NAGEKEO, CHANEL7.ID – Proyek rehabilitasi ruas jalan Aeramo–Kaburea kembali menjadi sorotan masyarakat. Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.985.385.000 ini dibiayai melalui Bantuan Transfer Spesifik (BTS) Kabupaten Nagekeo yang bersumber dari pinjaman daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada tahun anggaran 2021.
Pelaksanaan proyek dipercayakan kepada PT Surya Agung Kencana (SAK) sebagai kontraktor pelaksana, dengan CV Disen Konsultan sebagai konsultan pengawas.
Direktur PT Surya Agung Kencana melalui Gabriel Toda menjelaskan, bahwa pekerjaan rehabilitasi jalan Aeramo–Kaburea dibagi dalam dua segmen.
“Pertama, pekerjaan pengaspalan sepanjang 8.745 meter di ruas jalan Aeramo–Kaburea. Kedua, pekerjaan Urpil (urukan pilhan) berupa peningkatan ruas jalan pantura di Dusun Kaburea sepanjang 1.255 meter. Semua pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak,” jelas Gabriel via telepon belum lama ini.
- Advertisement -
Gabriel juga menambahkan, pekerjaan tersebut telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO), Final Hand Over (FHO), dan juga telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Proyek ini sudah PHO, FHO dan juga telah diaudit BPK. Artinya, secara administratif maupun teknis, pekerjaan ini sudah dinyatakan selesai sesuai ketentuan,” tegasnya.
Meski dinyatakan selesai secara administrasi, sorotan tetap datang dari masyarakat. Suprianto, seorang aktivis sosial asal Kaburea, menilai bahwa kualitas pekerjaan terutama pada segmen pekerjaan Urpil ruas jalan pantura yang berada di Dusun Kaburea kembali rusak parah, belum genap setahun setelah proyek tersebut dikerjakan.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah daerah harus lebih ketat mengawasi pelaksanaan proyek infrastruktur, terutama yang menggunakan pinjaman daerah.
“Kami mengapresiasi adanya pembangunan jalan Aeramo–Kaburea, tetapi yang terpenting adalah kualitas dan daya tahannya. Jangan sampai anggaran sebesar Rp 12,9 miliar hanya menghasilkan pekerjaan yang cepat rusak,” ujar Suprianto kepada media ini di Kaburea, Jumat (26/09/2025).
- Advertisement -
“Pemerintah harus memastikan proyek ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi laporan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya transparansi penggunaan anggaran.
“Karena bersumber dari pinjaman daerah, maka konsekuensinya adalah beban utang yang ditanggung pemerintah. Masyarakat harus merasakan manfaat langsung dari setiap rupiah yang digunakan,” kata Suprianto.
- Advertisement -
Masyarakat berharap ruas jalan Aeramo–Kaburea dapat menjadi akses yang menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian, perikanan, serta mempermudah mobilitas warga menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Dengan nilai proyek yang besar, kata Suprianto, publik menuntut adanya jaminan mutu pekerjaan, transparansi, dan akuntabilitas penuh dari semua pihak yang terlibat.
“Proyek ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah, kontraktor, dan konsultan pengawas dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga berkualitas dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat Nagekeo,” lugasnya.
®M.Yasin

