CIREBON, CHANEL7.ID – Sejumlah sopir truk dan angkutan umum mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Hal tersebut tengah dirasakan salah satu sopir bernama Umam. Ia menceritakan, ketika sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di sejumlah wilayah Cirebon.
“Dari subuh, saya muter-muter cari solar di SPBU, Tengahtani, Plumbon, jalan Pemuda, Kedawung, dan Mundu, gak ada,” kata Mum kepada wartawan Channel7.id pada Minggu (7/12/2025) pagi waktu setempat.
Mum melanjutkan pada akhirnya tepat pukul 07.30 WIB, ia pun mengaku rela terjebak dalam penantian panjang di salah satu stasiun SPBU demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang saat ini kian sulit di cari.
“Baru pagi ini, kita bisa mendapatkan solar di SPBU walaupun mengantri cukup panjang,” tuturnya.
Dirinya berharap ada solusi dari pemerintah dan Pertamina terkait sulitnya mendapatkan BBM jenis solar bersubsidi yang saat ini terbilang cukup langka.
“Kita ingin pemerintah dapat mencari solusi agar ketersediaan BBM bersubsidi jenis solar mudah didapatkan di SPBU manapun,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU di Cirebon, Septian membenarkan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar mulai dirasakan sejak November kemarin.
“Ia mas, sejak November lalu kelangkaan solar subsidi mulai terasa” katanya.
Menurutnya, kelangkaan BBM jenis solar ini berimbas langsung pada aktivitas logistik dan distribusi barang di sejumlah wilayah Cirebon. Para sopir mengaku mengalami kerugian waktu dan biaya karena operasional mereka terhambat total.
“Kalau imbasnya, dapat menghambat akomodasi driver (sopir) yang sedang bekerja. Contohnya, terlihat antrian mobil cukup panjang, mereka rela mengantri demi mendapatkan bahan BBM jenis solar bersubsidi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat mendengarkan keluh kesah para sopir yang saat ini merasakan sulitnya mencari BBM jenis solar.
“Mudah-mudahan pemerintah dapat menyediakan stok BBM untuk masyarakat agar tidak ada kendala pengiriman sembako, dan lain sebagainya,” tutup Septian.
®Mumin

