KLATEN, CHANEL7.ID –
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Klaten menyalurkan hewan kurban berupa 9 ekor sapi dan 46 ekor kambing kepada sejumlah masjid, pondok pesantren, panti asuhan, kelompok disabilitas, wartawan, relawan, dan masyarakat yang berhak menerima di wilayah Kabupaten Klaten. Selain bantuan dari Pemkab, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut memberikan tambahan berupa satu ekor sapi, sehingga total sapi yang disalurkan menjadi 10 ekor (26/05/2026).
Secara simbolik, penyerahan hewan kurban dilakukan oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, kepada perwakilan penerima seperti takmir masjid, pengurus pondok pesantren, perwakilan penyandang disabilitas, perwakilan wartawan, dan kelompok masyarakat lainnya. Acara serah terima berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Pendopo Kabupaten Klaten.
Jumlah dan distribusi bantuan
Bupati Hamenang menyampaikan rasa syukur atas terkumpulnya hewan kurban dari Pemerintah Kabupaten Klaten. “Alhamdulillah terkumpul dari Pemerintah Kabupaten Klaten sejumlah 9 sapi dan 46 kambing. Kemudian ada tambahan satu ekor sapi dari Presiden sehingga total sapi ada 10 ekor. Semoga seluruh masyarakat yang menerima bisa ikut merasakan hari raya Idul Adha ini. Harapannya dengan berkurban ini dengan ikhlas, maka rezeki kita bisa bertambah,” jelasnya.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Nurcholis Arif Budiman, menjelaskan bahwa penyaluran hewan kurban ini bertujuan menumbuhkan rasa keikhlasan dan kepedulian sosial serta membantu masyarakat melalui pendistribusian daging kurban. Ia menegaskan bahwa bantuan sapi dari Presiden akan diserahkan di Masjid Raya Klaten, sementara hewan kurban dari Pemkab akan didistribusikan ke berbagai penerima yang telah ditentukan.
- Advertisement -
Bupati Hamenang berharap proses penyembelihan dapat berjalan lancar dan meminta agar daging kurban segera dibagikan kepada penerima di seluruh kabupaten. Penekanan pada kelancaran proses penyembelihan dan distribusi menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap aspek kesehatan, tata kelola, dan keadilan dalam pembagian hasil qurban. Pendistribusian yang cepat dan terorganisir diharapkan memastikan daging kurban sampai kepada keluarga yang membutuhkan sebelum momentum Idul Adha berakhir.
Menurut Nurcholis, selain masjid dan mushola, penerima bantuan juga mencakup pondok pesantren, panti asuhan, kelompok disabilitas, relawan, serta masyarakat Klaten yang berhak menerima. Dengan menyasar berbagai kelompok ini, program kurban Pemkab tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat, meringankan beban keluarga kurang mampu, mempererat solidaritas komunitas, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.
Kegiatan penyaluran hewan kurban oleh pemerintah daerah juga berfungsi sebagai contoh kepedulian publik yang dapat menginspirasi pihak lain, baik lembaga swasta maupun individu, untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial keagamaan. Kehadiran bantuan dari Presiden menambah nilai simbolis dan praktis, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam momen kebersamaan keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menekankan nilai keikhlasan dalam berkurban dan harapan agar kegiatan ini membawa berkah bagi penerima dan penyumbang. Nurcholis menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa keikhlasan dan persaudaraan sehingga diterima oleh Allah SWT. Pesan moral tersebut mengingatkan bahwa kurban bukan sekadar ritual, melainkan juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama.
Penyaluran 10 sapi dan 46 kambing ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klaten untuk memastikan momentum Idul Adha dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan koordinasi yang baik antara Pemkab, tokoh agama, dan komunitas penerima, diharapkan distribusi daging kurban berjalan adil dan tepat sasaran. Semoga kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan sementara, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat Klaten.
- Advertisement -
Semoga momen berbagi ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan, semoga ia menumbuhkan benih-benih kepedulian yang terus bersemi dalam setiap tindakan sehari-hari, mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati lahir dari memberi tanpa pamrih, ketika daging kurban sampai ke tangan yang membutuhkan, terjalin pula ikatan kemanusiaan yang memperkuat kebersamaan dan harapan, sehingga Idul Adha di Klaten bukan hanya dirayakan hari ini, tetapi dirasakan manfaatnya sepanjang tahun.
@ Pitut Saputra

