KLATEN, CHANEL7.ID – Halal Bihalal keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten yang digelar di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, berlangsung hangat dan sarat makna. Bertajuk “Sucikan Hati, Pererat Silaturahmi, Tingkatkan Sinar untuk Pendidikan yang Lebih Berkualitas”, acara ini menghadirkan ragam unsur pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru SD dan SMP, pengawas, penilik, korwil, hingga perwakilan komunitas dan unsur Forkopimda Kabupaten Klaten. Suasana asri Bukit Sidoguro menjadi latar yang tepat untuk memperkuat hubungan antar-pemangku kepentingan pendidikan sekaligus membuka ruang dialog santai mengenai arah dan tantangan pendidikan di Klaten pada masa mendatang (09/04/2026).
Acara dibuka oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Dalam sambutannya Hamenang menyoroti tantangan era teknologi dan kecerdasan buatan yang mengubah cara belajar dan mengajar. Ia mengingatkan bahwa tugas rumah yang mudah diselesaikan dengan bantuan teknologi tidak boleh menggantikan proses pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan praktis. Menurutnya, guru dan orang tua harus terus meningkatkan kompetensi pengajaran serta mengembangkan model pembelajaran yang mampu menghasilkan generasi yang berdaya saing dan berakhlak mulia.
Hamenang juga menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan. “Sinergi antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemerintah harus terus diperkuat untuk mendukung peningkatan sarana prasarana, kesejahteraan tenaga pendidik, dan penguatan kurikulum berbasis karakter,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan daerah yang akan diarahkan untuk memperkuat dukungan terhadap dunia pendidikan, baik melalui peningkatan fasilitas maupun kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pendidik dan mutu pembelajaran.
Selain isu kualitas pembelajaran, Hamenang mengingatkan perlunya pengawasan terhadap kebiasaan anak berkumpul di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan berkumpul tanpa pengawasan dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif, sehingga peran guru dan orang tua dalam mengawasi pergaulan anak menjadi sangat penting. Lebih jauh, Bupati menegaskan komitmen untuk menjaga dunia pendidikan dari praktik korupsi dan gratifikasi, menuntut agar seluruh pihak bertindak bersih dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya pendidikan.
- Advertisement -
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Titin Windiyarsih, mengambil peran sentral dalam menegaskan tujuan kegiatan yang tidak sekadar ritual pasca-Idul Fitri, melainkan momentum konsolidasi dan penguatan kolaborasi. Dalam sambutannya Titin menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh undangan, lalu menegaskan bahwa “Halal bihalal ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antar unsur pendidikan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah.” ujarnya. Ia menekankan bahwa keterlibatan OPD dan Bupati menunjukkan bahwa pendidikan adalah urusan bersama yang memerlukan dukungan kebijakan dan sumber daya lintas pemerintahan.
Titin menegaskan bahwa “Sinergi lintas sektor bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata untuk mendorong perbaikan mutu pendidikan. Koordinasi program yang melibatkan berbagai instansi, menurutnya, akan memudahkan pelaksanaan program-program strategis seperti kesehatan sekolah, kebersihan lingkungan, dan pengembangan sarana prasarana.” terangnya. Titin berharap hubungan antar stakeholder pendidikan semakin harmonis sehingga kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain diskusi dan salam-salaman, kegiatan di Bukit Sidoguro juga diisi aktivitas ringan yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Suasana alam yang sejuk memfasilitasi diskusi informal antara guru, kepala sekolah, dan pejabat, sehingga gagasan-gagasan baru mudah muncul. Titin melihat lokasi seperti Bukit Sidoguro memiliki potensi sebagai ruang belajar di luar kelas yang mendukung pembelajaran berbasis alam, menumbuhkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan anak terhadap lingkungan.
Lebih jauh, Titin mengaitkan pengembangan Bukit Sidoguro dengan potensi pariwisata edukatif yang dapat mendongkrak perekonomian lokal. Ia berharap pengelolaan lokasi dapat ditingkatkan sehingga fasilitas yang ada mendukung kegiatan pendidikan dan kunjungan wisata. “Integrasi antara pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal menjadi bagian dari visi yang ingin diwujudkan, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di ranah akademik tetapi juga sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.” ungkap Titin
Kehadiran Forkopimda dan beberapa kepala OPD pada acara tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif yang mengedepankan kebersamaan. Interaksi langsung antara pejabat daerah dan pendidik membuka peluang koordinasi program lintas sektor yang lebih konkret. Para peserta menyambut positif format acara yang santai namun produktif, momentum seperti ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi antar jenjang pendidikan dan memunculkan gagasan program yang menyentuh kebutuhan guru dan siswa.
- Advertisement -
Halal bihalal di Bukit Sidoguro akhirnya menjadi lebih dari sekadar tradisi pasca-Idul Fitri, acara ini menjadi wadah konsolidasi visi dan sinergi yang membuka jalan bagi langkah-langkah konkret. Dengan penekanan kuat pada kebersamaan, sinergi, dan integrasi potensi lokal, diharapkan semangat yang terbangun dapat diterjemahkan ke dalam program-program nyata yang meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Klaten.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

