BOYOLALI,CHANEL7.ID – Pagi ini Lapangan Sepak Bola Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali dipenuhi warna-warni langit saat Festival Balon Udara digelar sebagai bagian dari perayaan Anniversary Saleho Karya Budaya ke-18. Kegiatan untuk pertama kalinya yang menghadirkan atraksi balon udara di Boyolali tersebut dimulai sejak subuh dan menarik ribuan pengunjung dari wilayah sekitar maupun wisatawan luar kota yang ingin menyaksikan pemandangan spektakuler langit Musuk Boyolali yang dipenuhi balon udara (18/04/2026).
Festival ini menjadi salah satu rangkaian puncak dari perayaan Karya Budaya yang rutin digelar setiap tahun. Rahmat Haryono akrab disapa Nono dari Team Management Abah Lala yang merupakan panitia penyelenggara kegiatan menyatakan “Penyelenggaraan Festival balon udara merupakan upaya untuk memperkaya ragam acara dan menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat Boyolali. Selain menampilkan penerbangan balon, rangkaian kegiatan acara juga memadukan unsur seni tradisional dan melestarikan kesenian rakyat dalam Tari Saleho sehingga cocok untuk seluruh keluarga.” ujarnya.
Menurut Nono, kegiatan acara terbagi dalam beberapa sesi rangkaian acara dan rundown yang telah disiapkan panitia, “Diantaranya sesi pagi pukul 05.00–08.00 WIB penerbangan balon udara yang diikuti peserta, sesi siang pukul 13.00–15.00 WIB kegiatan kopdar jaranan atau Mepe jaranan, sesi sore pukul 15.30–17.30 WIB flash mob Tari Nyai Bendolegi, serta puncaknya sesi malam pukul 20.00 WIB–hingga selesai puncak pertunjukan kesenian rakyat Saleho Karya Budaya yang akan menampilkan karya-karya versi terbaru, di antaranya Tari Nyai Bendolegi 1 dan 2 serta Tari Kyai Bendolegi,” paparnya.
Nono turut mengimbau pengunjung guna datang lebih awal untuk mendapatkan posisi terbaik bagi yang berniat menyaksikan penerbangan balon. Aktivitas subuh ini dipilih karena kondisi angin yang relatif tenang dan cahaya matahari pagi yang memberikan efek visual terbaik pada balon-balon berwarna.
- Advertisement -
Perpaduan antara atraksi balon udara dan pertunjukan tradisional seperti mepe jaranan serta tarian khas setempat menunjukkan upaya penyelenggara untuk menjaga akar budaya sambil membuka ruang inovasi. Mepe jaranan yang dijadwalkan siang hari akan menampilkan atraksi kuda lumping dan musik tradisional, sedangkan flash mop Tari Nyai Bendolegi pada sore hari dirancang sebagai momen interaktif yang melibatkan komunitas lokal.
Malam harinya, panggung utama akan menampilkan Pertunjukan Saleho Karya Budaya, sebuah kompilasi seni yang menonjolkan bakat lokal, musik, dan tari rakyat. Pertunjukan ini diharapkan menjadi penutup yang meriah sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
Kehadiran festival balon udara yang digagas oleh Saleho Karya Budaya, kelompok kesenian tradisional dari lereng Merapi Boyolali tersebut
memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Pedagang makanan, UMKM kerajinan, serta penyedia jasa transportasi dan parkir lokal yang diperkirakan akan mengalami peningkatan transaksi selama kegiatan berlangsung. Selain itu, festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Boyolali, membuka peluang kunjungan ulang dan memperkenalkan potensi budaya setempat kepada pengunjung dari luar daerah.
Secara sosial, acara ini menjadi momen berkumpul bagi keluarga dan komunitas. Nono menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan selama acara agar suasana tetap nyaman bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.
Menurut Nono “Panitia pelaksana telah berkoordinasi dengan pihak desa, kepolisian, dan petugas kesehatan untuk memastikan kelancaran acara. Area pendaratan balon dan jalur pengunjung telah ditata sedemikian rupa untuk meminimalkan risiko. Selain itu, tim medis dan pos pertolongan pertama akan siaga sepanjang hari, sementara petugas keamanan mengatur arus lalu lintas dan parkir.” ungkapnya.
- Advertisement -
Menurut panitia, dari sisi keamanan acara tergolong aman karena balon udara tidak dilepaskan secara terbuka melainkan diikat tali pada titik yang telah ditentukan sehingga tidak berisiko mengganggu jalur penerbangan atau terbang ke lokasi yang tidak diinginkan, panitia juga telah menata area lepas landas dan pendaratan, berkoordinasi dengan pihak berwenang, serta menempatkan petugas pengawas untuk memastikan prosedur keselamatan dipatuhi oleh peserta dan pengunjung.
Nono juga mengimbau pengunjung untuk mematuhi arahan petugas panitia, “Tidak mendekati area lepas landas balon tanpa izin, serta menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.” tegas Nono.
Secara khusus Nono turut mengajak warga Boyolali dan sekitarnya untuk mengajak sanak keluarga dan tidak melewatkan rangkaian acara yang telah dipersiapkan. Festival ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga kesempatan untuk edukasi, merayakan kebersamaan dan melestarikan budaya lokal sambil menikmati inovasi baru berupa atraksi balon udara.
- Advertisement -
Bagi yang ingin mengabadikan momen, panitia menyarankan membawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh, namun tetap menghormati privasi peserta dan pengunjung lain. Untuk kenyamanan, pengunjung disarankan membawa alas duduk, topi, dan air minum, terutama bagi yang berencana menyaksikan acara sejak pagi hingga malam.
Festival Balon di Anniversary Saleho Karya Budaya ke-18 menjanjikan pengalaman visual dan kultural yang langka bagi Boyolali. Dengan kombinasi atraksi udara, seni tradisional, dan pertunjukan panggung, acara ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam kalender budaya daerah. Jangan sampai kelewatan, siapkan keluarga, datang lebih awal, dan nikmati hari penuh warna di Lapangan Utama Desa Cluntang Musuk Boyolali.
( Pitut Saputra )

