Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Hentikan Stigma “Mafia”, Saatnya Bicara Fakta dan Solusi
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Opini > Hentikan Stigma “Mafia”, Saatnya Bicara Fakta dan Solusi
Opini

Hentikan Stigma “Mafia”, Saatnya Bicara Fakta dan Solusi

®Opini

Chanel7.id
Chanel7.id  - ©By.Redaksi Published September 29, 2025
Share
5 Min Read
Compress 20250929 215528 8129
Laporan Photo Oleh, M Yasin (Chanel7.id)
SHARE
Bagikan Berita

NTT, CHANEL7.ID – Publik Nagekeo dijejali dengan narasi tentang “mafia” yang seolah-olah menguasai seluruh sendi kehidupan masyarakat—dari tanah ulayat, galian C, hiburan malam, sampai penyelundupan BBM dan hewan. Nama-nama tokoh tertentu, aparat penegak hukum, bahkan gereja ikut diseret ke dalam tuduhan tanpa bukti hukum yang kuat.

Sikap seperti ini perlu dikritisi, sebab alih-alih menyelesaikan masalah, narasi penuh prasangka justru bisa memperkeruh suasana, menebarkan kebencian, dan melahirkan stigma yang berbahaya bagi kehidupan sosial masyarakat Nagekeo.

Read More

Chanel7.id 3 13
Mayday dan Perjuangan Pekerja Lintas Sektor
Upaya Sadar Pria Dalam Perencanaan Keluarga
Praktisi Hukum Rembang Ingatkan Bahaya ASN Pimpin Ormas
Catatan Kecil Warga Untuk Polri Terkait Upaya Memulihkan Wibawa Institusi

Dugaan Bukan Fakta

Tuduhan tentang adanya kolaborasi antara oknum polisi, pengacara, pejabat Pemda, DPRD, hingga tokoh agama memang menarik perhatian. Namun, publik perlu diingatkan bahwa dugaan bukanlah fakta. Dalam negara hukum, semua tuduhan harus diuji melalui mekanisme hukum yang jelas, bukan hanya berdasarkan cerita dari mulut ke mulut atau tafsir sepihak.

- Advertisement -

Melempar tuduhan tanpa bukti hanya akan merusak reputasi orang yang dituduh, sekaligus meruntuhkan kepercayaan masyarakat pada institusi yang sebenarnya masih memiliki banyak aparat dan pemimpin yang bekerja dengan tulus.

Bahaya Generalisasi

Mengatakan “oknum polisi di Nagekeo beringas dan tak bermoral” sama saja dengan merendahkan seluruh anggota kepolisian di daerah ini. Padahal, banyak polisi di Nagekeo yang bekerja siang dan malam menjaga keamanan, melayani masyarakat, dan berkorban demi ketertiban. Menggeneralisasi segelintir masalah menjadi kesalahan institusi secara keseluruhan adalah bentuk ketidakadilan baru.

Soal Waduk Lambo: Konflik yang Kompleks

Persoalan Waduk Lambo, misalnya, tidak bisa hanya dilihat dari kacamata hitam-putih antara “mafia” dan “korban”. Ada dinamika panjang antara pemilik tanah ulayat, pemerintah, dan masyarakat yang terdampak. Konflik ini lebih tepat dilihat sebagai problem tata kelola, komunikasi, dan kepastian hukum, bukan sekadar permainan mafia.

- Advertisement -

Kalau ada pihak yang merasa dirugikan, solusinya adalah menempuh jalur hukum, bukan membakar emosi publik dengan narasi konspirasi.

Gereja Bukan Musuh

Menyeret gereja ke dalam tuduhan “berkolusi dengan mafia tanah” sangat berbahaya. Gereja adalah institusi moral dan spiritual yang berperan besar membina umat. Jika ada persoalan terkait keputusan seorang pastor, itu seharusnya diselesaikan dalam kerangka internal gereja dan hukum, bukan dengan menebarkan fitnah di ruang publik. Menyerang gereja berarti merusak sendi kepercayaan umat Katolik Nagekeo.

- Advertisement -

Jangan Biarkan Politik Memperalat Isu

Ada kekhawatiran besar bahwa narasi “mafia” ini sengaja diproduksi untuk tujuan politik tertentu—baik untuk menyerang lawan politik, mengganggu stabilitas pemerintah daerah, maupun mencari simpati dengan membenturkan aparat negara dengan masyarakat. Jika benar demikian, maka yang paling dirugikan adalah rakyat kecil yang seharusnya menjadi fokus pembangunan.

