KLATEN, CHANEL7.ID
Di belakang Rusun Bersinar Polresta Klaten, Minggu 25 Oktober 2026, suasana berbeda menyelimuti lingkungan sekitar. Sejak pukul 08.00 WIB, personel Unit 2 Dalmas Sat Samapta Polresta Klaten bersama warga setempat berkumpul untuk melakukan gotong royong membersihkan Sungai Glogok. Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa, ia menjadi wujud nyata kolaborasi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menumbuhkan semangat gotong royong (25/10/2026)
Dipimpin oleh Kasat Samapta Polresta Klaten AKP Edy Prasetyo, S.H., M.H., personel Sat Samapta bekerja bersama warga menggunakan sapu, cangkul, dan karung sampah untuk menyingkirkan sampah yang menghambat aliran sungai. Kegiatan gotong royong yang dilaksanakan Unit 2 Dalmas ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat di sekitar aliran Sungai Glogok, mulai dari ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak yang ikut belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Kehadiran aparat kepolisian di tengah warga memberi dorongan moral sehingga partisipasi meningkat dan suasana kerja bakti terasa hangat penuh kekeluargaan.
Kasi Humas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekaligus upaya memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Ia menegaskan, “Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan sungai dan membiasakan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa peran Polri melampaui tugas penegakan hukum, mereka juga berperan sebagai mitra masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas hidup.
AKP Edi Nugroho menambahkan bahwa gotong royong menjaga kebersihan sungai memerlukan konsistensi dan kesadaran bersama. “Menjaga kebersihan sungai memerlukan konsistensi dan kesadaran bersama, termasuk dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan di sekitar aliran sungai. Langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa aksi sekali waktu harus diikuti perubahan perilaku sehari-hari agar hasilnya berkelanjutan.
Aksi gotong royong bersih-bersih Sungai Glogok memberikan dampak langsung terhadap lingkungan sekitar. Sampah yang menumpuk di aliran sungai dapat menghambat aliran air, meningkatkan risiko banjir saat hujan deras, serta menurunkan kualitas air yang dimanfaatkan warga. Dengan kerja bakti Polresta Klaten dan warga ini, aliran menjadi lebih lancar, area pinggir sungai tampak lebih rapi, dan potensi gangguan kesehatan akibat air tercemar berkurang. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi praktis bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sehingga kebiasaan baik dapat tertanam sejak dini.
Gotong royong juga mempererat hubungan sosial antara warga dan aparat. Interaksi yang terjadi, dari tukar cerita hingga berbagi alat kerja, membangun kepercayaan dan rasa saling memiliki. Ketika warga melihat polisi bukan hanya sebagai penegak aturan tetapi juga sebagai rekan kerja dalam kegiatan kemasyarakatan, hubungan menjadi lebih humanis dan kolaboratif. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi nyata ketika aparat duduk bersama warga, bekerja bersama, dan saling membantu tanpa sekat.
Berdasarkan hasil kegiatan gotong royong dan pernyataan pihak kepolisian, beberapa langkah praktis direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan kebersihan Sungai Glogok. Pertama, penjadwalan kerja bakti rutin setiap bulan agar penumpukan sampah dapat dicegah. Kedua, penyediaan tempat sampah strategis di sepanjang aliran sungai dan area permukiman untuk memudahkan pembuangan sampah yang benar. Ketiga, lakukan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah dan posyandu setempat agar kebiasaan baik tertanam sejak dini. Keempat, libatkan komunitas pemuda dan organisasi lokal untuk program adopsi sungai atau kampanye anti-sampah. Kelima, pantau dan evaluasi kondisi sungai secara berkala untuk mengidentifikasi titik rawan sampah dan potensi banjir.
Polresta Klaten menyatakan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberi manfaat lingkungan. Kegiatan gotong royong bersih-bersih Sungai Glogok menjadi contoh program yang mudah direplikasi di lingkungan lain: melibatkan warga, dipimpin tokoh lokal, dan didukung institusi. Dengan pendekatan ini, perubahan menjadi lebih cepat diterima dan berkelanjutan. Semangat gotong royong yang terus dipupuk diharapkan menjadi modal sosial untuk menghadapi tantangan lain di masa depan.
Gotong Royong di Sungai Glogok lebih dari sekadar membersihkan sampah, ia adalah cerita tentang bagaimana kebersamaan mengubah lingkungan dan memperkuat ikatan sosial. Dari sapu yang bergerak hingga senyum yang terukir di wajah peserta, terlihat bahwa perubahan besar sering dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama. Dengan pernyataan tegas dari pihak kepolisian dan partisipasi aktif warga, Sungai Glogok diharapkan tetap terjaga kebersihannya dan menjadi bagian dari lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat Klaten. Semoga contoh ini menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
@ Pitut Saputra

