SUMEDANG, CHANEL7.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai upaya meningkatkan gizi pelajar, kembali menuai sorotan keras. Pada Kamis (25/9/2025), puluhan siswa di Kecamatan Ujungjaya dan Situraja, Kabupaten Sumedang, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan MBG.
Berdasarkan informasi yang diterima jurnalis dilokasi, tercatat 50 siswa SMK WIN, 12 siswa SMA Tomo dan 9 siswa di Kecamatan Situraja mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, diare, demam, hingga sesak napas.
Di Ujungjaya, aula sekolah bahkan disulap menjadi posko kesehatan darurat, dengan tim medis dari Puskesmas Ujungjaya, Tomo, dan Cimalaka yang turun langsung, dibantu aparat TNI, Polri, serta relawan. Enam unit ambulans disiagakan untuk mengevakuasi siswa ke fasilitas kesehatan. Hingga Kamis sore, puluhan siswa masih dalam perawatan intensif.
Sorotan pada Lemahnya Pengawasan MBG
- Advertisement -
Kasus keracunan massal ini kembali menimbulkan pertanyaan serius: sejauh mana kualitas dan keamanan makanan MBG benar-benar diawasi sebelum dibagikan ke siswa?
Program yang diklaim sebagai langkah strategis meningkatkan gizi pelajar ini justru berulang kali disorot karena masalah kebersihan, standar penyimpanan, dan distribusi yang tidak transparan. Jika pengawasan lemah, maka dana besar yang digelontorkan untuk MBG justru berubah menjadi ancaman kesehatan.
Pemerintah memang sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa laboratorium. Namun publik ragu, penyelidikan ini bisa benar-benar menjawab pertanyaan soal kelalaian siapa yang menyebabkan puluhan siswa terkapar.
Respons Cepat, Evaluasi Lambat.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana evaluasi menyeluruh akan dilakukan.
- Advertisement -
Tanpa pengawasan ketat dan sistem kontrol yang jelas, program MBG terancam hanya menjadi slogan politik, sementara keselamatan siswa justru dipertaruhkan.
- Advertisement -
®Opik

