Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Cari...
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Reading: Nostalgia Moda Transportasi Roda Tiga
Share
Notification Show More
Chanel 7Chanel 7
  • Beranda
  • Berita
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
  • Streaming Video
Cari...
  • Beranda
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Edukasi
    • Politik
    • Agama
    • Hukum
    • Pemerintah
    • TNI
    • Opini
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Entertaiment
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Wisata
    • Olahraga
  • Streaming Video
Follow US
© PT Media Chanel Online
Chanel 7 > Daerah > Nostalgia Moda Transportasi Roda Tiga
Daerah

Nostalgia Moda Transportasi Roda Tiga

Chanel7.id
Chanel7.id  - ©By. Editor Published Januari 22, 2026
Share
6 Min Read
Compress 20260122 035431 1477
Laporan Photo Oleh, Pitut Saputra (Chanel7.id)
SHARE
Bagikan Berita

KLATEN, CHANEL7.ID – Bemo, Bajaj, serta leluhur roda‑tiga seperti Demmo (Delman Motor) dan Atax pernah menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah perkotaan Indonesia. Dari inisiatif kolonial di Surabaya pada awal abad ke‑20 hingga gelombang impor dan rakitan Jepang pada 1960 hingga 1970 an, moda‑moda kecil ini mengisi celah mobilitas di gang sempit, rute mikro, dan kawasan permukiman sebelum akhirnya evolusi teknis serta dinamika regulasi membuat roda‑tiga bergeser dari solusi praktis menjadi warisan nostalgia (21/01/2026).

Jejak modern roda‑tiga di Nusantara tidak muncul begitu saja, ia berakar dari kebutuhan praktis dan proyek industri. Pada era kolonial Belanda muncul inisiatif untuk menghadirkan kendaraan murah bagi kalangan menengah dan pekerja kebun yang selama ini bergantung pada andong, dokar, dan delman. Dari proyek inilah lahir Demmo (singkatan dari Delman Motor, dan Atax (juga tertulis Atack atau Atak), yang diprakarsai di Surabaya dan cepat menyebar ke Malang.

Read More

IMG 20261001 152509
Kuliner Pojok Bale: Dari Halaman Balai Desa Ponggok Menjadi Inkubator UMKM dan Denyut Ekonomi Baru
Final Kapolresta Surakarta Cup Season 4 Digelar Sore Ini
Pengelolaan Material Renovasi SDN 091584 Dolok Sinumbah Dipertanyakan, Kepala Sekolah Belum Memberikan Klarifikasi
Pemprov Jateng Resmikan Queen Latifah Hospital Semarang

Demo adalah mobil rakitan yang menggabungkan mesin‑mesin Jerman dengan karoseri khas lokal, menurut catatan sejarah, bentuknya mirip sepeda motor ber karoseri Tossa, menggunakan mesin dua‑tak di depan dengan sistem pendingin. Resmi diperkenalkan sekitar tahun 1930, Demmo segera menjadi primadona di Malang karena kecepatannya dibanding dokar. Atax, yang menggunakan mesin pabrikan Raleigh dari Inggris, dinilai lebih halus berkat mesin empat‑tak yang ditempatkan di belakang troli. Kedua kendaraan ini mengubah lanskap angkutan jarak dekat, mereka bukan hanya alat transportasi, tetapi juga simbol modernitas yang mengganggu pendapatan kusir dokar dan pemilik andong.

Di Malang, Demmo dan Atax berkembang pesat. Demmo melayani rute seperti Pasar Dinoyo–Karang Ploso dan Pasar Dinoyo–Pasar Besar, sementara Atax yang lebih bertenaga menggarap rute Pasar Besar–Gadang–Dampit. Kedua moda ini kerap mangkal di stasiun Stoomtram Maatschappij untuk menyambut penumpang kereta, berperan sebagai feeder informal saat itu. Popularitasnya memicu ketegangan ekonomi, pada 1932 pemerintah kota kolonial menengahi pembagian wilayah kerja agar kusir dokar tidak kehilangan mata pencaharian, meski aturan itu tidak berlaku bagi pemilik Demmo dan Atax pribadi.

