WONOGIRI, CHANEL7.ID
Pemerintah Kecamatan Eromoko terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Salah satu inisiatif terbaru adalah Tailor Made Training (TMT) Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Sesuai Desain Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Ruang Pertemuan Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis menjahit sekaligus membuka peluang usaha di sektor tata busana (19/10/2026)
Pelatihan menjahit ini bertujuan meningkatkan kompetensi praktis warga dalam menjahit pakaian wanita sesuai desain, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk meningkatkan produktivitas rumah tangga maupun sebagai modal usaha. Plt. Camat Eromoko, Sangga Ota Kharisma, menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan pelatihan dan menaruh harapan besar pada peserta.
“Keterampilan menjahit yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemampuan produktif maupun peluang usaha yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Sangga. Pernyataan ini menegaskan fokus program bukan sekadar transfer keterampilan, melainkan transformasi keterampilan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
Pelatihan menjahit ini mendapat dukungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Wonogiri. Plt. Sekretaris sekaligus Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakerin, Joko Pramono, menyatakan bahwa program seperti ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan keterampilan.
- Advertisement -
“Ketrampilan menjahit yang dikembangkan tentunya akan mendorong terbukanya peluang usaha dan kemandirian ekonomi dari para peserta pelatihan,” kata Joko. Pernyataan tersebut menekankan peran pelatihan vokasi dalam menciptakan ekosistem usaha mikro dan kecil yang tangguh di tingkat kecamatan.
Pelatihan menjahit menghadirkan Puji Wiyono, Instruktur Penyelia Senior sekaligus Asesor Kompetensi LSP P2 (Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua) BPVP (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas)
Surakarta, sebagai narasumber utama. Ia didukung oleh dua instruktur menjahit yang berpengalaman untuk membimbing peserta selama program berlangsung. Dengan kombinasi teori dan praktik, peserta mendapatkan pembelajaran menyeluruh mulai dari pemilihan bahan, pembuatan pola, teknik menjahit, hingga finishing dan penyesuaian desain sesuai permintaan.
Program pelatihan menjahit dirancang selama 10 hari, berlangsung dari 19 Oktober sampai 29 Oktober 2026, dengan intensitas praktik yang tinggi. Setiap sesi menekankan keterampilan menjahit aplikatif sehingga peserta diharapkan mampu menghasilkan produk nyata sebagai bukti kompetensi.
Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan menjahit ini. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang ingin meningkatkan kualitas produk jahitannya. Dengan jumlah peserta yang relatif kecil, instruktur dapat memberikan pendampingan intensif sehingga setiap peserta memperoleh perhatian dan koreksi teknis yang memadai.
Dampak langsung yang diharapkan meliputi peningkatan kemampuan menjahit sesuai desain, kemampuan membaca pola, serta keterampilan pemasaran sederhana untuk produk jahitan. Selain itu, pelatihan membuka peluang kolaborasi antar peserta untuk membentuk kelompok usaha atau usaha bersama yang dapat memperkuat daya tawar di pasar lokal.
- Advertisement -
Pelatihan menjahit ini membuka peluang nyata untuk mengembangkan usaha tata busana, sebagai langkah lanjutan, bisa juga dipertimbangkan mencari pendampingan bisnis agar produk lebih mudah masuk pasar, mengurus perizinan dan label usaha mikro supaya penjualan terlihat profesional, serta mempelajari pemasaran digital untuk menjangkau pelanggan di luar wilayah, jika memungkinkan.
Pembentukan kelompok usaha atau koperasi kecil juga dapat meminimalisir biaya produksi dan untuk berbagi biaya produksi, membeli bahan secara kolektif, dan saling mendukung dalam pengembangan produk, dengan kombinasi keterampilan teknis, akses pasar, dan kerjasama, peluang usaha yang muncul dari pelatihan menjahit ini diharapkan akan bisa tumbuh menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Keberhasilan pelatihan menjahit ini tentunya merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Eromoko, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Wonogiri, dan BPVP Surakarta. Sinergi antar lembaga tersebut menjadi kunci agar program tidak hanya berjalan sekali, tetapi dapat berkelanjutan dan berdampak luas.
- Advertisement -
Penutup kegiatan menegaskan komitmen bersama untuk terus menggelar pelatihan serupa sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan teknis dan kebijakan yang konsisten, program vokasi seperti TMT menjahit berpotensi menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi lokal di Kecamatan Eromoko.
Pelatihan Tailor Made Training Menjahit Pakaian Wanita di Eromoko menunjukkan bagaimana intervensi keterampilan yang tepat sasaran mampu membuka peluang ekonomi nyata. Dukungan pemerintah daerah dan mitra teknis memastikan transfer keterampilan berkualitas, sementara peserta yang termotivasi dapat mengubah keterampilan menjadi usaha produktif. Dengan langkah lanjutan berupa pendampingan bisnis dan akses pasar, program ini berpeluang besar meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat ekonomi komunitas di Wonogiri.
@ Pitut Saputra

