PATI, CHANEL7.ID – Bencana banjir besar kembali melanda Kabupaten Pati sejak Jumat, 9 Januari 2026, dan hingga pertengahan bulan ini, kondisinya semakin memburuk. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, banjir telah merendam 93 desa di 19 kecamatan, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 120 sentimeter.
Sebanyak 15.237 keluarga atau sekitar 48.193 jiwa terdampak, dan jumlah pengungsi terus bertambah seiring hujan deras yang masih mengguyur wilayah tersebut. Luapan sungai-sungai besar di kawasan Pantura, seperti Kali Juana, menjadi penyebab utama banjir yang merendam permukiman, fasilitas umum, dan ratusan hektare lahan pertanian.
Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Pati, Dukuhseti, Juwana, Jakenan, Gabus, dan Wedarijaksa. Bahkan, seluruh 21 kecamatan di Kabupaten Pati kini telah mengalami dampak bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Salah satu insiden serius terjadi di Kecamatan Gembong, di mana sebuah jembatan penghubung putus akibat banjir bandang yang membawa material kayu dan lumpur dari kawasan pegunungan Muria. Hal ini menyebabkan beberapa desa terisolasi dan menghambat distribusi bantuan.
Pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga 2 dan mendirikan sejumlah posko pengungsian dan dapur umum, termasuk di Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati. Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau debit air sungai dan mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tidak memperparah penyumbatan aliran sungai.
®Laspin