- Advertisement -

Kehadiran Demmo dan Atax juga menunjukkan kemampuan adaptasi masyarakat, ketika impor mesin terhenti pada masa penjajahan Jepang dan pabrik Soerabaiasche Demmo NV tutup, pemilik Demo melakukan kanibalisasi mesin, mengganti mesin dengan unit sepeda motor Sachs atau Mascoo, sebagai upaya mempertahankan operasional. Namun keterbatasan suku cadang akhirnya membuat eksistensi mereka menipis hingga punah pada era 1980‑an.

Pada akhir 1960‑an hingga awal 1970‑an, gelombang baru datang dari Jepang, Daihatsu Bemo mulai menyerbu kota‑kota termasuk Malang. Bemo (Becak Motor) menawarkan mesin yang lebih terjangkau dan perawatan lebih mudah, sehingga sempat menggantikan posisi Demo dan Atax di beberapa trayek. Namun perkembangan industri angkutan terus bergulir, kepraktisan mobil kecil seperti Suzuki Carry membuat banyak operator beralih ke kendaraan empat roda yang lebih aman dan ekonomis, sehingga dalam waktu kurang dari satu dekade Bemo pun meredup.

Sementara itu, bajaj, produk roda‑tiga asal India, menjadi ikon di kota‑kota besar pada 1970‑an dan seterusnya, terutama di Jakarta. Bajaj bertahan lebih lama karena fleksibilitasnya di gang sempit dan kemudahan operasional, namun akhirnya moda tersebut juga menghadapi tekanan dari modernisasi angkutan umum dan layanan daring.

Kebangkitan kembali konsep roda‑tiga dalam versi modern (mesin bersih, rangka lebih aman, bahkan listrik) akhir-akhir ini, memunculkan pro dan kontra yang tajam di berbagai kota. Satu sisi, keunggulan ruang dan biaya membuat roda‑tiga ideal untuk rute mikro, mudah bermanuver, hemat bahan bakar, dan potensial untuk konversi listrik sehingga ramah lingkungan. Di sisi lain, tantangan regulasi menjadi penghalang utama, izin trayek, uji keselamatan, standar emisi, serta persyaratan operator sebagai penyedia angkutan umum formal berbeda antar daerah dan seringkali sulit dipenuhi oleh unit‑unit kecil. Kekhawatiran soal keselamatan penumpang juga nyata, desain roda‑tiga tradisional rentan jika tidak direkayasa ulang, dan integrasi ke jaringan transportasi massal memerlukan kebijakan regulasi, tarif, rute, dan tata kelola yang jelas.

Tanpa kerangka regulasi yang konsisten, inisiatif pilot project atau startup yang mengusung roda‑tiga modern akan terhambat. Namun jika pembuat kendaraan, operator, dan pembuat kebijakan bisa bersinergi, melalui uji coba terkontrol, sertifikasi teknis, dan insentif untuk kendaraan ramah lingkungan, kemungkinan ada peluang menjadikan roda‑tiga modern sebagai solusi feeder yang efektif.

- Advertisement -

Sejarah Demmo, Atax, Bemo, dan Bajaj adalah cermin perubahan kota, dari kebutuhan mobilitas sederhana hingga tuntutan keselamatan dan lingkungan modern. Menghidupkan kembali roda‑tiga bukan sekadar mengulang nostalgia, ia menuntut rekayasa teknis, kepastian regulasi, dan perhatian pada kesejahteraan pelaku transportasi tradisional. Bila dikelola dengan bijak, moda roda‑tiga yang diperbarui bisa bertransformasi dari objek kenangan berpotensi menjadi bagian fungsional ekosistem transportasi perkotaan.

