CIREBON, CHANEL7.ID – Memasuki 365 hari masa kepemimpinannya, duet Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, dan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk melakukan transformasi. Mengusung visi “Setara Berkelanjutan”, pasangan ini fokus mengamankan sektor dasar mulai dari pendidikan hingga kesehatan sebagai fondasi utama wajah baru Kota Udang.
Di bawah nakhoda Edo-Farida, reformasi birokrasi bukan sekadar slogan. Kota Cirebon baru saja menyabet predikat “Unggul” dalam Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Capaian ini menempatkan Cirebon sejajar dengan kota-kota besar nasional dalam hal perumusan kebijakan berbasis data.
Stabilitas politik yang terjaga juga berdampak manis pada sektor ekonomi. Realisasi investasi tercatat melampaui target, memposisikan Kota Cirebon sebagai salah satu destinasi investasi utama di Jawa Barat.
Wali Kota Effendi Edo menegaskan, efisiensi dilakukan dengan memangkas belanja operasional birokrasi untuk dialihkan ke pos prioritas masyarakat. Salah satu terobosan yang mencolok adalah penggunaan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk peremajaan Penerangan Jalan Umum (PJU).
- Advertisement -
“Kami ingin mewujudkan program ‘Cirebon Caang’. Efisiensi di kantor tidak boleh mengurangi kenyamanan warga di jalanan,” ujar Edo. Selain PJU, pembenahan jalan dengan metode betonisasi dan normalisasi drainase terus dikebut untuk mengatasi tantangan banjir rob yang kerap menghantui wilayah pesisir.
Di sektor pembangunan manusia, pasangan ini meluncurkan Kartu Idola Pendidikan. Program ini hadir sebagai solusi konkret agar tidak ada anak di Kota Cirebon yang putus sekolah akibat kendala biaya personal.
Sementara di bidang kesehatan, keberhasilan mempertahankan predikat Universal Health Coverage (UHC) memastikan hampir seluruh penduduk Kota Cirebon terlindungi jaminan kesehatan.
Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati menaruh perhatian besar pada kelompok rentan. Ia mencatat penurunan signifikan pada angka prevalensi stunting berkat kerja kolaboratif lintas sektor.
“Selain fisik, kami juga fokus pada penjaga moral bangsa. Insentif untuk guru ngaji dan imam masjid terus kami salurkan untuk memperkuat karakter generasi muda di era digital ini,” jelas Siti Farida.
- Advertisement -
Meski mencetak banyak prestasi, Pemkot Cirebon menyadari tantangan besar masih ada di depan mata, terutama terkait pengelolaan sampah. Pemerintah telah menyusun roadmap akselerasi 2025-2026 yang mengedepankan pembangunan TPS 3R di tingkat wilayah untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan semangat “Kerja Bersama”, duet Edo-Farida mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga ritme pembangunan demi Cirebon yang lebih sejahtera.
- Advertisement -
®Mu’min

