan masyarakat setempat.

Di tengah pembicaraan mengenai reforma agraria dan kedaulatan pangan pada tingkat nasional, Festival Mbok Sri memilih bekerja dari ruang yang lebih dekat, desa, sawah, pasar, dapur, ruang belajar, dan komunitas.

Sebab persoalan pertanian pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di atas kertas. Ia juga ditentukan oleh kemampuan masyarakat mempertahankan pengetahuan, membangun ekonomi bersama, merawat kebudayaan, dan memastikan generasi berikutnya masih memiliki alasan untuk tinggal serta bekerja di tanahnya sendiri.

Tatag Ngupaya, Jejeg Urip. Tetap berupaya, tetap berdiri. Bukan semata-mata untuk mempertahankan masa lalu, melainkan untuk memastikan kehidupan agraris tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan pengetahuan untuk diwariskan.

Dari Delanggu, Festival Mbok Sri mengingatkan kembali bahwa ketika petani menanam, yang tumbuh bukan hanya padi. Ada pengetahuan, kebudayaan, ekonomi, identitas, dan harapan yang ikut ditanam.

Dan ketika semua itu dirawat bersama, yang dipanen bukan sekadar hasil pertanian, melainkan martabat sebuah masyarakat yang memilih untuk tetap berdiri di atas tanahnya sendiri.

@ Pitut Saputra

About Author

Editor 1

Editor 1

See author's posts

TAGGED: Delanggu, Festival Mbok Sri, Hari Tani
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise0
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article IMG 20260925 153900 Final Kapolresta Surakarta Cup Season 4 Digelar Sore Ini
Next Article IMG 20260929 141858 Candi Prambanan Dalam Kerjasama Antara Klaten dan Sleman
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

Compress 20261014 210054 4734
BMKG Deteksi Sebaran Asap di Sumatera Utara, Pemkab Samosir Imbau Warga Gunakan Masker
Berita Oktober 14, 2026
Compress 20261014 084442 2852
Darma Naibaho Ajak Masyarakat Sikapi Putusan MK dengan Bijak, Dorong Evaluasi Administrasi Pendidikan
Berita Oktober 14, 2026
IMG 20261012 164209
Pelantikan Wakil Bupati Klaten Jadi Titik Balik Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Berita Oktober 12, 2026
Compress 20261012 134605 5559
OMK Paroki Santo Mikhael Pangururan Raih Juara Umum Festival Mudifra Regio Tapanuli 2026
Daerah Oktober 12, 2026

Baca Juga

IMG 20261003 150433
Daerah

Upaya Menghidupkan Kembali Dam Kali Pleret Sebagai Wahana Rekreasi Komunitas

Oktober 3, 2026 63 Views
IMG 20260731 132016
Kuliner

Tiga Resto di Delanggu Konsisten Berbagi Program Jumat Berkah

Juli 31, 2026 180 Views
Compress 20260130 140058 8616
Entertaiment

Paguyuban Cah Delanggu Agendakan Olahraga Bersama

Januari 30, 2026 9k Views
Compress 20250612 142110 0011
Daerah

Warga Berharap Ketegasan Pemangku Kebijakan Delanggu

Juni 12, 2025 5.6k Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?