KLATEN, CHANEL7.ID – Penyusunan Profil Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Klaten dikebut hari ini oleh Dinas Sosial bersama tim pengembang KLA dan jajaran OPD terkait. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Enggar Puspo Hastuti, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten, bertujuan melengkapi dokumen dan administrasi sebagai syarat penilaian KLA serta mengevaluasi implementasi lima klaster pemenuhan hak anak di wilayah ini (11/03/2026).
Menurut Enggar Puspo Hastuti, penyusunan profil bukan sekadar pemenuhan berkas administratif, melainkan cerminan nyata upaya daerah dalam menjamin hak dan kebutuhan anak. “Yang ingin kami capai jelas, dari lima klaster itu nanti terlihat mana kekurangan dan evaluasi yang harus kita perbaiki. Kita harus segera berkoordinasi untuk perbaikan sehingga implementasinya lebih baik,” tegas Enggar. Ia menekankan pentingnya memastikan pemenuhan hak anak untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Dalam pertemuan tersebut, tim menegaskan kembali lima klaster yang menjadi indikator utama penilaian KLA, yakni Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan, Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Seni Budaya, serta Perlindungan Khusus. Kelima klaster ini menjadi acuan untuk menilai apakah kebijakan, program, dan layanan di tingkat kabupaten sudah menjamin hak anak sesuai standar nasional.
Enggar menjelaskan bahwa selain menilai ketersediaan kebijakan dan program, tim juga mengecek apakah kegiatan OPD dan lembaga terkait benar-benar menunjang pemenuhan hak anak di lapangan. “Kita ingin memastikan apakah kegiatan sudah menunjang dan terpenuhi hak serta kebutuhan anaknya atau belum, termasuk perhatian masyarakat terhadap hak anak,” ujar Enggar pada jurnalis Chanel.id
- Advertisement -
Aye Kusbandono, perwakilan tim pengembangan KLA, memaparkan teknis penyusunan profil yang melibatkan berbagai kantor dan lembaga, termasuk Polres, Kemenag, Pengadilan Negeri, serta instansi lain yang berkontribusi pada pemenuhan hak anak. Menurut Aye, penyusunan profil merupakan administrasi penting untuk penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
“Agenda hari ini adalah penyusunan profil yang diikuti oleh kantor dan lembaga terkait. Mereka diminta menyusun profil lembaga yang terkait dengan anak. Ini sudah kita persiapkan selama dua tahun,” kata Aye. Ia menambahkan bahwa dokumen yang lengkap akan menentukan nilai penilaian, semakin lengkap dan kuat bukti pelaksanaan, semakin tinggi nilai yang diperoleh Klaten.
Aye juga menyampaikan tantangan teknis yang dihadapi, seperti pengumpulan data jumlah sekolah ramah anak dan kinerja lembaga. “Saat ini data sudah terkumpul sekitar 70 persen. Ada lima klaster yang kelembagaannya sudah selesai, namun klaster pendidikan belum rampung. Kami berharap setelah pertemuan ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Target penyusunan profil ditetapkan rampung pada akhir Maret. Setelah finalisasi, dokumen akan ditandatangani oleh pak sekda sebagai Ketua Gugus Tugas KLA, disahkan oleh Bupati, dan kemudian diserahkan ke kementerian. Enggar menyebutkan bahwa dukungan kepala daerah sangat membantu percepatan proses.
“Kebetulan bupati kita juga gerak cepat. Lembaga mana yang belum selesai akan didorong semua demi kebersamaan. Kita bersyukur proses berjalan baik,” kata Aye. Kehadiran anggota DPRD, termasuk Marzuki, turut memperkuat komitmen legislatif untuk mendukung penyusunan perda KLA. Marzuki menyampaikan kesiapan DPRD untuk bergerak membantu penyusunan regulasi daerah yang menguatkan perlindungan anak.
- Advertisement -
Salah satu keunggulan yang disorot adalah keterlibatan anak dalam proses penyusunan, termasuk dalam penyusunan perda KLA. Keterlibatan anak ini dinilai memperkuat aspirasi yang murni dari masyarakat dan memastikan kebijakan lebih responsif terhadap kebutuhan anak.
Target jangka menengah yang diusung tim adalah meningkatkan kategori Klaten menjadi utama. Enggar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Klaten menegaskan bahwa kenaikan kategori bukan tujuan akhir, melainkan indikator bahwa pemenuhan hak anak di Klaten semakin nyata dan terukur. “Jadi kita bisa menjamin bagaimana potret pemenuhan hak dan kebutuhan anak di Klaten bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya.
Tim KLA berharap bahwa dengan profil yang lengkap dan bukti pelaksanaan yang kuat, layanan kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan lingkungan pengasuhan di Klaten akan semakin terjamin. Perbaikan pada setiap klaster diharapkan berdampak langsung pada kualitas hidup anak, mulai dari akses akta kelahiran hingga perlindungan khusus bagi anak rentan.
- Advertisement -
Penyusunan Profil Kabupaten Layak Anak Klaten yang dikebut hari ini menunjukkan sinergi antar-OPD, lembaga penegak hukum, legislatif, dan masyarakat, termasuk anak-anak sendiri. Dengan komitmen yang kuat dari Kepala Dinas Sosial Enggar Puspo Hastuti dan tim pengembang KLA, serta dukungan Bupati dan DPRD, Klaten menargetkan penyelesaian akhir Maret dan berharap dapat naik kategori menjadi kabupaten layak anak utama, sebagai bukti nyata perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah ini.
®Pitut Saputra

