KLATEN, CHANEL7.ID
Setelah melalui proses pembahasan, koordinasi, dan perembugan yang cukup, tercapai kesepakatan untuk bersama-sama menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Pembayaran Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Kesenian dan Hiburan pada Objek Wisata Kawasan Candi Prambanan. Penandatanganan perjanjian tersebut diselenggarakan di Rama Shinta Garden Resto, Prambanan, pada Senin, 28 September 2026. Kesepakatan ini menjadi titik temu bagi kedua daerah untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan sekaligus memastikan keberadaan Candi Prambanan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Klaten dan Sleman (29/09/2026).
Candi Prambanan menempati posisi strategis karena berada di kawasan yang mempertemukan dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Sleman dan Kabupaten Klaten. Kondisi perbatasan ini menuntut mekanisme pengelolaan bersama agar manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dapat dirasakan merata. Selain aspek perpajakan, perjanjian PBJT ini juga dimaksudkan untuk membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan destinasi, pelaksanaan kegiatan seni dan hiburan yang bertanggung jawab, serta pelestarian nilai-nilai cagar budaya.
Tujuan utama perjanjian meliputi memberikan kepastian administrasi perpajakan atas jasa kesenian dan hiburan di kawasan wisata, memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan, serta memastikan hasil pengelolaan dapat mendukung pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian situs. Dengan kerangka kerja yang jelas, diharapkan setiap pihak, pemerintah daerah, pengelola, dan masyarakat, memiliki peran dan tanggung jawab yang terukur sehingga potensi Candi Prambanan sebagai destinasi budaya dan ekonomi dapat dimaksimalkan tanpa mengabaikan aspek konservasi.
Dengan adanya kepastian perpajakan dan pengelolaan bersama, diharapkan muncul berbagai dampak positif, antara lain peningkatan kunjungan wisatawan melalui program promosi bersama dan kalender kegiatan tematik, pemberdayaan ekonomi lokal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menyediakan kuliner, souvenir, dan jasa pariwisata, alokasi pendapatan pajak yang lebih transparan untuk pelestarian situs, perbaikan infrastruktur penunjang, dan program sosial, serta penguatan kapasitas komunitas melalui pelatihan, program CSR, dan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan budaya, sehingga Candi Prambanan tidak hanya menjadi sumber pendapatan sesaat tetapi juga aset budaya yang lestari untuk generasi mendatang.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko In Journey Destination Management, Joel Siahaan, menegaskan posisi strategis Prambanan yang mempertemukan dua wilayah dan sisi budaya. “Prambanan ini mempertemukan dua wilayah, selain itu juga mempertemukan sisi budaya, yakni Hindu dan Buddha,” ujarnya. Joel menambahkan bahwa PT TWC berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan daerah, baik di Klaten maupun Sleman. Komitmen tersebut tidak hanya melalui pengelolaan destinasi, tetapi juga diwujudkan lewat pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan yang melibatkan masyarakat sekitar sebagai pemangku kepentingan.
“Mudah-mudahan penandatanganan perjanjian kali ini menjadi awal yang baik, salah satu bentuk dari kerja sama kita yang semakin erat ke depan, baik kami sebagai korporasi maupun Pemkab Sleman dan Kabupaten Klaten, dan tentu saja masyarakat sekitar sebagai stakeholder yang terus kami libatkan dalam pengembangan dan pengelolaan kawasan Candi Prambanan ke depan,” kata Joel, menegaskan harapan agar kolaborasi ini berkelanjutan dan inklusif.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik kesepakatan tersebut. Ia menyebut kerjasama ini menjadi berkah bagi masyarakat di kedua wilayah sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan. “Ini berkah bagi kami yang di daerah. Mohon dukungannya dan saya yakin nanti kunjungan ke Candi Prambanan akan semakin meningkat,” ujar Harda. Ia mendorong agar Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kabupaten Klaten tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi melanjutkannya dengan berbagai program kolaboratif. Menurut Harda, kedua daerah perlu menyusun kegiatan bersama, termasuk menentukan tema dan bentuk promosi yang dapat saling mendukung. “Saya minta Pak Sekda Sleman untuk kolaborasi dengan Klaten, apa saja yang akan kita kerjakan untuk saling support. Tematiknya apa dan sebagainya. Sehingga betul-betul antara Klaten dan Sleman memperhatikan adanya berkah dari Tuhan, adanya Candi Prambanan yang memberikan berkah untuk masyarakat Klaten dan Sleman,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi kepada In Journey dan PT TWC yang telah menjadi bagian penting dalam mempertemukan Pemerintah Kabupaten Klaten dan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk duduk bersama dan membangun kesepakatan. “Terima kasih kepada In Journey, TWC yang kemudian sudah mempertemukan kami dengan Pemkab Sleman untuk kemudian bisa duduk bersama dan akhirnya pada hari ini bisa bersepakat bersama, bekerja sama dalam rangka bagaimana ke depan Candi Prambanan dan lain-lain ini bisa kemudian kita kelola bersama-sama dan kemudian lebih bermanfaat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Hamenang memaparkan bahwa “Perjanjian ini bukan semata tentang bagaimana pemerintah daerah menjalankan kewajiban administrasi perpajakan. Lebih dari itu, kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara Klaten dan Sleman, dengan tujuan akhir menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di kedua daerah.” terang Hamenang.
Ia berharap kesepakatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih kuat dalam menjaga dan mengembangkan Candi Prambanan sebagai warisan budaya sekaligus destinasi wisata. Menggambarkan semangat kebersamaan dengan filosofi Jawa “pager mangkok”, Hamenang menekankan pentingnya rasa memiliki dan kepedulian bersama terhadap situs bersejarah ini. “Semoga dengan adanya kerja sama ini bisa bermanfaat. Harapan kita bersama seluruh hal yang sudah disepakati di kerjasama ini bisa kita jalankan bersama-sama, baik hak maupun kewajibannya. Sehingga Candi Prambanan yang merupakan peninggalan dari leluhur kita ini bisa kita jaga dan kembangkan bersama,” pungkasnya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klaten, Pemerintah Kabupaten Sleman, dan In Journey Destination Management dalam pengelolaan kawasan Candi Prambanan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan sekaligus memperkuat manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata bagi masyarakat di kedua daerah.
@ Pitut Saputra

