CIAMIS, CHANEL7.ID – Peran santri masa kini memiliki kontribusi yang besar dalam menjaga negara Indonesia tercinta ini. Jika para pendahulu telah mewariskan nilai-nilai luhur untuk bangsa, maka santri masa kini bertanggung jawab untuk tidak sekadar menjaganya, melainkan juga berkontribusi.
Hal itu dikatakan Pj Bupati Ciamis, Engkus Sutisna ketika memimpin upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kabupaten Ciamis. HSN tahun ini bertemakan “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan” diikuti 800 orang santri dari berbagai Pondok pesantren yang berada di Kabupaten Ciamis.
Engkus juga mengatakan, cukup banyaknya Ponpes di Kabupaten Ciamis yang berbanding lurus dengan banyaknya juga jumlah santri merupakan aset berharga untuk dibina dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
“Kabupaten Ciamis memiliki banyak pesantren yang berperan penting dalam mencetak santri berkualitas, yang akan berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya di halaman Pendopo Ciamis, Selasa (22/10/2024).
- Advertisement -
Menurutnya, para santri harus percaya diri karena bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi presiden, dan kita punya presiden dan wakil presiden yang berlatar belakang santri, yaitu KH. Abdurrahman wahid atau gus dur dan KH. Ma’ruf Amin.
“Semoga hari santri tahun ini, dapat memberikan dampak yang lebih baik dan memberi motivasi kepada para santri, untuk senantiasa berjuang dan bekerja keras melalui ilmu yang didapat di pondok pesantren dan sekolah-sekolah,” jelasnya.
Engkus juga menegaskan, peran santri tidak berhenti pada masa kemerdekaan, santri memiliki tanggung jawab besar di era modern untuk menghadapi tantangan baru.
“Jika dulu santri berjuang dengan senjata, kini mereka harus melawan kebodohan dan ketertinggalan,” ungkapnya.
Engkus Sutisna menyampaikan apresiasi atas kontribusi santri dalam sejarah perjuangan bangsa, Ia pun mengucapkan selamat Hari Santri Nasional 2024.
- Advertisement -
“Hari ini mengingatkan kita akan jasa besar para santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim mengatakan, santri berperan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan diakui pemerintah dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Hari Santri,” jelasnya.
- Advertisement -
Asep juga mengingatkan tentang Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, yang menjadi dasar perjuangan santri di peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
“Santri yang awalnya fokus belajar agama, turut serta dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan,” ujarnya.
Dalam menghadapi era digital, para santri harus melek teknologi, agar tidak tertinggal dalam menguasai teknologi.
“Santri tidak hanya harus memikirkan akhirat, tetapi juga ilmu dunia, termasuk teknologi. Kami berharap santri di Ciamis bisa menjadi pemimpin masa depan yang berkontribusi nyata bagi bangsa,” ungkapnya.
Peringatan Hari Santri di Ciamis ini diharapkan bisa memberikan dorongan bagi santri untuk terus berperan aktif dalam membangun bangsa, baik melalui pendidikan maupun inovasi di era modern.
Untuk diketahui, lahirnya Hari Santri tidak lepas dari peran besar para santri dan ulama pesantren dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu peristiwa penting yang menjadi dasar penetapan Hari Santri adalah Resolusi Jihad yang disampaikan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Bubutan, Surabaya, pada 22 Oktober 1945.
®Nanang Irawan

