KLATEN, CHANEL7.ID – Desa Cokro, sebuah desa kecil di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, mengukir babak baru perjalanan wisatanya melalui kolaborasi lintas elemen yang kerap disebut model Pentahelix. Momentum soft launching Joglo Latar Tjokro pada 13 Juli 2025 mendatang bukan sekadar seremoni biasa, melainkan penanda awal aktivitas seni, budaya, dan pariwisata yang akan diagendakan rutin kedepannya (05/07/2025).
Melalui perwujudan sinergi kolaboratif Pemerintah Desa, komunitas, akademisi, pelaku bisnis, media, dan elemen masyarakat lainnya, desa wisata rintisan ini menegaskan komitmennya untuk tumbuh secara berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Ajakan gotong royong menjadi kata kunci dalam narasi besar yang tengah dirancang.
Model Pentahelix menekankan keterlibatan beberapa pilar utama, Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, mahasiswa, media, dan masyarakat sipil. Dengan mendekatkan masing-masing pilar, setiap kebijakan, program, maupun kegiatan di Desa Cokro dapat bersifat sinergis dan saling memperkuat. Akademisi menyediakan riset dan data, pelaku usaha memfasilitasi akses pasar, komunitas lokal menjadi portofolio warisan budaya, sementara media mengampanyekan potensi wisata kepada khalayak yang lebih luas. Kombinasi ini menumbuhkan jejaring yang dinamis, di mana peran serta setiap stakeholder bukan sekadar deklaratif, melainkan nyata dan berkelanjutan.
Proses konsolidasi hingga mencapai titik soft launching tidak terjadi dalam semalam. Sejak awal tahun 2025, tim inisiatif yang diketuai oleh Direktur Program Ketua Pokdarwis Tjakrawala melakukan serangkaian rapat, diskusi, dan lokakarya untuk menyamakan persepsi dan merumuskan roadmap pengembangan desa wisata.
- Advertisement -
Melawati tahapan koordinasi panjang, semua pihak sepakat menjadikan Joglo Latar Tjokro sebagai laboratorium sosial budaya dan pusat edukasi warga. Di ruang itulah, ide-ide kreatif akan diuji coba, program pelatihan dan kegiatan seni digelar, dan strategi promosi digital dipelajari bersama.
Soft launching ini dirancang memanfaatkan momentum libur panjang bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Klaten. Kepala Desa Cokro, Heru Budi Santosa, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari keinginan kuat untuk “memberanikan diri” dan memperkenalkan potensi desa secara lebih terstruktur. Berkolaborasi dengan Amigo Group sebagai sponsor utamakan, Pemdes Cokro melalui Pokdarwis Tjakrawala akan menghadirkan rangkaian kegiatan seni pertunjukan, bazar kuliner, hingga pameran produk dan karya. Kendati rencana masih berskala kecil, saya memandang soft launching adalah sebagai pijakan awal yang strategis.” paparnya
Menurut Heru Budi Santosa, tidak ada agenda kepentingan terselubung dalam pelaksanaan soft launching ini kecuali mendorong potensi masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif. “Ini dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Sinergi Pentahelix memberi landasan agar setiap suara didengar, setiap ide diakomodasi, dan setiap potensi dikembangkan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Pemerintah Desa menempatkan kepercayaan penuh pada jalannya program, tanpa intervensi yang mendistorsi esensi pemberdayaan lokal.
Di lapangan, Agung Prasetyo, Direktur Program sekaligus Ketua Pokdarwis Tjakrawala, menyambut antusias gelaran soft launching sebagai ajang pembuktian. Menurutnya, meski sajian acara sederhana dan tidak semewah perhelatan wisata besar, kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan menjadi jiwa utama kegiatan. “Proses dan kebersamaan lebih penting daripada kemewahan panggung. Dari sini kami berharap mendapat insight untuk merancang program yang lebih matang ke depan,” tuturnya. Harapannya, setiap pelaku pariwisata desa dapat melihat langsung peluang wisata yang dapat diolah lebih lanjut.
Partisipasi Amigo Group sebagai sponsor juga menjadi bukti nyata kolaborasi sektor swasta dalam mendukung pengembangan desa wisata. Damar dan Sinyo dari tim pemasaran memaparkan bahwa Amigo tengah menjalankan program bazar desa ke desa untuk memperkenalkan brand sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal. Pelibatan mereka dalam soft launching menjadikan kegiatan ini lebih komprehensif, di mana aspek pemasaran, distribusi, dan jaringan brand ikut ter-sinergi. Formulasi kreatif semacam ini diharapkan menjadi teladan bagi perusahaan lain untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa wisata.
- Advertisement -
Dampak yang diharapkan lebih dari sekadar kunjungan wisatawan sesaat. Sinergi Pentahelix dirancang menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan, di mana riset akademisi membantu merumuskan model pengelolaan, kebijakan pemerintah mendukung regulasi yang berpihak, dan media mengangkat narasi positif tentang Desa Cokro. Pelaku usaha dan UMKM mendapat peluang pasar baru, sementara komunitas lokal mampu menjaga tradisi dan meningkatkan kapasitas kreativitasnya. Keberlanjutan program juga diikat oleh komitmen bersama untuk terus berproses dan mengevaluasi hasil setiap periode.
Kolaborasi ini tidak berhenti pada satu peristiwa soft launching. Rangkaian kegiatan edukasi, pelatihan, dan promosi akan terus berjalan sepanjang tahun, dipandu oleh semangat gotong royong. Pokdarwis Tjakrawala akan membuka ruang diskusi bulanan, menggandeng mahasiswa untuk magang riset, serta menjalin kemitraan dengan dinas pariwisata provinsi. Partisipasi masyarakat dalam mengusulkan ide serta memberikan feedback diharapkan bisa menjadi bahan bakar inovasi tanpa henti. Dengan demikian, perjalanan Desa Wisata Rintisan Cokro akan selalu segar, adaptif terhadap perubahan, dan menjadi teladan bagi desa-desa lain di Indonesia yang ingin mereplikasi kesuksesan sinergi Pentahelix.
- Advertisement -
®Pitut Saputra

