BOGOR, CHANEL7.ID – Maraknya kegiatan penyalahgunaan gas elpiji di Kecamatan Rumpin Bogor diduga lemahnya pengawasan dari pihak Kepolisian hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW LSM TAMPERAK) Provinsi Banten saat melintas di Jalan Raya Cisauk Bogor.
Pada tengah malam puluhan mobil pickup pengangkut tabung gas elpiji subsidi yang diduga hendak di oplos ke tabung Non subsidi berkeliaran tanpa adanya tindakan tegas dari pihak Kepolisian.
“Kami sangat menyayangkan sikap dari pihak Kepolisian yang terkesan tutup mata terkait dugaan banyaknya aktivitas pengoplosan gas elpiji di wilayah Kecamatan Rumpin Bogor. “Ujar Ahmad Sudita.
Pihak Kepolisian semestinya, kata Ahmad Sudita, lebih sigap dalam melakukan penangkapan kepada oknum-oknum pelaku usaha yang jelas – jelas merugikan masyarakat dan negara tersebut.tutur pria yang banyak berkiprah di bidang sosial tersebut.
Untuk itu kami minta kepada Kapolres Bogor, Kapolda Jawa Barat dan Juga Kapolri agar lebih intens mengerahkan anggotanya untuk mobile pada tengah malam di wilayah Kecamatan Rumpin Bogor. Kata Ahmad Sudita.
Untuk diketahui, pada saat Ketua DPW LSM TAMPERAK bersama sejumlah awak media melintas di jalan raya rumpin tepatnya di Desa Sukasari Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor memergoki sebuah mobil pickup dengan Nopol B 9505 SAJ bermuatan gas elpiji berukuran 3 Kg.
Menurut pengakuan dari pengemudi, dirinya usai mengantarkan ratusan tabung gas subsidi 3 Kg tersebut ke wilayah Kecamatan Rumpin untuk di oplos kedalam tabung gas Non subsidi 12 Kg.
“Kalau saya hanya sekedar sopir, yang tugasnya mengantarkan tabung gas ke wilayah Rumpin.” terang singkat sopir yang memperkenalkan diri bernama Jul.
Lebih lanjut Jul mengarahkan kepada awak media untuk menghubungi pengurus yang bernama Becek. ” Telpon aja pengurusnya bang. ” Pinta Jul kepada awak media.
®Laspin

