KLATEN, CHANEL7.ID – LebaRun 2026 yang digelar Kodim 0723 Klaten di Alun‑alun Klaten bukan sekadar acara olahraga pagi. Dari panggung sambutan hingga interaksi di lintasan, seluruh penyelenggara dan pejabat menegaskan satu pesan kuat, kegiatan ini adalah sarana mempererat silaturahmi, meneguhkan kebersamaan, dan mendorong gaya hidup sehat. Dengan tema “Sehat dan Bersatu dalam Kebersamaan”, acara yang diikuti lebih dari lima ribu lebih peserta itu sukses menjadi media silaturahmi bersama segenap masyarakat bukan sekadar pelengkap protokoler (29/03/2026).
Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto secara tegas menyatakan bahwa LebaRun diselenggarakan untuk memperkuat ikatan sosial pasca‑Ramadhan. Ia menegaskan, “Event ini bertepatan dengan momen Lebaran, kami ingin menjadikan kegiatan lari ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, berjabat tangan, dan saling memaafkan.” Pernyataan Dandim tidak hanya bersifat simbolis, ia menggarisbawahi peran TNI sebagai fasilitator ruang publik yang menghubungkan institusi dengan warga melalui kegiatan positif. Nada tegas Dandim memberi arah jelas bahwa kegiatan ini memiliki tujuan sosial yang melekat pada setiap langkah peserta.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo turut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif tersebut. Dalam kesempatan tersebut Bupati menyatakan, “Kami mengapresiasi Kodim 0723 Klaten yang telah menggabungkan olahraga dan silaturahmi, kegiatan seperti ini harus menjadi agenda rutin untuk membudayakan hidup sehat.” Pernyataan Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong program yang bersinergi dengan masyarakat dan institusi keamanan. Kehadiran Bupati memberi legitimasi politik sekaligus janji keberlanjutan program jika mendapat dukungan bersama.
Dukungan unsur Forkopimda dan pejabat tinggi militer juga disampaikan secara lugas. Danrem 074/Wrt Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira hadir untuk menegaskan sinergi antar satuan TNI dan peran mereka dalam kegiatan kemasyarakatan. Kehadiran pejabat keamanan seperti Kapolres AKBP Moh Faruk Rozi dan Ketua DPRD H. Edi Sasongko memperkuat pesan bahwa acara ini bukan hanya soal olahraga, melainkan juga soal stabilitas sosial dan kolaborasi lintas sektor. Pernyataan mereka menegaskan kesiapan aparat dalam menjaga keamanan dan kelancaran acara sehingga warga dapat berpartisipasi dengan tenang.
- Advertisement -
Dari sisi penyelenggara teknis, Ariztiyana sebagai perwakilan panitia ditemui seusai kegiatan menegaskan aspek inklusivitas dan kenyamanan peserta. Ia menegaskan, “LebaRun 2026 menawarkan dua kategori rute agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi tanpa sekat usia atau kemampuan.” Pernyataan ini ditegaskan kembali dengan rincian fasilitas jersey resmi, BIB number, medali finish, refreshment, water station, pos medis, relawan, serta pengaturan lalu lintas yang ketat. Ariztiyana menekankan bahwa penyediaan fasilitas bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab panitia untuk menjamin keselamatan dan pengalaman positif bagi peserta.
Pernyataan panitia tentang keselamatan mendapat penegasan praktis dari tim medis dan relawan di lapangan. Koordinator medis menegaskan kesiapan tim untuk menangani kondisi darurat dan kelelahan ringan, serta menekankan protokol penanganan cepat, serta siaga di pos‑pos strategis untuk memastikan setiap peserta mendapat pertolongan pertama bila diperlukan. Pernyataan ini memberi rasa aman kepada keluarga yang membawa anak‑anak dan peserta lanjut usia.
Suara peserta juga menjadi bagian penting yang ditegaskan dalam laporan acara. Sejumlah peserta menyatakan secara eksplisit bahwa tujuan sosial LebaRun terasa nyata. Doni, pelari pemula, menegaskan, “Rute 3K sangat ramah keluarga, saya bisa ikut bersama anak tanpa khawatir.” Sementara Agus pelari rekreasional menegaskan bahwa rute 5K memberi tantangan yang tetap aman. Testimoni ini menegaskan bahwa kebijakan rute dan fasilitas panitia berhasil menjawab kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan pembukaan kembali program Klaten Car Free Day (CFD) yang sempat ditiadakan selama Ramadhan. Pembukaan perdana pasca Ramadhan dimaksudkan untuk mengembalikan fungsi alun‑alun sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi aktivitas bersama. Keputusan tersebut mendapat sambutan positif karena memberi ruang bagi warga untuk bergerak dan bersosialisasi tanpa gangguan kendaraan bermotor, sekaligus memperkuat tujuan LebaRun sebagai ajang kebersamaan. Kehadiran stan UMKM dan bazar makanan sehat di area car free day menambah nilai ekonomi lokal dan memberi kesempatan bagi pelaku usaha kecil untuk mempromosikan produknya.
Panitia menutup acara dengan pernyataan evaluatif yang tegas kegiatan akan dievaluasi untuk perbaikan teknis pada penyelenggaraan berikutnya. “Kami akan mencatat masukan terkait penandaan rute, fasilitas toilet, dan titik air minum untuk perencanaan tahun depan,” ujar perwakilan panitia. Pernyataan ini menegaskan komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan dan keterbukaan terhadap kritik konstruktif.
- Advertisement -
Keberhasilan acara tidak lepas dari dukungan lintas pihak, aparat keamanan, relawan, sponsor, dan warga yang bekerja sama memastikan kegiatan berlangsung aman tanpa insiden berarti. Setelah lomba, tim kebersihan bergerak cepat sehingga alun‑alun kembali rapi, dan panitia mengimbau seluruh pengunjung untuk terus menjaga kebersihan area publik sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Keterlibatan warga dalam pengaturan lalu lintas, pembagian air minum, dan pengawasan rute menunjukkan semangat gotong royong yang kuat di Klaten.
LebaRun 2026 menutup rangkaian kegiatan dengan harapan menjadi warisan positif bagi komunitas setempat. Dengan menempatkan olahraga sebagai medium rekonsiliasi sosial dan penguatan kebersamaan, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan membangun masyarakat Klaten yang sehat, harmonis, dan tangguh.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

