CIREBON, CHANEL7.ID – Setiap kali gumpalan awan hitam mulai menyelimuti langit di wilayah Cirebon dan tetesan hujan deras turun, rasa cemas seketika menyergap Afif Haslan, seorang warga Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Baginya, mendung bukan lagi pertanda kesejukan, melainkan sinyal ancaman dari Sungai Cipager yang berada di dekat pemukimannya.
Trauma yang dialami Afif Haslan bukanlah tanpa alasan. Ia masih ingat betul kejadian pada 17 Januari 2025, ketika air Sungai Cipager meluap dan merendam lingkungan tempat tinggalnya.
Afif Haslan, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa peristiwa setahun lalu itu menyisakan luka psikologis yang mendalam. Menurutnya, banjir kala itu terjadi secara mendadak tanpa ada tanda-tanda hujan di wilayah pemukiman mereka.
- Advertisement -
“Saat itu tidak ada hujan, tiba-tiba air Sungai Cipager meluap deras hingga memasuki pemukiman warga,” kenang Combet sapaan akrab Afif Haslan saat ditemui di bibir sungai Cipager pada Kamis sore, 11 Februari 2026.
Kondisi tersebut membuat warga kini jauh lebih waspada. Setiap kali hujan lebat mengguyur, mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang. Mata warga selalu tertuju pada ketinggian debit air sungai sebagai alarm alami.
“Saat ini kalau hujan lebat, kita selalu dihantui rasa kecemasan, khawatir Sungai Cipager meluap lagi. Kalau debit terpantau ada kenaikan, kami langsung menyelamatkan keluarga untuk mengungsi, termasuk mengamankan harta benda,” imbuh Afif.
Menanti Solusi dari Pemerintah
Hal senada dirasakan oleh Mohamad Lutfi, atau yang akrab disapa Aupi. Ia mengaku mengalami trauma mendalam setiap kali mendengar informasi hujan lebat di wilayah hulu, khususnya daerah Kuningan.
- Advertisement -
Sebagai wilayah yang menerima aliran langsung (kiriman) dari hulu, warga di bantaran Cipager pernah menjadi korban “banjir tanpa hujan” di wilayah sendiri.
“Sebelumnya pada 17 Januari 2025, banjir pernah saya rasakan. Padahal saat itu di sini tidak hujan, namun di daerah Kuningan hujan lebat,” ujar Aupi.
Kini, warga hanya bisa berharap adanya langkah nyata dari pihak berwenang untuk melakukan normalisasi atau perbaikan infrastruktur pencegah banjir di sepanjang aliran sungai tersebut.
- Advertisement -
“Harapannya pemerintah terkait segera mengurusi dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi pencegahan banjir di bantaran Sungai Cipager agar kami bisa merasa aman,” pungkasnya.
®Mu’min

