CIAMIS, CHANEL7.ID – Suasana mencekam terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Ciamis pada Sabtu petang, saat aksi demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi ricuh. Sejumlah massa yang tidak dikenal melempari gedung DPRD dengan batu, merusak fasilitas umum, dan memicu aparat kepolisian untuk melepaskan gas air mata demi membubarkan kerumunan.
Kronologi awal, Aksi dimulai oleh Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Menggugat di depan Kantor Polres Ciamis, dengan orasi yang mengecam tindakan aparat yang dianggap melanggar etika dan menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil, Setelah orasi, massa berpindah ke SPBU Nagrak. Namun, kelompok lain yang tidak dikenal tiba-tiba muncul di depan Kantor DPRD dan melakukan pembakaran serta pelemparan batu.
Sponsor
- Advertisement -
Iklan
Terpantau dilokasi Dampak Kerusuhan, dari Kaca depan gedung DPRD dan pos penjagaan rusak parah akibat lemparan batu, Polisi melepaskan gas air mata menjelang waktu salat Magrib, yang menyebar hingga ke kawasan Masjid Agung dan Alun-alun Ciamis, memaksa pedagang kaki lima menutup lapak mereka, Beberapa warga sipil yang diduga sebagai pelaku kerusuhan diamankan oleh masyarakat dan diserahkan ke pihak kepolisian.

Tanggapan Warga di sekitar lokasi aksi demonstrasi, Pedagang seperti Lingga dan Ade Herdis mengaku terpaksa menutup usaha mereka karena situasi yang tidak kondusif. “Tutup dulu, buka tadi sore tapi tiba-tiba ada demo,” ujar Ade.
Kapolres Ciamis AКВР Н Hidayatullah menegaskan akan menindak tegas para provokator yang membuat kerusuhan dalam aksi solidaritas ojek online (ojol) di Gedung DPRD Ciamis, Sabtu (30/8/2025). Polisi memastikan semua pelaku perusakan akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Dalam wawancara usai demo,
AKBP Hidayatullah mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat Ciamis yang turut membantu aparat menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, sebagian besar pelaku kerusuhan bukan warga asli Ciamis, “Pertama, kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Ciamis yang bersama Polri mengamankan sebagian orang dari luar daerah yang berbuat anarkis. Rata-rata yang kita data berasal dari Pangandaran, Banjar, dan Tasikmalaya, Jadi jangan coba-coba bikin kacau Ciamis,”Tegas Kapolres.
Barang bukti berupa foto dan video juga telah dikumpulkan untuk memperkuat proses hukum. Kapolres juga menegaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak pelaku perusakan fasilitas negara. “Ungkap Kapolres.
- Advertisement -
Dikabarkan, Puluhan Provokator Demo Ciamis Diamankan, Polres Ciamis mencatat ada 38 orang diduga provokator yang diamankan dari lokasi, Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Ciamis.
- Advertisement -
®Yusef

