SURAKARTA, CHANEL7.ID – Pagi ini ratusan ojek online dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Aliansi Ojol Roda Dua Surakarta mendatangi Gedung Graha Saba di Sumber Surakarta. Perwakilan dari berbagai komunitas ojol Solo Raya tersebut, hadir untuk menanggapi undangan dari pihak keamanan setempat. Mereka tiba sejak pukul sembilan pagi guna bergiliran mendapatkan bantuan paket sembako yang berikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (05/09/2025).
Pihak penyelenggara, melalui aparat keamanan yang bertugas, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf. Karena kuota penerima bantuan sembako ternyata sangat terbatas. Dari keseluruhan komunitas yang ada di solo raya hanya sebagian yang mendapat undangan dari aparat keamanan tersebut. Dan tiap komunitas atau asosiasi hanya diberikan kuota sebanyak 25 perwakilan ojek online saja 25 orang yang dapat hadir dan menerima paket. Sisanya, menurut penjelasan penyelenggara, masih harus menunggu kesempatan berikutnya karena jumlah paket bantuan memang terbatas dan belum mencukupi.
Ketua Aliansi Ojol SOS (Solidaritas Ojol Solo Raya), Josafat Satrijawibawa, menjelaskan bahwa undangan tersebut diterimanya mendadak dan jumlah kuota yang diberikan hanya 25 orang, yang kemudian dia bagikan kepada sejumlah ketua komunitas serta perwakilan grup, Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah yang diwakili oleh Wakil Presiden, serta kerja sama dengan aparat keamanan setempat. Meski terbatas, bantuan ini dianggap sebagai bentuk empati terhadap perjuangan para driver ojol. Josafat berharap informasi lebih awal dapat membantu perencanaan yang lebih efektif.
Namun, Josafat juga mengingatkan pentingnya pola koordinasi yang lebih matang, sebelum agenda serupa dilaksanakan. Jika penyelenggara sudah mengantongi data jumlah driver ojol yang berada di Solo Raya dan dihimpun dengan lengkap, maka pembagian bantuan dapat dilakukan secara lebih adil dan merata. Koordinasi tersebut diharapkan melibatkan perwakilan komunitas dari semua wilayah operasi ojol, meminimalkan potensi kecemburuan dan konflik internal antar kelompok. Pendekatan semacam ini diyakini dapat menjaga keharmonisan dalam ekosistem ojol serta meningkatkan kepercayaan antara driver dan penyelenggara bantuan.
Lebih lanjut, Josafat mengusulkan agar jika jumlah paket sembako tidak mencukupi, alternatif berupa pembagian uang tunai dipertimbangkan. Dengan nominal misalnya Rp20.000 per orang, semua driver akan memperoleh bantuan setidaknya dalam bentuk finansial. Skema ini dinilai lebih efisien dan praktis, sekaligus meminimalkan kecemburuan serta mempercepat penyaluran tanpa melalui proses distribusi barang yang rumit. Ide ini sekaligus mengedepankan keadilan distributif, karena setiap pengemudi memiliki hak yang sama untuk menerima bantuan.
Kehadiran ratusan driver ojol di Graha Saba juga menjadi momen penting untuk memetakan aspirasi dan kendala yang dihadapi pengemudi. Beberapa perwakilan menyampaikan keluhan mengenai fluktuasi order, harga bahan bakar, dan kebersihan fasilitas istirahat. Mereka berharap pemerintah daerah dan platform aplikasi dapat terus berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan para mitra ojol. Dialog terbuka semacam ini dinilai penting untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lapangan.
Sejumlah ketua komunitas ojol pun juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam koordinasi terstruktur. Mereka akan menyusun daftar anggota aktif berikut data sesuai wilayah operasional. Dengan demikian, bila ada program bantuan, pembagian dapat cepat, tepat, dan tanpa tumpang tindih. Upaya ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi program bantuan sosial di sektor transportasi daring yang lebih inklusif. Mereka optimis kolaborasi semacam ini akan memperkuat posisi tawar dan kesejahteraan mitra ojol di masa mendatang.
Dengan catatan saran dan evaluasi Josafat tersebut, semua pihak berharap pembagian bantuan berikutnya dapat berjalan lebih lancar dan merata. Penyelenggara diharapkan menyiapkan data akurat serta mekanisme transparan agar setiap pengemudi mendapatkan haknya. Sementara itu, dukungan serta pengawasan masyarakat juga akan menjadi kunci sukses pelaksanaan program sosial demi kesejahteraan kolektif komunitas ojek online di Solo Raya.’ pungkas Josafat.
Terpisah pada malam sebelumnya ratusan rekan driver dari perwakilan berbagai komunitas dalam jalur koordinasi, gabungan aksi driver roda dua Surakarta (Garda Soloraya), sempat mengadakan doa bersama di Pelataran Dalem Joyokusuman, Surakarta dan dihadiri langsung oleh Walikota Surakarta Respati Ardi. Doa bersama dan penyalaan lilin itu menurut Djoko Saryanto adalah merupakan aksi solidaritas dalam mengenang tujuh hari meninggalnya rekan driver Afan Kurniawan.
Aksi yang rencananya akan digelar di areal Gladak sekitar patung Slamet Riyadi itu terpaksa dipindahkan ke pelataran Dalem Joyokusuman Gajahan Surakarta, setelah proses negosiasi dengan pihak keamanan, sebab mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan potensi gangguan keamanan serta kenyamanan juga menghindari kemacetan arus lalu lintas yang ada.
Baik dari pihak Pemkot Surakarta, jajaran aparat keamanan, serta perwakilan koordinator aksi ojol Soloraya menyatakan tekad bersama guna sama sama ikut menjaga kondusifitas wilayah dan keamanan di Surakarta dan daerah masing masing, mengingat Surakarta adalah tempat kita semua mencari nafkah jadi mari kita jaga bersama kondusifitas dan keamanannya agar kita bisa kembali bekerja dengan nyaman.
Lebih lanjut Djoko Saryanto juga menyatakan terkait persoalan penindakan hukum pada aparat keamanan yang terlibat dalam insiden berdarah yang penuh luka tersebut, kita sudah sepenuhnya memberikan kepercayaan pada jajaran aparat berwenang guna memberikan sanksi dan penindakan tegas, jadi saat ini kita hanya bisa mengawal dan mendoakan agar persoalan tersebut diusut tuntas.
Selain perhatian pada aspek hukum, Djoko juga menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga almarhum Afan Kurniawan. Doa dipanjatkan agar mereka diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan. Komunitas ojol berkomitmen untuk terus mengenang jasa rekan mereka dengan aksi positif. Semoga amanah solidaritas ini menjadi penghormatan terbaik bagi mendiang.
Dengan rangkaian acara penyaluran sembako, doa bersama, dan evaluasi koordinasi, komunitas ojek online di Surakarta menunjukkan kekompakan luar biasa. Tantangan distribusi hingga aspirasi kesejahteraan sehari-hari mengemuka sebagai titik fokus perbaikan. Kolaborasi antara mitra, pemerintah daerah, dan platform aplikasi digital diharapkan semakin solid demi mewujudkan ekosistem transportasi daring yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
®Pitut Saputra

