KLATEN, CHANEL7.ID – Minggu, warga Dukuh Sagi menyemarakkan acara soft opening Sagi River Camp Baki, area glamping dan susur sungai yang baru dirintis. Inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara Arifin sebagai pelopor, masyarakat setempat, dan Pemerintah Desa Tjokro. Kehadiran tamu undangan mulai tingkat desa hingga pengurus RW menandai babak baru pariwisata rural di Klaten, sekaligus menegaskan tekad bersama untuk mengubah potensi alam liar menjadi destinasi berkelanjutan (21/09/2025).
Arifin menuturkan bahwa ide ini muncul setelah menelusuri perkembangan wisata di Desa Pentingsari dan Tebing Breksi. “Saya terinspirasi bagaimana mereka memulai dari nol, mengubah bebatuan dan sawah menjadi magnet pengunjung. Saya yakin Sagi, dengan aliran sungainya dan lereng yang asri, punya peluang sama besar,” ungkapnya penuh antusias. Baginya, tantangan utama adalah membuka akses dan membangun fasilitas glamping tanpa merusak karakter alami kawasan.
Proses perintisan dimulai dengan pembersihan jalur setapak dan pengukuran lokasi glamping. Arifin mengenang, “Awalnya saya takut memasuki hutan kecil di tepi sungai karena jalannya licin dan belum ada pijakan. Namun dengan gotong royong warga, bebatuan disusun, jalan setapak dibuat, dan pondasi tenda kami pasang sedikit demi sedikit.” Berkat kesabaran dan kerja keras, kini akses menuju sungai mulai memadai, memudahkan wisatawan menyusuri aliran air yang menawarkan potensi hiking, outbond, camping dan berbagai aktivitas alam luar ruang.
Dalam sambutan singkatnya, Kepala Desa Tjokro, Heru Budi Santosa, memuji semangat kolektif yang ditunjukkan Arifin dan warga. Ia menyatakan, “Kita bukan pewaris, melainkan perintis. Kita harus berani memulai meski kondisi awal serba terbatas.” Heru Budi menambahkan bahwa dukungan pemerintah desa bukan hanya soal dana, melainkan juga pengurusan izin, penyediaan tenaga kerja, dan pertemuan rutin untuk evaluasi pembangunan fasilitas. Kolaborasi ini menjadi fondasi agar Sagi River Camp Baki tahan uji waktu dan bisa memberikan kebermanfaatan bagi seluruh warga
- Advertisement -
Heru Budi sangat menekankan pentingnya sinergi antar generasi dan lembaga. Ia menjelaskan, “Kita harus melibatkan generasi muda sebagai relawan pemandu susur sungai. Sementara ibu-ibu PKK mengolah produk lokal menjadi paket kuliner untuk glamping. Itu yang membuat proyek ini terasa milik bersama.” Ia juga berharap peran Babinsa dan Perangkat Desa semakin aktif memfasilitasi pelatihan keselamatan air dan pelestarian alam serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ketua RW 2 Sagi Jamto turut menyampaikan harapan besar dalam kegiatan soft opening ini. Dirinya menyatakan “Menurut saya, pengelolaan wisata desa akan sukses jika masyarakat tetap guyub rukun. Sekecil apa pun langkah kita, asal bersama, pasti membuahkan hasil.” Kesepakatan itu memantapkan komitmen warga untuk selalu berhutang royong dalam proses persiapan lahan, berkonsultasi tentang perbaikan infrastruktur, keamanan, dan pola pembagian keuntungan agar seluruh keluarga merasakan manfaat ekonomi.
Rangkaian acara soft opening yang diawali dengan senam sehat bersama di tepi sungai ini, kemudian dilanjutkan dengan prakata pengantar dari Kepala Desa, Ketua RW, Babinsa, PKK dan representatif warga. Arifin yang memandu sesi sharing visi wisata, menyoroti bagaimana glamping minimalis dapat menarik wisatawan urban yang rindu alam. Ia mencontohkan, “Dahulu nenek moyang kita membangun bendungan guna irigasi dan pengairan juga dengan semangat gotong royong yang luar biasa, kini kita pun juga harus bisa mewarisi semangat tersebut guna mewujudkan mimpi bersama membuat object wisata Glamping dan susur sungai ini. Sebab dari berbagai informasi yang saya terima memang potensi alam asri dan keunikan potensi yang ada di Sagi ini, tamu merasakan kenyamanan sekaligus nuansa tradisional, serta alam asri eksotik, jadi inilah daya tarik unik dan modal kita untuk kita kembangkan bersama kedepannya.
Setelah resmi dibuka, tamu dan warga menikmati hidangan bersama di tepi sungai, mulai dari jagung rebus pisang godok, hingga camilan khas desa disediakan buat makan bersama sehari rehat sejenak. Di sela-sela kegiatan Arifin sambil bergurau menyatakan, “Makna makan bersama ini lebih dari sekadar mengisi perut. Ini memupuk cinta tanah air dan kecintaan pada potensi sendiri.” Jelang siang, seluruh peserta beranjak mengikuti kegiatan lanjutan yakni outbound ringan, bersama team pemandu. Arifin menegaskan bahwa elemen permainan outdoor akan dikembangkan sebagai paket wisata keluarga kedepannya.
Dalam penutup, Arifin menyerukan semboyan “Semangat Tanpa Mengeluh. Ia menyatakan, “Setiap hari akan ada tantangan baru, cuaca ekstrem, perbaikan jalur, hingga promosi destinasi. Namun selama kita bergotong royong, semangat itu tak akan padam.” Inisiator ini bercita-cita menjadikan Tjokro, khususnya Sagi River Camp Baki, sebagai destinasi favorit di Jawa Tengah, bahkan di kancah Wonderful of Indonesia.
- Advertisement -
Soft opening ini bukan sekadar seremoni penanda dibukanya objek wisata baru. Bagi Arifin, ini adalah momen penegasan bahwa setiap impian besar bermula dari keberanian perintis dan sinergi masyarakat. Ia mengajak warga terus mengawasi operasional, memperbaiki fasilitas, mengadakan festival ekowisata, hingga melatih generasi muda menjadi duta pariwisata digital.
Meski belum sepenuhnya dibuka buat umum, masih sebatas sosialisasi pada warga internal karena masih dalam pembenahan dan penambahan infrastruktur pendukung seperti kamar ganti dan ruang wisata keluarga, namun dengan keyakinan mantap dan aksi nyata, perlahan Sagi River Camp Baki akan segera siap menunjukkan keindahan alam Klaten kepada dunia.
Mengakhiri petualangan Ipunk seorang pemandu wisata dari Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community juga menyatakan kesiapannya guna mulai menyusun paket wisata terintegrasi yang nantinya juga akan menyasar Sagi River Camp dan objek wisata lain sekitar Tjokro.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

