SEMARANG, CHANEL7.ID
Pelantikan Mahanni Yulindha Pratiwi sebagai Wakil Bupati Klaten sisa masa jabatan 2025–2030 berlangsung khidmat di Grhadhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin 12 Oktober 2026. Upacara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi itu menjadi momen penting bagi kelanjutan pemerintahan Kabupaten Klaten setelah kekosongan jabatan Wakil Bupati menyusul wafatnya pejabat sebelumnya. Hadir dalam acara tersebut unsur pimpinan daerah, tokoh pemerintahan, serta jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, menandai dukungan luas terhadap pemerintahan baru di Klaten (12/10/2026).
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menekankan bahwa salah satu tugas prioritas Wakil Bupati adalah fokus pada pengentasan kemiskinan. “Penurunan angka kemiskinan harus menjadi prioritas. Wakil bupati harus aktif mengendalikan program pengentasan kemiskinan melalui koordinasi intensif dengan bupati dan seluruh perangkat daerah,” tegas Luthfi. Pernyataan ini menjadi sisipan penting yang menegaskan harapan agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga Klaten.
Data yang dipaparkan Gubernur menunjukkan tantangan nyata yang harus dihadapi pemerintahan daerah. Berdasarkan data 2025, angka kemiskinan Kabupaten Klaten tercatat 11 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Tengah yang mencapai 9,39 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Klaten pada periode yang sama tercatat 4,62 persen, masih di bawah pertumbuhan ekonomi provinsi sebesar 5,37 persen. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi kepemimpinan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
Pelantikan Mahanni, yang akrab dipanggil Linda Benny, menutup masa berkabung setelah meninggalnya Benny Indra Ardhianto pada 7 Februari 2026. Benny sebelumnya menjabat Wakil Bupati dan wafat saat masih memegang jabatan. Mahanni kemudian terpilih melalui pemungutan suara dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Klaten pada 26 Agustus 2026, memperoleh dukungan penuh dari seluruh 49 anggota dewan. Legitimasi politik ini memberi dasar kuat bagi Mahanni untuk segera bergerak mengawal program-program prioritas daerah.
Gubernur Luthfi juga menekankan pentingnya soliditas antara Bupati dan Wakil Bupati. Ia meminta Bupati Hamenang Wajar Ismoyo dan Wakil Bupati Mahanni bekerja dalam satu arah, saling mendukung, serta mengedepankan kolaborasi lintas sektor. “Pokoknya harus satu paket dalam rangka mengembangkan. Saya yakin beliau berdua akan setuju,” ujar Luthfi, menegaskan bahwa sinergi eksekutif menjadi kunci efektivitas kebijakan publik. Kolaborasi ini dinilai krusial mengingat posisi strategis Klaten yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga potensi ekonomi dan pariwisata dapat dimaksimalkan bila dipimpin secara kompak.
Hadir dalam pelantikan sejumlah tokoh penting, antara lain Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko, mantan Bupati Klaten periode 2005–2015 Sunarna, mantan Bupati periode 2017–2025 Sri Mulyani, serta Pj Sekda Kabupaten Klaten Jaka Purwanto. Kehadiran mereka bersama jajaran Forkopimda menandai dukungan legislatif dan eksekutif untuk kelancaran pemerintahan serta kesinambungan pembangunan di Klaten.
Sebagai Wakil Bupati, Mahanni diharapkan tidak hanya menjadi pendamping administratif, tetapi juga figur yang proaktif dalam merumuskan dan mengawal program pengentasan kemiskinan. Beberapa langkah strategis yang perlu menjadi prioritas antara lain penguatan pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan keterampilan dan akses permodalan bagi UMKM, peningkatan infrastruktur dasar untuk memperlancar konektivitas dan akses pasar, perbaikan layanan kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang memanfaatkan potensi budaya lokal.
Pemerintah daerah juga perlu memperkuat tata kelola yang transparan dan partisipatif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata. Sinkronisasi program antara kabupaten, provinsi, dan pusat menjadi penting agar alokasi anggaran dan program teknis berjalan terintegrasi. Selain itu, pengukuran kinerja berbasis indikator yang jelas akan membantu memantau progres penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Masyarakat Klaten, yang dikenal dengan julukan Kabupaten Bersinar, menaruh harapan besar pada kepemimpinan tandem Bupati dan Wakil Bupati yang kini lengkap. Harapan itu mencakup percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi, penyerapan tenaga kerja lokal melalui program pemberdayaan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan. Keberhasilan program-program tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah membangun kolaborasi lintas sektor, mendengar aspirasi warga, dan menerjemahkan visi pembangunan menjadi langkah-langkah nyata.
Pelantikan di Grhadhika Bhakti Praja Semarang ini menjadi titik tolak penting bagi upaya percepatan pembangunan dan penurunan kemiskinan di Klaten. Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah, dukungan legislatif, serta partisipasi masyarakat, peluang untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan warga terbuka lebar. Kini tantangan terbesar adalah menerjemahkan arahan gubernur menjadi kebijakan yang efektif, terukur, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Klaten.
@ Pitut Saputra

