PATI, CHANEL7.ID – Bencana banjir yang sejak awal Januari melanda Kabupaten Pati terus mengalami eskalasi serius. Pemerintah Kabupaten Pati telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 24 Januari 2026 sebagai respons atas meluasnya genangan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Data terbaru menunjukkan banjir telah meluas ke 112 desa di 7 kecamatan, terutama akibat luapan Sungai Silugonggo, yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan debit air sungai yang tak mampu tertampung.
Dampak Luapan Banjir: Infrastruktur, Pertanian, Korban Jiwa
Menurut laporan pemerintah setempat, dampak banjir sudah dirasakan luas oleh warga dan ekonomi lokal. Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, terutama sektor pertanian yang paling terpukul oleh genangan air. Kerugian ini juga berdampak pada infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya.
Selain kerusakan harta benda, bencana ini juga mencatat kasus korban jiwa. Beberapa laporan lokal menyebutkan ada warga yang tewas akibat terseret arus banjir dan kondisi sulitnya akses selama evakuasi.
Warga Terdampak, Mobilitas Lumpuh
Banjir menyebabkan ribuan rumah di Pati terendam air, mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Banyak warga terpaksa mengungsi, sementara beberapa desa masih tergenang air dengan ketinggian mencapai puluhan hingga ratusan sentimeter, menghambat akses jalan dan transportasi.
Kondisi tersebut turut mengakibatkan akses transportasi penting seperti jalur Pantura Pati–Rembang terendam, menyebabkan kemacetan panjang dan kendaraan tidak dapat berjalan normal.
Akses Jalan dan Kehidupan Warga Terhambat
Beberapa wilayah seperti Jakenan dilaporkan memiliki banjir dengan ketinggian nyaris 1 meter, sehingga jalur alternatif menuju kabupaten tetangga tidak bisa dilalui. Warga pun harus mengandalkan perahu untuk beraktivitas di daerah yang terdampak.
Respon Pemerintah & Penanganan Darurat
Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI/Polri, relawan dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk penyediaan bantuan logistik, evakuasi warga terdampak, serta koordinasi untuk mempercepat penanggulangan dampak banjir.
®Laspin

