JABAR, CHANEL7.ID – Setelah 12 hari konflik bersenjata yang menegangkan kawasan Timur Tengah, Iran dan Israel akhirnya menyepakati gencatan senjata. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang menyebut kesepakatan ini sebagai hasil dari “perlawanan heroik” rakyat Iran.
Ketegangan memuncak sejak 13 Juni 2025, ketika Israel meluncurkan serangan udara ke tiga fasilitas nuklir utama Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan. Iran membalas dengan meluncurkan lebih dari 400 rudal ke wilayah Israel, menyebabkan ratusan korban jiwa.
Dari informasi yang dihimpun, Gencatan senjata diumumkan secara resmi pada 24 Juni 2025. Presiden AS Donald Trump turut memediasi kesepakatan ini, yang berlaku secara bertahap selama 24 jam. Meski demikian, beberapa jam setelah pengumuman, Israel menuduh Iran melanggar kesepakatan dengan meluncurkan rudal tambahan klaim yang dibantah oleh Teheran.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan PM Malaysia, Anwar Ibrahim, menyambut baik gencatan senjata ini. Keduanya menekankan pentingnya solusi damai dan mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari penyelesaian konflik regional.
- Advertisement -
Meski senjata telah diredam, para analis memperingatkan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda. Pakar hubungan internasional menilai bahwa gencatan senjata ini lebih bersifat taktis daripada strategis, dan potensi konflik lanjutan masih membayangi.
®Yusef Ferry S