Dengan catatan bahwa keberhasilan menghidupkan kembali moda roda‑tiga bergantung pada regulasi yang jelas, kebijakan teknis yang ketat, penetapan trayek yang terintegrasi, serta penerimaan dari pemerintah daerah, operator, dan masyarakat, moda ini dapat berjalan berdampingan secara harmonis dengan moda transportasi lain sebagai solusi feeder mikro yang efisien dan ramah lingkungan, namun jika muncul penolakan dari pihak tertentu, maka persoalan tersebut harus ditangani lebih dulu melalui dialog publik, kajian teknis, uji coba terkontrol, dan pemenuhan prosedur perizinan agar keputusan akhir tidak menimbulkan konflik sosial, risiko keselamatan, atau disrupsi pada sistem transportasi yang sudah ada.

 

- Advertisement -

 

®Pitut Saputra 

About Author

Chanel7.id

Chanel7.id

See author's posts

TAGGED: Provinsi Jawa tengah, Transportasi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp LinkedIn Copy Link
Reaksi Pemirsa
Love0
Sad0
Happy0
Surprise0
Sleepy0
Cry0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Compress 20260121 191702 2562 Tak Hanya Padamkan Api, Damkar Cirebon Jadi Pahlawan Kota di Setiap Kejadian Darurat
Next Article Compress 20260122 134602 2730 Kodim 0614/Kota Cirebon Renovasi Jembatan Gantung Sungai Kriyan
Leave a comment Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- Advertisement -

Follow

3.45M Like
34.92M Follow
123.4k Follow
193.5k Subscribe

Latest News

IMG 20261001 152509
Kuliner Pojok Bale: Dari Halaman Balai Desa Ponggok Menjadi Inkubator UMKM dan Denyut Ekonomi Baru
Daerah Oktober 1, 2026
Compress 20260930 162204 4857
Reforma Agraria di Ciamis, Mahasiswa Soroti Perlindungan Petani dan Lahan Pertanian
Berita September 30, 2026
IMG 20260929 WA0002
Anggota DPRD Provinsi Jabar 13 Lakukan Pengawasan di Kantor Kecamatan Sukamantri, Dihadiri Anggota DPRD Kabupaten
Pemerintah September 29, 2026
IMG 20260929 141858
Candi Prambanan Dalam Kerjasama Antara Klaten dan Sleman
Pemerintah September 29, 2026

Baca Juga

IMG 20261001 152509
Daerah

Kuliner Pojok Bale: Dari Halaman Balai Desa Ponggok Menjadi Inkubator UMKM dan Denyut Ekonomi Baru

Oktober 1, 2026 25 Views
IMG 20260925 153900
Daerah

Final Kapolresta Surakarta Cup Season 4 Digelar Sore Ini

September 25, 2026 36 Views
Compress 20260920 022534 4032
Daerah

Pengelolaan Material Renovasi SDN 091584 Dolok Sinumbah Dipertanyakan, Kepala Sekolah Belum Memberikan Klarifikasi

September 20, 2026 10k Views
IMG 20260915 172943
Daerah

Pemprov Jateng Resmikan Queen Latifah Hospital Semarang

September 15, 2026 71 Views
Previous Next
Iklan
Iklan
Iklan

Media Chanel7.id & Chanel7.id/news, Diterbitkan Oleh PT Media Chanel Online, Adalah Portal Berita Nasional Dan Internasional, Bahkan Sampai ke Daerah, Yang Ada Diseluruh Indonesia.

Informasi Tentang Kami Silahkan Klik :

Email

Untuk Informasi Dan Layanan Lainnya Tentang Kami Klik Kontak Kami 

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum.
Koperasi Ikhlas Jaya Mandiri
Chanel 7Chanel 7
Follow US

©By. PT Media Chanel Online

  • Tentang Kami
  • ⚪Redaksi
  • Advertorial
  • Contact Us
  • Terms & Condition
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Forget Password

Register Lost your password?