Jalan Keluar: Fakta dan Reformasi

Menuduh sana-sini tidak akan membawa perubahan. Yang dibutuhkan Nagekeo adalah:

Transparansi data: semua persoalan tanah, galian, hingga izin usaha harus dibuka secara transparan oleh Pemda dan instansi terkait.

Penguatan hukum: pihak yang dirugikan wajib membawa kasus ke ranah hukum, bukan hanya ke opini publik.

Partisipasi masyarakat: rakyat harus aktif mengawal, tapi dengan cara kritis dan konstruktif, bukan dengan menyebarkan stigma.

Reformasi berkelanjutan: Kapolri sudah berkomitmen membenahi institusi kepolisian, dan itu harus didukung dengan kritik sehat, bukan tuduhan liar.

Nagekeo memang sedang menghadapi banyak tantangan. Tetapi melabeli semua persoalan sebagai ulah “mafia” tidak akan menyelesaikan masalah, malah menutup ruang dialog, merusak keharmonisan, dan melemahkan rasa percaya masyarakat pada lembaga negara maupun lembaga sosial.

Sudah saatnya kita keluar dari lingkaran tuduhan tanpa bukti. Mari dorong fakta, hukum, dan solusi nyata sebagai jalan bersama membangun Nagekeo yang lebih adil dan sejahtera.

Menuduh serta mencatut nama seorang pejabat dalam sebuah opini sangat tidak etis. Semua orang menghargai sebuah tulisan opini, tetapi tidak semua orang mengamini opini tersebut.

Nagekeo merupakan salah satu daerah baru berkembang, meskipun ada daerah daerah lain yang setara, namun tidak semestinya mendiskreditkan sebagai daerah sarang mafia.

Terkait mencatutkan nama Yudha Pranata sebagai mantan Kapolres Nagekeo yang dikatakan oleh sang penulis bahwa bolak- balik Bima-Nagekeo ini sudah sangat naif dan diluar konteks esensi penulisan bahwa Nagekeo dalam cemkraman mafia.

“Jika penulis tidak suka makan tempe jangan kritik tahu”

 

Artikel Opini Oleh: Johanes Gore

 

 

®M. Yasin

About Author

Chanel7.id

Chanel7.id

See author's posts

TAGGED: Hentikan Mafia
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise1
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Compress 20250929 182155 5169 Biro Pers Istana Minta Maaf dan Kembalikan ID Wartawan CNN Indonesia
Next Article Compress 20250930 103502 2817 Sekretariat DPRD Sumedang Raih Penghargaan JDIH Terbaik Jawa Barat 2025
1 Comment 1 Comment
  • RogaRedu berkata:
    Oktober 1, 2025 pukul 8:12 am

    Bisa benar bisa salah.
    Nepal memanggil

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

Compress 20261006 194620 0417
Pemkab Samosir dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pendidikan, Dorong Pencegahan Penyimpangan
Pemda Oktober 6, 2026
IMG 20261006 085041
Euforia Merah Putih: Semarang Rayakan Kemenangan Timnas
Olahraga Oktober 6, 2026
Compress 20261004 102637 7133
Rapidin Simbolon Beri Tali Asih kepada 499 Pelajar Terdampak MBG di Karo
Berita Oktober 4, 2026
IMG 20261003 150433
Upaya Menghidupkan Kembali Dam Kali Pleret Sebagai Wahana Rekreasi Komunitas
Daerah Oktober 3, 2026

Baca Juga

Chanel7.id 3 13
Opini

Mayday dan Perjuangan Pekerja Lintas Sektor

Mei 1, 2026 202 Views
IMG 20260414 WA0007
Opini

Upaya Sadar Pria Dalam Perencanaan Keluarga

April 13, 2026 7.9k Views
Compress 20260301 195423 3790
Opini

Praktisi Hukum Rembang Ingatkan Bahaya ASN Pimpin Ormas

Maret 1, 2026 9k Views
Compress 20260223 233212 2769
Opini

Catatan Kecil Warga Untuk Polri Terkait Upaya Memulihkan Wibawa Institusi

Februari 23, 2026 5.4k Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?