TEMANGGUNG,CHANEL7.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan ketegasan dan keberpihakan politiknya yang nyata terhadap keresahan petani tembakau Temanggung. Dalam forum dialog langsung di Pendopo Kabupaten Temanggung, Selasa 15 Juli 2025 kemarin, ia tak hanya mendengar tetapi langsung menyiapkan langkah-langkah konkret. Menurutnya, tembakau bukan sekadar komoditas, melainkan identitas dan urat nadi ekonomi lokal yang tak bisa dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat (17/07/2025).
“Petani tidak sendiri. Pemerintah Provinsi akan kawal penuh perjuangan ini. Tembakau adalah potensi unggulan, dan kami tidak akan membiarkan petani kehilangan harapan,” tegas Luthfi dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul curahan hati dari Komite Pertembakauan Kabupaten Temanggung, Yuda Sudarmaji, yang mengungkap bahwa regulasi cukai dan tekanan terhadap industri rokok telah merusak keseimbangan ekosistem hulu pertanian tembakau. Akibatnya, petani semakin kesulitan menjual hasil panen, bahkan beberapa perusahaan rokok besar berhenti membeli tembakau dari petani lokal.
Luthfi tak menampik bahwa regulasi cukai berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Namun ia menegaskan bahwa itu bukan alasan bagi pemerintah daerah untuk diam. Ia menyebut pihaknya akan aktif mengawal dan menyuarakan aspirasi ke jenjang nasional.
- Advertisement -
“Kami tahu ini bukan kewenangan langsung. Tapi bukan berarti kami tidak bertindak. Saya akan sampaikan ini kepada pusat. Kita akan berjuang sama-sama,” katanya.
Sikap ini mencerminkan transformasi gaya kepemimpinan daerah yang tidak lagi hanya administratif, tetapi advokatif dan responsif terhadap denyut kehidupan masyarakat akar rumput.
Lebih jauh, Luthfi mengumumkan bahwa koordinasi telah dijalankan dengan Polda Jawa Tengah untuk melakukan operasi besar-besaran terhadap peredaran rokok ilegal. Langkah ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi bagian dari perlindungan terhadap pasar tembakau lokal.
Rokok ilegal merusak segalanya, tidak bayar cukai, tidak menyerap hasil petani, dan merusak keadilan industri. Maka operasi ini bukan simbolis, ini pembuktian,” ujar Luthfi dengan nada tegas.
Di sisi lain, ia juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana bagi hasil cukai untuk mendukung penguatan budidaya tembakau. Kabupaten Temanggung disebut mendapatkan alokasi terbesar kedua di Jawa Tengah, mencapai Rp 61 miliar. Dana tersebut, lanjut Luthfi, harus benar-benar dirasakan oleh petani.
- Advertisement -
“Obat-obatan, pembenahan bahan baku, teknologi budidaya, semua harus didanai. Tidak ada alasan dana itu hanya habis di meja birokrasi,” tandasnya.
Langkah keberpihakan Gubernur Luthfi tidak berhenti di aspek regulatif dan teknis. Ia juga menyatakan siap turun langsung ke perusahaan rokok untuk menyampaikan aspirasi petani. Tidak tanggung-tanggung, ia bahkan membuka kemungkinan membawa perwakilan petani untuk berdialog langsung.
“Kalau perlu saya ajak petani ke pabrik. Kita bicara langsung, cari solusi bersama. Kalau perusahaan punya masalah, kita bantu selesaikan, asal petani jangan dikorbankan,” katanya.
- Advertisement -
Pernyataan ini sekaligus menggambarkan pendekatan mediasi yang ditawarkan Luthfi, bukan mengadu kekuatan, melainkan membangun ruang negosiasi antara industri dan petani. Ia memahami bahwa perusahaan pun memiliki dinamika internal, namun keseimbangan harus dijaga agar tembakau Temanggung tetap punya tempat di pasar.
Di tengah tekanan global terhadap industri rokok dan pertimbangan kesehatan publik, suara Luthfi menegaskan bahwa keberlangsungan hidup petani tembakau tetap harus diperjuangkan secara adil dan proporsional. Ia tidak mengelak dari kompleksitas isu, namun memilih untuk bergerak di antara celah kebijakan dengan keberpihakan yang jelas.
Dalam konteks politik daerah, sikap ini merupakan bentuk nyata dari politik afirmatif, keberpihakan yang disertai tindakan. Di tengah banyaknya pemimpin yang memilih aman dan normatif, Ahmad Luthfi menunjukkan bahwa keberanian untuk membela rakyat kecil adalah investasi politik yang paling berharga.
Temanggung, dengan tembakaunya yang mengakar dalam tradisi dan ekonomi lokal, sedang menanti harapan baru. Dan sejauh ini, Gubernur Luthfi menegaskan bahwa ia bersedia menjadi garda terdepan perjuangan tersebut.
®Pitut Saputra

