JAKARTA, CHANEL7.ID – Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle besar-besaran terhadap Kabinet Merah Putih, yang salah satunya mencopot Jenderal (Purn.) Budi Gunawan dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Keputusan ini diumumkan dalam pelantikan resmi di Istana Negara, Jakarta, dan tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 86P Tahun 2025.
Dikabarkan Kursi Menko Polhukam Masih Kosong, Hingga saat ini, belum ada pengganti definitif yang ditunjuk untuk mengisi posisi strategis tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pencopotan Budi Gunawan bukan karena alasan spesifik seperti kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet.
Jejak Karier, Budi Gunawan dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang di dunia keamanan nasional. Ia pernah menjabat sebagai Kepala BIN di era Presiden Joko Widodo dan menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Wakil Presiden dan Presiden. Ia juga sempat menjadi calon tunggal Kapolri pada 2015, namun gagal dilantik setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus gratifikasi, meski kemudian status tersebut gugur melalui praperadilan.
Dari beberapa informasi yang dihimpun, Spekulasi dan Dinamika Politik, Pencopotan Budi Gunawan memicu spekulasi politik, terutama karena absennya pengganti langsung. Posisi Menko Polhukam dianggap krusial dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Beberapa nama seperti Mahfud MD mulai disebut-sebut sebagai kandidat potensial.
®Patrick

