KLATEN, CHANEL7.ID –
Bapas Kelas II Klaten melaksanakan kegiatan bedah rumah bagi keluarga klien yang membutuhkan di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten pada hari Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI untuk mendukung program percepatan akses hunian layak bagi masyarakat kurang mampu. Aksi nyata tersebut menegaskan komitmen lembaga bukan hanya pada pembinaan klien, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup keluarga mereka melalui bantuan fisik yang langsung dirasakan (08/06/2026).
Fokus utama bedah rumah kali ini adalah perbaikan fasilitas kamar mandi dan dapur. Tim melakukan perbaikan bak mandi dan lantai kamar mandi yang sebelumnya rusak dan tidak layak pakai, sehingga mengganggu kenyamanan dan kebersihan penghuni. Selain itu, pemasangan material GRC (Glassfibre Reinforced Cement) pada dinding dapur menjadi bagian penting dari renovasi untuk memperbaiki kondisi struktur dan estetika ruang memasak. Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan keluarga klien dengan mengurangi risiko penyakit akibat sanitasi buruk serta menciptakan lingkungan rumah yang lebih bersih dan nyaman.
Pelaksanaan kegiatan berjalan secara gotong royong berkat partisipasi aktif seluruh pegawai Bapas Kelas II Klaten. Para pegawai menyumbangkan tenaga, waktu, dan keterampilan mereka untuk membantu proses renovasi mulai dari pembongkaran, perbaikan struktur, hingga pemasangan material finishing. Semangat kebersamaan dan solidaritas tampak jelas selama pekerjaan berlangsung, pegawai dari berbagai bagian saling bahu-membahu tanpa memandang jabatan. Sikap kolektif ini menjadi wujud nyata nilai-nilai sosial yang dipegang oleh institusi dalam melayani masyarakat.
Kepala Bapas Kelas II Klaten, Mikha, memberikan dorongan dan apresiasi kepada seluruh pegawai yang terlibat. Ia menekankan pentingnya peran lembaga dalam memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya kepada klien yang sedang menjalani pembinaan tetapi juga kepada keluarga mereka. “Mari kita semua berpartisipasi dan membantu proses bedah rumah ini. Semoga bantuan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi keluarga klien,” ujar Mikha. Pernyataan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mendorong aksi kolektif serta kepedulian sosial sebagai bagian dari tugas kemanusiaan.
- Advertisement -
Perwakilan keluarga klien turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Mereka mengungkapkan bahwa kondisi rumah sebelumnya belum memungkinkan untuk diperbaiki sendiri karena keterbatasan ekonomi dan akses terhadap material bangunan. Bantuan dari Bapas Kelas II Klaten dinilai sangat berarti karena tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga memberi harapan baru bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih layak. Ucapan terima kasih ini menjadi pengingat bahwa intervensi sederhana namun tepat sasaran dapat membawa dampak besar bagi kesejahteraan keluarga.
Kegiatan bedah rumah ini juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Melalui keterlibatan pegawai dalam proses renovasi, muncul kesempatan untuk berbagi pengetahuan teknis sederhana tentang perawatan rumah dan sanitasi. Selain itu, aksi gotong royong memperkuat ikatan antara lembaga dan komunitas setempat, membuka ruang dialog dan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang. Keberadaan Bapas di tengah masyarakat menjadi lebih terasa ketika bantuan diberikan secara langsung dan berkelanjutan.
Lebih jauh, program ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat akses hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Intervensi skala kecil seperti perbaikan fasilitas sanitasi dan dapur dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga rentan. Jika dilaksanakan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, program semacam ini berpotensi mengurangi kesenjangan kondisi hunian di tingkat desa dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.
Penutupan kegiatan diwarnai harapan bersama agar semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus dipertahankan. Bapas Kelas II Klaten berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata. Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan optimisme dan semangat baru bagi keluarga klien untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Dengan kerja sama lintas pihak dan dukungan komunitas, upaya meningkatkan kualitas hunian layak dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
@ Pitut Saputra

