SEMARANG, CHANEL7.ID – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Jawa Tengah dibuka dengan seruan tegas agar seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi, mengedepankan efisiensi anggaran, dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi warga. Hal tersebut menjadi bingkai bagi seluruh rangkaian acara yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah (27/04/2026).
Setelah membuka upacara sebagai inspektur, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa peringatan ini harus dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kemandirian fiskal dan peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh provinsi. “Kemandirian fiskal tidak dapat dicapai jika daerah berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh kolaborasi antar pemangku kepentingan,” ujarnya.
Gubernur menekankan perlunya mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi lokal masing-masing. “Provinsi akan berperan sebagai koordinator pengawasan wilayah agar pemerataan pembangunan dapat dilakukan dengan baik,” tambahnya, menekankan fungsi koordinatif yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah, Pemprov Jateng tengah mengembangkan beberapa kawasan aglomerasi, antara lain Solo Raya, Pekalongan Raya, Banyumas Raya, Muria Raya, dan Semarang Raya. Gubernur berharap kawasan-kawasan tersebut menjadi simpul penguatan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan daerah.
- Advertisement -
“Kita harus menyelaraskan perencanaan dan penganggaran antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sejak awal agar program pembangunan berjalan selaras,” kata Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan lintas level pemerintahan.
Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa orientasi pelayanan publik harus bergeser dari sekadar administratif menjadi pelayanan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. “Pelayanan publik kita tidak lagi berorientasi kepada administrasi. Pelayanan harus berorientasi kepada kemanfaatan bagi masyarakat, karena sejatinya ASN atau birokrasi adalah melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya disiplin pengelolaan anggaran. “Tidak boleh ada pemborosan, harus tepat guna, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi, mengingatkan bahwa semangat otonomi daerah harus diiringi efisiensi dan akuntabilitas.
Gubernur menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri yang menekankan bahwa otonomi daerah harus menjadi instrumen percepatan pemerataan pembangunan, penguatan pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum bagi kita semua untuk memperkokoh komitmen dan peran kita, dalam memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ucapnya menirukan amanat tersebut.
Ahmad Luthfi menegaskan kembali posisi gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dengan fungsi koordinasi dan pengawasan, sehingga peran provinsi krusial untuk memastikan kebijakan pusat diimplementasikan secara konsisten.
- Advertisement -
Rangkaian acara diwarnai dengan penyerahan piagam penghargaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada kabupaten dan kota berprestasi. Untuk LPPD kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri, LPPD kota diraih oleh Kota Surakarta dan Kota Salatiga.
Sementara itu, kategori SPM kabupaten diberikan kepada Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Kebumen, dan SPM kota kepada Kota Magelang dan Kota Semarang. Penyerahan penghargaan dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Beberapa kepala daerah penerima penghargaan menyampaikan komitmen untuk terus memperbaiki layanan dasar. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan, “Penghargaan ini bukan tujuan akhir, ini merupakan dorongan untuk terus memperbaiki layanan dasar bagi warga.” Kepala Dinas dari Kabupaten Kebumen menambahkan, “Kami akan fokus pada implementasi SPM agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.” paparnya.
- Advertisement -
Upacara dihadiri oleh Gubernur Jateng Ahmad Lutfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Sumarno, jajaran Forkopimda, kepala daerah penerima penghargaan, pimpinan OPD, pimpinan BUMD, serta ASN di lingkungan Pemprov Jateng. Wakil Gubernur Taj Yasin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penguatan ekonomi daerah dan peningkatan pelayanan publik. “Kita harus bekerja bersama, menyatukan langkah untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Jawa Tengah menegaskan pesan berulang, pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun dari keberhasilan daerah, didukung koordinasi yang kuat, dan dilaksanakan dengan efisiensi anggaran serta orientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini harus menjadi titik tolak nyata, dari keberhasilan pelayanan di tingkat paling bawah hingga kebijakan strategis di tingkat provinsi, semua langkah harus terajut dalam sinergi yang nyata, anggaran yang hemat, dan orientasi pada kemanfaatan rakyat, hanya dengan begitu otonomi bukan sekadar jargon, melainkan janji yang ditepati, membangun Jawa Tengah yang mandiri, adil, dan sejahtera untuk generasi sekarang dan yang akan datang.
( Pitut Saputra )

