KLATEN,CHANEL7.ID –
Kontes ternak kambing Kaligesing dan Domba Piala Bupati Klaten 2026 digelar pagi hingga siang ini di Lapangan Sajen, Trucuk, Klaten, dan menjadi momentum penting bagi pengembangan peternakan lokal. Acara tahunan ini tidak hanya menampilkan kompetisi antar ternak, tetapi juga berfungsi sebagai wadah promosi bibit unggul, pertukaran pengetahuan, dan penguatan jejaring antar peternak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Klaten serta undangan dari kabupaten tetangga (26/04/2026).
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melalui pesan yang disampaikan perwakilannya menegaskan bahwa kontes ini lebih dari sekadar lomba.“Ini bukan sekedar lomba namun merupakan ajang guna menampilkan komoditas ternak terbaik dari Klaten,” tegasnya, hal tersebut menegaskan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Klaten sebagai pusat pengembangan ternak berkualitas.
Dalam hal ini penegasan dan komitmen pemerintah tercermin dalam pembinaan dan promosi produk peternakan lokal agar mampu bersaing di tingkat regional. Dukungan pemerintah, menurutnya, juga diarahkan pada upaya memperluas pasar, meningkatkan pendapatan peternak, dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Mewakili Bupati Klaten dalam sambutan Kepala Dinas DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan) Klaten, Iwan Kurniawan menegaskan kembali tujuan teknis dan program pendukung kontes. Ia menyampaikan bahwa Kontes Kambing Kaligesing dan Domba BUPATI CUP III 2026 merupakan ajang tahunan untuk menampilkan bibit unggul kambing Kaligesing dan domba lokal, melibatkan peternak dari seluruh kecamatan serta undangan dari kabupaten tetangga.
- Advertisement -
Iwan turut menekankan aspek penilaian yang komprehensif “Penilaian meliputi kualitas fisik, pertumbuhan, kesehatan, serta manajemen pemeliharaan,” ujarnya, seraya menyebutkan target partisipasi jumlah ternak yang signifikan dan rangkaian kegiatan pendukung seperti penyuluhan breeding, bazar pakan ternak, serta demo pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Iwan dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kontes dirancang tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk transfer ilmu dan peningkatan kapasitas antar peternak.
Sementara Andi salah seorang perwakilan panitia penyelenggara menegaskan pembagian kelas yang dirancang untuk menjamin penilaian adil dan komprehensif. Untuk kambing Kaligesing, kelas dibagi berdasarkan jenis kelamin dan kategori teknis, yakni Kambing Jantan kelas A–E dan Kambing Betina kelas C–E, sementara domba Solo Raya diklasifikasikan ke dalam NON POEL, POEL 1, dan EXTREME.
Panitia menegaskan bahwa klasifikasi ini dibuat untuk menilai aspek struktur tubuh, kualitas bulu, ketahanan, dan karakter performa sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, pembukaan kelas Kambing Boer NON POEL BEBAS menunjukkan upaya mengakomodasi ternak impor yang telah beradaptasi di lingkungan lokal. Pernyataan panitia menekankan transparansi aturan pendaftaran, syarat teknis, dan jadwal penilaian untuk menjaga kredibilitas kontes.
Panitia juga menegaskan komitmen pada kesejahteraan hewan selama acara. Mereka menyatakan bahwa kandang sementara, pakan, dan akses air bersih disediakan untuk memastikan ternak tetap dalam kondisi prima. Selain itu, panitia juga meminta peternak menyiapkan dokumen kesehatan hewan, data reproduksi, dan bukti asal-usul ternak bila tersedia. Pernyataan ini menegaskan bahwa aspek teknis dan etika pemeliharaan menjadi prioritas agar kontes berjalan profesional dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta menjadi cermin keberhasilan program pembinaan. Salah satu peserta, Wahyu Hartanto dari Bayat, Klaten, menegaskan motivasinya, “Saya datang untuk mengikuti kontes kali ini dengan membawa seekor kambing Kaligesing berusia dua tahun lebih sedikit yang kami beri nama Sang Prabu,” jelasnya.
- Advertisement -
Wahyu menambahkan bahwa ia memang hobi dan beternak kambing jenis ini, serta sudah berkali-kali mengikuti kontes baik di dalam maupun luar kota. “Alhamdulillah selalu mendapatkan hasil, meski tidak selalu juara satu” ujarnya, menegaskan rekam jejak prestasinya.
Ia juga mengapresiasi peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun dan berharap penyelenggaraan kontes kedepan semakin baik sehingga lebih banyak peternak Klaten mampu menghasilkan ternak unggulan yang dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Para pelaku usaha dan pembeli potensial yang hadir menekankan peluang ekonomi dari kontes ini. Mereka menyatakan bahwa pengakuan sebagai pemenang seringkali meningkatkan reputasi dan nilai jual ternak, membuka peluang transaksi langsung antara peternak dan pembeli, serta memperpendek rantai pasok. Pernyataan para pelaku pasar menegaskan bahwa pameran dan bazar yang menyertai kontes menjadi ruang strategis untuk menjalin kemitraan, negosiasi harga, dan pengembangan produk olahan ternak.
- Advertisement -
Kontes Ternak Kambing Kaligesing dan Domba Piala Bupati Klaten 2026 di Lapangan Sajen Trucuk bukan sekadar kompetisi, ia merupakan perayaan budaya agraris dan bukti komitmen bersama antara pemerintah, panitia, peternak, dan pelaku usaha untuk mengangkat potensi lokal.
Kontes ini lebih dari sekadar ajang penghargaan, ia adalah bukti sinergi antara pemerintah daerah, DKPP, panitia, peternak, dan pelaku pasar, sebuah langkah strategis untuk memperbaiki kualitas genetik, menguatkan kapasitas peternak, dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan yang akan mengangkat nama Klaten, menumbuhkan kesejahteraan komunitas, dan mewariskan fondasi peternakan yang tangguh bagi generasi mendatang.
( Pitut Saputra )

