KLATEN, CHANEL7.ID – Sidowayah Fair 2025 mengusung tema Makarsafest 2025 (Maha Karya Desa Festival) dengan semangat merayakan kekayaan budaya, kreasi lokal, dan kolaborasi lintas sektor. Diselenggarakan di Komplek Siblarak, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, dari tanggal 12 hingga 17 Agustus 2025. festival ini sekaligus menandai peluncuran program Sarjana Desa Sinergi TSU serta peluncuran Desa Sidowayah Merawati Sunantri (14/08/2025).
Ratusan warga desa dan wisatawan tumpah ruah menghadiri dan menyambut festival desa tersebut. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo juga kemarin terlihat turut hadir langsung pada saat pembukaan kegiatan acara. Festival yang berlangsung selama beberapa hari menjelang perayaan Dirgahayu HUT RI ke 80 thn ini, menambah semarak atmosfer yang dibalut tradisi dan inovasi di Sidowayah Polanharjo. Dari panggung utama hingga sudut bazar, setiap sudut Komplek Siblarak memancarkan gairah gotong royong masyarakat desa dan mitra TSU yang bekerja bersama untuk mengangkat potensi lokal.
Pada pertengahan acara festival, Grup Musik Jadul Bonanza yang juga merupakan bagian dari BUMDES Desa Pasung Klaten pimpinan kepala desa Ambon, tampil membawakan lagu-lagu lawas era 60-an dan 70-an dengan kostum klasik yang warna-warni. Goyangan khas jadul, penuh keluwesan tangan dan hentakan kaki, membuat penonton seakan diajak menembus ruang waktu. Suara ketipung dan bass bergema, bersanding dengan vokal harmonis Bonanza yang menyatu bersama suara drum memberi sentuhan kontemporer tanpa menghilangkan cita rasa nostalgia. Penampilan Bonanza menjadi magnet utama Makarsafest 2025. menegaskan bahwa musik tradisional atau jadul masih mampu memikat hati generasi muda.
Sejak pertama lagu melantun, puluhan penggemar Bonanza menari di depan panggung dengan antusiasme tinggi. Mereka mengenakan setelan retro lengkap dengan ikat kepala dan kacamata khas dekade lampau, menciptakan pemandangan yang hangat dan menggelitik senyum. Suasana komunal ini membuktikan bahwa hiburan desa tidak kalah seru dibanding kota besar, bahkan, nyaris terbentuk komunitas dadakan yang larut dalam harmoni gembira. Aura kebersamaan menjadi benang merah, seolah meneguhkan filosofi bahwa desa adalah laboratorium sosial untuk memupuk solidaritas.
- Advertisement -
Tak hanya hiburan musik, rangkaian kegiatan Makarsafest 2025 juga menampilkan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Dalang lokal membawakan kisah klasik dengan sentuhan improve ringan, menyelipkan humor desa dan komentar sosial. Sementara di area anak-anak, beragam lomba kreativitas diadakan, dari lomba nglarak blarak hingga fashion show lurik mewarnai kegiatan, Inisiatif ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana transfer nilai budaya dan keterampilan bagi generasi muda, sekaligus upaya memastikan warisan lokal tetap hidup.
Di sepanjang jalur trotoar, bazar kuliner menjajakan beragam kelezatan desa jenang, ayam geprek, aneka minuman, bakso tahu, hingga olahan ikan berikut bazaar fashion dan kreativitas anak. Berbarengan dengan stand-stand Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidowayah Klaten, pengunjung dapat mencicipi sekaligus membeli produk unggulan, Setiap unit usaha BUMDes hadir menampilkan karya terbaiknya dan memberi testimoni singkat di panggung mikro tentang pengalaman mengembangkan usaha sejak program Sinergi TSU digulirkan.
Untuk memastikan produk lokal mampu bersaing di pasar global, panitia mengadakan sesi kurasi produk oleh tim ahli desain dan pemasaran. Mereka memberi masukan tentang kemasan ramah lingkungan, strategi branding digital, serta peluang ekspor ke negara tetangga. Diskusi ini membuka wawasan para pelaku BUMDes, menegaskan bahwa karya desa tak lagi sebatas pasar lokal, dengan pembinaan yang tepat, potensi ekonomi bisa melampaui batas desa bahkan provinsi.
Kesuksesan Makarsafest tak lepas dari kolaborasi erat Tiga Serangkai University (TSU), Pemerintah Desa Sidowayah, dan BUMDes Sinergi Sidowayah. TSU berperan sebagai fasilitator riset dan pelatihan, membekali pemuda desa dengan keterampilan kewirausahaan, manajemen acara, serta dokumentasi media. Pemerintah desa menyediakan infrastruktur pendukung dan memastikan titik-titik pelayanan publik tetap lancar. Sementara BUMDes bertanggung jawab mengoperasikan stand bazar dan menyusun program lanjutan setelah festival. Sinergi ini memecah sekat hierarki, mendorong kepemimpinan kolektif, serta menanamkan rasa memiliki bersama atas setiap capaian.
Ipunk, pemandu wisata dari komunitas Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community, yang ikut membawa rombongan wisatawan menyaksikan rangkaian hiburan Makarsafest 2025 ini mengatakan. “Pengunjung sangat terhibur, mereka antusias mengikuti goyangan Bonanza hingga ikut berbelanja di stand stand-kuliner Bundes,” ujarnya. Menurut Ipunk, acara semacam ini memperkaya paket wisata desa, memberi pengalaman budaya dan interaksi langsung dengan masyarakat. Ia menilai Makarsafest dapat menjadi motor penggerak pariwisata desa di Klaten, mengundang wisatawan merasakan suasana kampung yang hangat serta keahlian tangan-tangan terampil.
- Advertisement -
Gelaran Makarsafest 2025 menegaskan bahwa desa memiliki modal budaya dan kreativitas yang luar biasa. Festival semacam ini bukan sekadar hiburan sesaat, melainkan bentuk pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan kolektif. Ketika suara instrumen jadul berpadu dengan teriakan anak-anak riang, muncul jalinan cerita baru tentang desa modern yang tetap mencintai akar tradisi. Dengan dukungan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha desa, Sidowayah kini membuka lembaran baru, desa sebagai pusat inovasi budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata berkelanjutan.
Bagi yang ingin berkunjung dan melihat langsung keseruan festival ini berikut jadwal Lengkap Makarsafest 2025 :
– 12 Agustus: Senam Sehat, Pembagian Door prize, Sidowayah Berdzikir & Bersholawat bersama Habib Muh. Zein Rifqi Bin Ahmad Jaelani
– 13 Agustus: Pembukaan Makarsafest (dihadiri Bupati & Wakil Bupati Klaten), Penampilan Band ISI Surakarta
– 14 Agustus: Lomba Anak, Lomba Nglarak Blarak, Fashion Show “Lurik Kanjeng Mami”, Penampilan Band Bonanza
- Advertisement -
– 15 Agustus: Jalan Sehat, Final Perlombaan Anak & Nglarak Blarak, Tari Jaranan, Keroncong ISI Surakarta
– 17 Agustus: Upacara Bendera, Pembagian Door prize, Santunan Anak Yatim, Pagelaran Wayang Kulit oleh Dalang Ki Joko Winarno
®Pitut Saputra

