BANJAR, CHANEL7.ID – Sulyanati, tokoh eksponen Forum Peningkatan Status Kotif Banjar yang saat ini memutuskan untuk maju pada Pilkada Kota Banjar merespon santai atas kejadian rusaknya baliho dirinya di Dusun Karangtengah.
“Saya mencetak baligho sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas demokrasi. Saya juga didorong elemen masyarakat untuk maju di Pilkada, sehingga saya punya tanggung jawab untuk lebih mensosialisasikan diri kepada masyarakat.
Baligho menjadi sarana untuk menjelaskan diri saya. Ini adalah bentuk keterbukaan diri sebagai kandidat. Masyarakat harus mengenal pemimpinnya dengan baik. Jangan “membeli kucing dalam karung.
Saya melihat ini cermin ada diantara kita yang belum maju dalam pemikiran politik dan kewarganegaraan. Saya mengingatkan bahwa vandalisme berupa perusakan baliho itu adalah bentuk “bullying atau kekerasan politik”. Itu bentuk eksploitasi atas hak politik saya, dan tentunya hak politik masyarakat dalam kerangka pilkada Banjar tahun ini. Masyarakat dihadapkan pada momentum krusial untuk menentukan pemimpin daerahnya.
Saya juga bercita-cita, pilkada itu harus jadi ajang yang asyik. Jangan merugikan dan membahayakan. Boleh ada tegang-tegangnya tapi harus tetap menyenangkan. Kita kerap menyebutnya ‘Pesta Demokrasi’. “Harap Sulya
Pro dan kontra itu biasa. Saya adalah orang yang sangat suka kritik. Saya adalah pendengar dan sangat suka berdialog. Jadi, bagi siapapun pelaku pengrusakan baliho saya, ini adalah undangan terbuka, saya ingin ngajak ngopi. Saya ingin silaturahim. Saya sayang dia. “Ungkap Sulya Saat Dikonfirmasi.
®Redaktur : Yusef Ferry S

